<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggul Sungai Jebol, Ribuan Makam di TPU Bojongsoang Bandung Porak-poranda</title><description>Sebuah tanggul penahan Sungai Cikapundung di Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jebol akibat derasnya intensitas hujan yang terjadi pada Selasa 25 Februari sore.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/26/525/3117520/tanggul-sungai-jebol-ribuan-makam-di-tpu-bojongsoang-bandung-porak-poranda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/02/26/525/3117520/tanggul-sungai-jebol-ribuan-makam-di-tpu-bojongsoang-bandung-porak-poranda"/><item><title>Tanggul Sungai Jebol, Ribuan Makam di TPU Bojongsoang Bandung Porak-poranda</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/02/26/525/3117520/tanggul-sungai-jebol-ribuan-makam-di-tpu-bojongsoang-bandung-porak-poranda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/02/26/525/3117520/tanggul-sungai-jebol-ribuan-makam-di-tpu-bojongsoang-bandung-porak-poranda</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2025 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/26/525/3117520/banjir-vBCe_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan makam di TPU Bojongsoang Bandung porak-poranda terendam banjir (Foto: Agi Ilman/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/26/525/3117520/banjir-vBCe_large.jpg</image><title>Ribuan makam di TPU Bojongsoang Bandung porak-poranda terendam banjir (Foto: Agi Ilman/Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Sebuah tanggul penahan Sungai Cikapundung di Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jebol akibat derasnya intensitas hujan yang terjadi pada Selasa 25 Februari sore.&#13;
&#13;
Jebolnya tanggul sungai ini pun sangat berdampak, terlebih tepat dipinggirnya ada Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang biasa digunakan untuk berziarah menjelang bulan suci Ramadhan ini.&#13;
&#13;
Diketahui jika kejadian tersebut terjadi pada pukul 17.30 WIB Selasa 25 Februari saat hujan deras sedang terjadi menyebabkan ribuan makam terdampak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada lima ribuan makam, semua kena, kemarin hujan dari siang terus kejadiannya magrib,&amp;quot; ujar Penjaga kebersihan TPU Bojongsoang, Rohmat saat ditemui, Rabu (26/2/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rohmat menjelaskan, tanggul penahan sungai yang jebol ini mempunyai tinggi tanggul mencapai 1,5 meter. Sedangkan, tangggul yang jebol memanjang 50 meter.&#13;
&#13;
Saat ini, dirinya pun masih melakukan pembersihan material lumpur yang hampir merusak semua makam yang ada. &amp;quot;Ini bekas lumpurnya masih ada, sekarang juga warga ada yang bantu bersihin,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Rohmat menambahkan, dalam kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, dirinya pun sempat panik lantaran kejadiannya begitu cepat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulilah gak ada korban, cuma emang panik karena gak pernah sampai kejadian kaya gini,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski begitu, Rohmat menyebut saat ini masih ada beberapa warga yang tetap berziarah atau ndaran meskipun kondisi makan sudah porak-poranda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya ada warga yang tetap ndaran, tapi ya kondisinya gini,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kasatker OP BBWS Citarum, Lenny Sukma Prihandani mengatakan dengan adanya kejadian itu. Pihaknya akan segera membangun kembali tanggul yang jebol.&#13;
&#13;
Pihaknya pun langsung melakukan tanggap darurat lantaran kondisi tanggul yang jebol sangat mengkhawatirkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, kita melaksanakan tanggap darurat disini untuk kegiatan yang apa namanya sementara, karena memang dengan kondisi saat ini yang diperlukan adalah kegiatan yang cepat dan bisa bermanfaat,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Lenny menambahkan, untuk sementara, pihaknya akan memperbaiki tanggul dengan menggunakan geobag untuk mengantisipasi adanya hujan susulan. Pihaknya juga akan membantu membersihkan material benda yang terbawa arus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satuya mungkin membersihkan material yang roboh ini dan kedua kita memasang geobox untuk penanganan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berjalan sampai sekarang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pantauan di lokasi, terlihat ribuan makam porak-poranda akibat jebolnya tanggul penahan Sungai Cikapundung yang tepat di pinggir TPU.&#13;
