<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen PU Ungkap Biang Kerok Banjir Bandang di Bekasi</title><description>Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti mengungkap biang kerok banjir bandang yang melanda Bekasi, Jawa Barat. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/05/337/3119429/wamen-pu-ungkap-biang-kerok-banjir-bandang-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/05/337/3119429/wamen-pu-ungkap-biang-kerok-banjir-bandang-di-bekasi"/><item><title>Wamen PU Ungkap Biang Kerok Banjir Bandang di Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/05/337/3119429/wamen-pu-ungkap-biang-kerok-banjir-bandang-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/05/337/3119429/wamen-pu-ungkap-biang-kerok-banjir-bandang-di-bekasi</guid><pubDate>Rabu 05 Maret 2025 01:05 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/04/337/3119429/banjir_di_bekasi-5Kpk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Bekasi (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/04/337/3119429/banjir_di_bekasi-5Kpk_large.jpg</image><title>Banjir di Bekasi (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti mengungkap biang kerok banjir bandang yang melanda Bekasi, Jawa Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia memastikan bukan akibat tanggul jebol. Namun dikarenakan curah hujan tinggi yang menyebabkan meningkatnya debit air di aliran sungai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ndak-ndak, gak ada yang jebol loh ya, memang curah hujan intensitas tinggi dari kemarin berapa hari,&amp;quot; tegas Diana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).&#13;
&#13;
Diana pun mengatakan, bahwa akan ada pengerukan terhadap sungai-sungai sekitar Bekasi yang menyebabkan banjir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti ada pengerukan akan kita lakukan tapi tidak sekarang,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Diana kembali menegaskan bahwa berdasarkan pengamatan pihaknya tidak ada tanggul yang jebol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan pengamatan kami, itu tidak ada tanggul yang jebol tapi volume intensitas hujan itu memang sangat tinggi sekali jadi ini meluap,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada kesempatan itu, Diana mengatakan pihaknya juga akan menurunkan pompa penyedot air banjir. &amp;quot;Makanya kalau saya harus pompa, airnya mau ditaroh dimana, kita tunggu surut dulu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Diana pun mengatakan pihaknya akan melakukan pengerukan sedimentasi sungai sebagai upaya untuk mencegah banjir berulang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita juga sudah kirim perahu karet, yang penting penduduk diamankan terlebih dahulu, nanti untuk penanganannya nanti kita akan keruk sedimentasi di sungai itu yang utama harus dilakukan bersama,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti mengungkap biang kerok banjir bandang yang melanda Bekasi, Jawa Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia memastikan bukan akibat tanggul jebol. Namun dikarenakan curah hujan tinggi yang menyebabkan meningkatnya debit air di aliran sungai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ndak-ndak, gak ada yang jebol loh ya, memang curah hujan intensitas tinggi dari kemarin berapa hari,&amp;quot; tegas Diana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).&#13;
&#13;
Diana pun mengatakan, bahwa akan ada pengerukan terhadap sungai-sungai sekitar Bekasi yang menyebabkan banjir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti ada pengerukan akan kita lakukan tapi tidak sekarang,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Diana kembali menegaskan bahwa berdasarkan pengamatan pihaknya tidak ada tanggul yang jebol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan pengamatan kami, itu tidak ada tanggul yang jebol tapi volume intensitas hujan itu memang sangat tinggi sekali jadi ini meluap,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada kesempatan itu, Diana mengatakan pihaknya juga akan menurunkan pompa penyedot air banjir. &amp;quot;Makanya kalau saya harus pompa, airnya mau ditaroh dimana, kita tunggu surut dulu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Diana pun mengatakan pihaknya akan melakukan pengerukan sedimentasi sungai sebagai upaya untuk mencegah banjir berulang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita juga sudah kirim perahu karet, yang penting penduduk diamankan terlebih dahulu, nanti untuk penanganannya nanti kita akan keruk sedimentasi di sungai itu yang utama harus dilakukan bersama,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
