<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggul Jebol dan Banjir di Bojongsoang, Bupati Bandung Minta Perbaikan Segera Dipercepat</title><description>Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa perbaikan tanggul Sungai Cikapundung Kolot yang jebol di Kampung Cipurut, Desa Bojongsoang, harus segera dipercepat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/03/525/3118999/tanggul-jebol-dan-banjir-di-bojongsoang-bupati-bandung-minta-perbaikan-segera-dipercepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/03/525/3118999/tanggul-jebol-dan-banjir-di-bojongsoang-bupati-bandung-minta-perbaikan-segera-dipercepat"/><item><title>Tanggul Jebol dan Banjir di Bojongsoang, Bupati Bandung Minta Perbaikan Segera Dipercepat</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/03/525/3118999/tanggul-jebol-dan-banjir-di-bojongsoang-bupati-bandung-minta-perbaikan-segera-dipercepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/03/525/3118999/tanggul-jebol-dan-banjir-di-bojongsoang-bupati-bandung-minta-perbaikan-segera-dipercepat</guid><pubDate>Senin 03 Maret 2025 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/03/525/3118999/bupati_bandung_dadang_supriatna_saat_meninjau_lokasi_jebolnya_tanggul_sungai_cikapundung_akibat_banjir_beberapa_waktu_lalu_di_bojongsoang-TcnE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau lokasi jebolnya tanggul sungai Cikapundung akibat banjir beberapa waktu lalu di Bojongsoang, Kabupaten Bandung (Foto: Okezone/Agi Ilman)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/03/525/3118999/bupati_bandung_dadang_supriatna_saat_meninjau_lokasi_jebolnya_tanggul_sungai_cikapundung_akibat_banjir_beberapa_waktu_lalu_di_bojongsoang-TcnE_large.jpg</image><title>Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau lokasi jebolnya tanggul sungai Cikapundung akibat banjir beberapa waktu lalu di Bojongsoang, Kabupaten Bandung (Foto: Okezone/Agi Ilman)</title></images><description>&#13;
&#13;
BANDUNG - Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa perbaikan tanggul Sungai Cikapundung Kolot yang jebol di Kampung Cipurut, Desa Bojongsoang, harus segera dipercepat.&#13;
&#13;
Jebolnya tanggul sepanjang dua kilometer akibat hujan deras pada Selasa (25/2) menyebabkan banjir yang menggenangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bojongsoang serta merusak rumah warga di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.&#13;
&#13;
Kang DS sapaan akrabnya meminta agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera menyelesaikan perbaikan tanggul, sementara Pemkab Bandung akan menangani jembatan yang rusak akibat banjir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sudah berbincang dengan BBWS, mereka akan menangani perbaikan tanggul. Untuk jembatan yang rusak, akan kita perbaiki menggunakan APBD Kabupaten Bandung dan juga kita usulkan ke BNPB agar mendapat bantuan,&amp;rdquo; ujar Dadang di Soreang, Senin (3/3/2025).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain tanggul dan jembatan, Kang DS juga menargetkan perbaikan lima rumah warga yang rusak akibat banjir.&#13;
&#13;
Ia menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Sukabirus serta peninggian tiga jembatan kecil dan pipa PDAM harus segera dilakukan agar tidak kembali tersumbat sampah saat hujan deras.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak mau ini hanya sekadar rencana, harus ada tindakan nyata. Infrastruktur yang rusak harus segera diperbaiki agar warga tidak terus terdampak setiap kali banjir datang,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Dadang juga menyoroti permasalahan sampah yang terbawa aliran Sungai Cikapundung Kolot dari Kota Bandung.&#13;
&#13;