&#13;
Beberapa makam pun terlihat tertutupi oleh genangan air dan juga material lumpur. Terlihat juga beberapa makan rusak akibat derasnya aliran sungai yang menghantam langsung ke pemakaman.&#13;
&#13;
Aktivitas warga yang akan melakukan tradisi ziarah atau nadran terlihat terhambat. Meskipun beberapa warga ada yang tetap memaksa melakukan hal itu ditengah makam yang rusak.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Sebuah tanggul penahan Sungai Cikapundung di Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jebol akibat derasnya intensitas hujan yang terjadi pada Selasa 25 Februari sore.&#13;
&#13;
Jebolnya tanggul sungai ini pun sangat berdampak, terlebih tepat dipinggirnya ada Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang biasa digunakan untuk berziarah menjelang bulan suci Ramadhan ini.&#13;
&#13;
Diketahui jika kejadian tersebut terjadi pada pukul 17.30 WIB Selasa 25 Februari saat hujan deras sedang terjadi menyebabkan ribuan makam terdampak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada lima ribuan makam, semua kena, kemarin hujan dari siang terus kejadiannya magrib,&amp;quot; ujar Penjaga kebersihan TPU Bojongsoang, Rohmat saat ditemui, Rabu (26/2/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rohmat menjelaskan, tanggul penahan sungai yang jebol ini mempunyai tinggi tanggul mencapai 1,5 meter. Sedangkan, tangggul yang jebol memanjang 50 meter.&#13;
&#13;
Saat ini, dirinya pun masih melakukan pembersihan material lumpur yang hampir merusak semua makam yang ada. &amp;quot;Ini bekas lumpurnya masih ada, sekarang juga warga ada yang bantu bersihin,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Rohmat menambahkan, dalam kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, dirinya pun sempat panik lantaran kejadiannya begitu cepat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulilah gak ada korban, cuma emang panik karena gak pernah sampai kejadian kaya gini,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski begitu, Rohmat menyebut saat ini masih ada beberapa warga yang tetap berziarah atau ndaran meskipun kondisi makan sudah porak-poranda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya ada warga yang tetap ndaran, tapi ya kondisinya gini,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kasatker OP BBWS Citarum, Lenny Sukma Prihandani mengatakan dengan adanya kejadian itu. Pihaknya akan segera membangun kembali tanggul yang jebol.&#13;
&#13;
Pihaknya pun langsung melakukan tanggap darurat lantaran kondisi tanggul yang jebol sangat mengkhawatirkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, kita melaksanakan tanggap darurat disini untuk kegiatan yang apa namanya sementara, karena memang dengan kondisi saat ini yang diperlukan adalah kegiatan yang cepat dan bisa bermanfaat,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Lenny menambahkan, untuk sementara, pihaknya akan memperbaiki tanggul dengan menggunakan geobag untuk mengantisipasi adanya hujan susulan. Pihaknya juga akan membantu membersihkan material benda yang terbawa arus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satuya mungkin membersihkan material yang roboh ini dan kedua kita memasang geobox untuk penanganan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berjalan sampai sekarang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pantauan di lokasi, terlihat ribuan makam porak-poranda akibat jebolnya tanggul penahan Sungai Cikapundung yang tepat di pinggir TPU.&#13;
&#13;
Beberapa makam pun terlihat tertutupi oleh genangan air dan juga material lumpur. Terlihat juga beberapa makan rusak akibat derasnya aliran sungai yang menghantam langsung ke pemakaman.&#13;
&#13;
Aktivitas warga yang akan melakukan tradisi ziarah atau nadran terlihat terhambat. Meskipun beberapa warga ada yang tetap memaksa melakukan hal itu ditengah makam yang rusak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
