<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Dibersihkan, Sungai Citarum di Oxbow Cicukang Kembali Dipenuhi Sampah</title><description>Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali dipenuhi sampah&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/01/525/3118436/sempat-dibersihkan-sungai-citarum-di-oxbow-cicukang-kembali-dipenuhi-sampah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/01/525/3118436/sempat-dibersihkan-sungai-citarum-di-oxbow-cicukang-kembali-dipenuhi-sampah"/><item><title>Sempat Dibersihkan, Sungai Citarum di Oxbow Cicukang Kembali Dipenuhi Sampah</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/01/525/3118436/sempat-dibersihkan-sungai-citarum-di-oxbow-cicukang-kembali-dipenuhi-sampah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/01/525/3118436/sempat-dibersihkan-sungai-citarum-di-oxbow-cicukang-kembali-dipenuhi-sampah</guid><pubDate>Sabtu 01 Maret 2025 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/01/525/3118436/sungai_citarum_di_cicukang-IA2g_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sungai Citarum di Cicukang penuh sampah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/01/525/3118436/sungai_citarum_di_cicukang-IA2g_large.JPG</image><title>Sungai Citarum di Cicukang penuh sampah</title></images><description>BANDUNG - Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali dipenuhi sampah.&#13;
&#13;
Sampah yang menumpuk ini diduga berasal dari kiriman Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang terbawa arus anak sungai.&#13;
&#13;
Tumpukan sampah yang memanjang hingga sekitar 500 meter ini muncul setelah hujan deras mengguyur kawasan Bandung Raya dalam beberapa hari kebelakang.&#13;
&#13;
Padahal, sungai ini sebelumnya telah dibersihkan dalam aksi besar-besaran oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Satgas Citarum Harum Sektor 8, Komunitas Pecinta Lingkungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung.&#13;
&#13;
Salah satu warga, Deani (31), mengatakan bahwa sampah mulai kembali menumpuk sejak Senin (24/2), tepat setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampahnya ini baru sekitar seminggu, soalnya kemarin habis pembersihan dari BBWS. Jadi sekitar hari Senin lah penuhnya lagi, pas hujan-hujanan dari siang,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui.&#13;
&#13;
Deani menjelaskan, meski kondisinya sudah mengkhawatirkan, hingga saat ini belum ada tindakan lanjutan dari BBWS atau dinas terkait untuk membersihkan kembali sungai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belum, belum ada lagi. Tapi seminggu kebelakang ada (pengontrolan),&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Selain menimbulkan bau tidak sedap, warga juga khawatir jika hujan terus turun, sampah akan menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau hujan terus, takutnya banjir. Terus takut sampahnya naik, meluap ke lingkungan yang dekat,&amp;rdquo; ujar Deani.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, kawasan tersebut sering mengalami banjir akibat tumpukan sampah yang menyumbat sungai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sering meluap, kalau kondisi gini mah belum meluap. Kan kemarin di kota meluap, tapi sekarang belum. Tapi tetap dikhawatirkan naik sampahnya kalau terus menumpuk sama hujan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, menurutnya, banjir parah pernah terjadi tahun lalu, terutama menjelang bulan puasa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dikasih hujan terus sampai malam, udah aja meluap. Jadi pengennya mah ini segera diangkut. Cepet-cepetnya diangkut aja. Kalau banjir air aja mah nggak apa, tapi ini banjir sampah jadi tercemar,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Deani memastikan bahwa sampah yang memenuhi sungai merupakan kiriman dari daerah lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, sampah kiriman dari kota. Pokoknya mah hari Senin banyaknya kaya gini,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, warga di sekitar Oxbow Cicukang tidak pernah membuang sampah ke sungai karena sudah memiliki tempat pembuangan sampah sendiri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soalnya warga di sini mah enggak pernah buang ke sungai. Kita ada tempat sampah di belakang. Malah kita mah suka ngambilin,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Warga berharap pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pembersihan secara rutin untuk mencegah tumpukan sampah yang terus berulang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, harus ada pengontrolan rutin. Dalam setiap minggu atau habis hujan dikontrolnya. Soalnya kalau sudah hujan mah sampahnya pasti datang lagi,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Sungai Citarum lama di kawasan Oxbow Cicukang, Kampung Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali dipenuhi sampah.&#13;
&#13;
Sampah yang menumpuk ini diduga berasal dari kiriman Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang terbawa arus anak sungai.&#13;
&#13;
Tumpukan sampah yang memanjang hingga sekitar 500 meter ini muncul setelah hujan deras mengguyur kawasan Bandung Raya dalam beberapa hari kebelakang.&#13;
&#13;
Padahal, sungai ini sebelumnya telah dibersihkan dalam aksi besar-besaran oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Satgas Citarum Harum Sektor 8, Komunitas Pecinta Lingkungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung.&#13;
&#13;
Salah satu warga, Deani (31), mengatakan bahwa sampah mulai kembali menumpuk sejak Senin (24/2), tepat setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampahnya ini baru sekitar seminggu, soalnya kemarin habis pembersihan dari BBWS. Jadi sekitar hari Senin lah penuhnya lagi, pas hujan-hujanan dari siang,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui.&#13;
&#13;
Deani menjelaskan, meski kondisinya sudah mengkhawatirkan, hingga saat ini belum ada tindakan lanjutan dari BBWS atau dinas terkait untuk membersihkan kembali sungai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belum, belum ada lagi. Tapi seminggu kebelakang ada (pengontrolan),&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Selain menimbulkan bau tidak sedap, warga juga khawatir jika hujan terus turun, sampah akan menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau hujan terus, takutnya banjir. Terus takut sampahnya naik, meluap ke lingkungan yang dekat,&amp;rdquo; ujar Deani.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, kawasan tersebut sering mengalami banjir akibat tumpukan sampah yang menyumbat sungai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sering meluap, kalau kondisi gini mah belum meluap. Kan kemarin di kota meluap, tapi sekarang belum. Tapi tetap dikhawatirkan naik sampahnya kalau terus menumpuk sama hujan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, menurutnya, banjir parah pernah terjadi tahun lalu, terutama menjelang bulan puasa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dikasih hujan terus sampai malam, udah aja meluap. Jadi pengennya mah ini segera diangkut. Cepet-cepetnya diangkut aja. Kalau banjir air aja mah nggak apa, tapi ini banjir sampah jadi tercemar,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Deani memastikan bahwa sampah yang memenuhi sungai merupakan kiriman dari daerah lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, sampah kiriman dari kota. Pokoknya mah hari Senin banyaknya kaya gini,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, warga di sekitar Oxbow Cicukang tidak pernah membuang sampah ke sungai karena sudah memiliki tempat pembuangan sampah sendiri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soalnya warga di sini mah enggak pernah buang ke sungai. Kita ada tempat sampah di belakang. Malah kita mah suka ngambilin,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Warga berharap pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pembersihan secara rutin untuk mencegah tumpukan sampah yang terus berulang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, harus ada pengontrolan rutin. Dalam setiap minggu atau habis hujan dikontrolnya. Soalnya kalau sudah hujan mah sampahnya pasti datang lagi,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