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat untuk mencari solusi bersama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sudah membahas ini dengan Wali Kota Bandung. Ada empat masalah utama di Bandung Raya yang harus diselesaikan bersama, yaitu banjir, sampah, kemacetan, dan tata ruang. Saya tidak mau hanya berwacana, harus ada solusi konkret,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Mochammad Dian Alma&amp;rsquo;ruf, menjelaskan bahwa bencana banjir ini terjadi karena kapasitas Sungai Cikapundung Kolot yang sudah tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Debit air saat kejadian mencapai 415 kubik, sementara kapasitas sungai hanya 297 kubik. Selain itu, pertemuan dengan Sungai Cikapundung Kota menyebabkan backwater, yang memperparah tekanan dan menjebol tanggul,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pembangunan tanggul sepanjang dua kilometer sebenarnya telah diusulkan sejak 2020, tetapi belum rampung akibat keterbatasan anggaran.&#13;
&#13;
Saat ini, pihaknya masih melakukan penanganan darurat dengan pemasangan geobox sebagai fondasi sebelum dilakukan perbaikan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami akan usulkan kembali pembangunan tanggul sepanjang 2,1 km agar tidak terus terjadi banjir. Kami harap anggaran tahun depan memungkinkan proyek ini segera terealisasi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
BANDUNG - Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa perbaikan tanggul Sungai Cikapundung Kolot yang jebol di Kampung Cipurut, Desa Bojongsoang, harus segera dipercepat.&#13;
&#13;
Jebolnya tanggul sepanjang dua kilometer akibat hujan deras pada Selasa (25/2) menyebabkan banjir yang menggenangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bojongsoang serta merusak rumah warga di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.&#13;
&#13;
Kang DS sapaan akrabnya meminta agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera menyelesaikan perbaikan tanggul, sementara Pemkab Bandung akan menangani jembatan yang rusak akibat banjir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sudah berbincang dengan BBWS, mereka akan menangani perbaikan tanggul. Untuk jembatan yang rusak, akan kita perbaiki menggunakan APBD Kabupaten Bandung dan juga kita usulkan ke BNPB agar mendapat bantuan,&amp;rdquo; ujar Dadang di Soreang, Senin (3/3/2025).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain tanggul dan jembatan, Kang DS juga menargetkan perbaikan lima rumah warga yang rusak akibat banjir.&#13;
&#13;
Ia menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Sukabirus serta peninggian tiga jembatan kecil dan pipa PDAM harus segera dilakukan agar tidak kembali tersumbat sampah saat hujan deras.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak mau ini hanya sekadar rencana, harus ada tindakan nyata. Infrastruktur yang rusak harus segera diperbaiki agar warga tidak terus terdampak setiap kali banjir datang,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Dadang juga menyoroti permasalahan sampah yang terbawa aliran Sungai Cikapundung Kolot dari Kota Bandung.&#13;
&#13;
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat untuk mencari solusi bersama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sudah membahas ini dengan Wali Kota Bandung. Ada empat masalah utama di Bandung Raya yang harus diselesaikan bersama, yaitu banjir, sampah, kemacetan, dan tata ruang. Saya tidak mau hanya berwacana, harus ada solusi konkret,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Mochammad Dian Alma&amp;rsquo;ruf, menjelaskan bahwa bencana banjir ini terjadi karena kapasitas Sungai Cikapundung Kolot yang sudah tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Debit air saat kejadian mencapai 415 kubik, sementara kapasitas sungai hanya 297 kubik. Selain itu, pertemuan dengan Sungai Cikapundung Kota menyebabkan backwater, yang memperparah tekanan dan menjebol tanggul,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pembangunan tanggul sepanjang dua kilometer sebenarnya telah diusulkan sejak 2020, tetapi belum rampung akibat keterbatasan anggaran.&#13;
&#13;
Saat ini, pihaknya masih melakukan penanganan darurat dengan pemasangan geobox sebagai fondasi sebelum dilakukan perbaikan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami akan usulkan kembali pembangunan tanggul sepanjang 2,1 km agar tidak terus terjadi banjir. Kami harap anggaran tahun depan memungkinkan proyek ini segera terealisasi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
