<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Besar M6,0 di Sulawesi Utara Akibat Aktivitas Subduksi Sangihe</title><description>Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/26/340/3117411/gempa-besar-m6-0-di-sulawesi-utara-akibat-aktivitas-subduksi-sangihe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/26/340/3117411/gempa-besar-m6-0-di-sulawesi-utara-akibat-aktivitas-subduksi-sangihe"/><item><title>Gempa Besar M6,0 di Sulawesi Utara Akibat Aktivitas Subduksi Sangihe</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/26/340/3117411/gempa-besar-m6-0-di-sulawesi-utara-akibat-aktivitas-subduksi-sangihe</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/26/340/3117411/gempa-besar-m6-0-di-sulawesi-utara-akibat-aktivitas-subduksi-sangihe</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2025 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/26/340/3117411/gempa-hyXa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa Besar M6,0 di Sulut Akibat Aktivitas Subduksi Sangihe</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/26/340/3117411/gempa-hyXa_large.jpg</image><title>Gempa Besar M6,0 di Sulut Akibat Aktivitas Subduksi Sangihe</title></images><description>JAKARTA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis terkait gempa yang mengguncang Kota Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Rabu 26 Februari 2025 pukul 05.55.45 WIB.&#13;
&#13;
Analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,50&amp;deg; LU ; 124,89&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 42 Km arah Tenggara Kota Tutuyan, Sulawesi Utara pada kedalaman 11 km.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Subduksi Sangihe,&amp;rdquo; ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, dan Minahasa Tenggara dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ).&#13;
&#13;
Daerah Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Kotamobagu, Gorontalo, Minahasa Selatan, Bitung, dan Gorontalo Utara dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah, Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Daerah Boalemo, Taliabu, dan Tagulandang II - III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; kata Daryono.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, hingga pukul 07.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 7 aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M4.9.&#13;
&#13;
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis terkait gempa yang mengguncang Kota Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Rabu 26 Februari 2025 pukul 05.55.45 WIB.&#13;
&#13;
Analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,50&amp;deg; LU ; 124,89&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 42 Km arah Tenggara Kota Tutuyan, Sulawesi Utara pada kedalaman 11 km.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Subduksi Sangihe,&amp;rdquo; ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, dan Minahasa Tenggara dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ).&#13;
&#13;
Daerah Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Kotamobagu, Gorontalo, Minahasa Selatan, Bitung, dan Gorontalo Utara dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah, Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Daerah Boalemo, Taliabu, dan Tagulandang II - III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; kata Daryono.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, hingga pukul 07.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 7 aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M4.9.&#13;
&#13;
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
