<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bendung Katulampa Siaga 1, Air Diperkirakan 9 Jam Sampai Manggarai</title><description>Ketinggian permukaan air di Bendung Katulampa, Bogor, terus naik hingga Minggu (2/3/2025) malam.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/02/338/3118747/bendung-katulampa-siaga-1-air-diperkirakan-9-jam-sampai-manggarai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/02/338/3118747/bendung-katulampa-siaga-1-air-diperkirakan-9-jam-sampai-manggarai"/><item><title>Bendung Katulampa Siaga 1, Air Diperkirakan 9 Jam Sampai Manggarai</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/02/338/3118747/bendung-katulampa-siaga-1-air-diperkirakan-9-jam-sampai-manggarai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/02/338/3118747/bendung-katulampa-siaga-1-air-diperkirakan-9-jam-sampai-manggarai</guid><pubDate>Minggu 02 Maret 2025 23:05 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/02/338/3118747/bendung_katulampa-FSGb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendung Katulampa (Foto: Putra R/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/02/338/3118747/bendung_katulampa-FSGb_large.jpg</image><title>Bendung Katulampa (Foto: Putra R/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketinggian permukaan air di Bendung Katulampa, Bogor, terus naik hingga Minggu (2/3/2025) malam. Kondisi tersebut membuat status Bendung Katulampa bahaya atau Siaga I.&#13;
&#13;
Dari informasi Satuan Pelaksana Bendung Katulampa, tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa pada pukul 21.30 WIB mencapai 200 sentimeter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Debit Q = 514.659 liter per detik,&amp;quot; demikian laporan dari Petugas Operasi Bendung (POB) Andi Sudirman dalam keterangannya, Minggu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, BPBD Jakarta memperkirakan air luapan dari Bendung Katulampa akan tiba di Pintu Air Manggarai dalam kurun waktu 6-9 jam. BPBD Jakarta mengimbau warga untuk mengantisipasi luapan sungai dari aliran air Katulampa yang menuju Manggarai.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Wilayah yang dilalui aliran sungai adalah Srengseng Sawah, Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pejaten Timur, Rawajati, Pengadegan, Cikoko, Kebon Baru, Bukit Duri, Manggarai,&amp;quot; demikian info BPBD Jakarta yang disampaikan dalam akun X resminya, Minggu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian, Kalisari, Baru, Cijantung, Gedong, Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu dan Kebon Manggis,&amp;quot; pungkas BPBD Jakarta.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketinggian permukaan air di Bendung Katulampa, Bogor, terus naik hingga Minggu (2/3/2025) malam. Kondisi tersebut membuat status Bendung Katulampa bahaya atau Siaga I.&#13;
&#13;
Dari informasi Satuan Pelaksana Bendung Katulampa, tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa pada pukul 21.30 WIB mencapai 200 sentimeter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Debit Q = 514.659 liter per detik,&amp;quot; demikian laporan dari Petugas Operasi Bendung (POB) Andi Sudirman dalam keterangannya, Minggu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, BPBD Jakarta memperkirakan air luapan dari Bendung Katulampa akan tiba di Pintu Air Manggarai dalam kurun waktu 6-9 jam. BPBD Jakarta mengimbau warga untuk mengantisipasi luapan sungai dari aliran air Katulampa yang menuju Manggarai.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Wilayah yang dilalui aliran sungai adalah Srengseng Sawah, Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pejaten Timur, Rawajati, Pengadegan, Cikoko, Kebon Baru, Bukit Duri, Manggarai,&amp;quot; demikian info BPBD Jakarta yang disampaikan dalam akun X resminya, Minggu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian, Kalisari, Baru, Cijantung, Gedong, Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu dan Kebon Manggis,&amp;quot; pungkas BPBD Jakarta.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
