<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempar! Santri Tewas Dibunuh Santri Usai Aniaya Santriwati di Bandung Jelang Sahur</title><description>Kejadian itu bermula saat saksi datang ke asrama putri dan mendengar teriakan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/06/525/3119943/gempar-santri-tewas-dibunuh-santri-usai-aniaya-santriwati-di-bandung-jelang-sahur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/06/525/3119943/gempar-santri-tewas-dibunuh-santri-usai-aniaya-santriwati-di-bandung-jelang-sahur"/><item><title>Gempar! Santri Tewas Dibunuh Santri Usai Aniaya Santriwati di Bandung Jelang Sahur</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/06/525/3119943/gempar-santri-tewas-dibunuh-santri-usai-aniaya-santriwati-di-bandung-jelang-sahur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/06/525/3119943/gempar-santri-tewas-dibunuh-santri-usai-aniaya-santriwati-di-bandung-jelang-sahur</guid><pubDate>Kamis 06 Maret 2025 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/06/525/3119943/pembunuhan-1ns6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempar! Santri Tewas Dibunuh Santri Usai Aniaya Santriwati di Bandung Jelang Sahur</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/06/525/3119943/pembunuhan-1ns6_large.jpg</image><title>Gempar! Santri Tewas Dibunuh Santri Usai Aniaya Santriwati di Bandung Jelang Sahur</title></images><description>BANDUNG - Seorang santri di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas dibantai menjjelang sahur. Korban tewas akibat pembacokan oleh sesama santri di salah satu pesantren di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Kapolsek Ibun Iptu Deny Fourtjahjanto, membenarkan jika kejadian tersebut terjadi pada Rabu (5/3) sekitar pukul 01.30 WIB dinihari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara kejadian betul ada penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. korban dan tersangka santri disana,&amp;quot; ujarnya saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (6/3/2025).&#13;
&#13;
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian itu bermula saat saksi datang ke asrama putri dan mendengar teriakan pada pukul 01.30 WIB.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saksi melihat kondisi di asrama putri ada yang jerit-jerit sekitar jam 01.30 WIB. Kondisinya santri inisial A (14) menganiaya santriwati inisial FF (20) dengan menggunakan celurit. Setelah ramai, si santri inisial A itu kabur,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Kemudian salah satu santri laki-laki berinisial FH (23) membantu korban untuk ke rumah sakit. Namun di perjalanan FH melihat si santri A yang melakukan penganiayaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tengah jalan, santri FH (23) melihat si santri A yang menganiaya santriwati ini. Karena masih pada bawa golok, ribut, langsung ditebas. Akhirnya baik si A dan santriwati yang dianiaya sama si A ini masuk ke mobil semua dua-duanya,&amp;quot;&amp;nbsp; ungkapnya.&#13;
&#13;
Deny menambahkan, menurut keterangan saksi jika santriwati ini ditemukan dengan kondisi memprihatinkan selain mengalami luka lima tusukan, celananya sudah dalam keadaan terbuka.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Santriwati ini ditemukan berdarah dengan luka bacokan celurit ada sekitar lima luka tusukan. kondisi santriwatinya celana sudah terbuka, tapi celana dalam belum terbuka,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apakah ditarik, atau mau terjadi pemerkosaan, karena kita belum bisa ngambil keterangan yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Namun tak lama setelah kejadian tersebut santri FH pun langsung menyerahkan diri ke polsek Ibun. Sedangkan santri A yang sempat dirawat akhirnya meninggal dunia pada pukul 06.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Santri A sempat dirawat, sekitar jam 6 pagi dapat kabar yang menganiaya santri meninggal dunia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Adapun saat ini perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung untuk ditangani.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Seorang santri di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas dibantai menjjelang sahur. Korban tewas akibat pembacokan oleh sesama santri di salah satu pesantren di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Kapolsek Ibun Iptu Deny Fourtjahjanto, membenarkan jika kejadian tersebut terjadi pada Rabu (5/3) sekitar pukul 01.30 WIB dinihari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara kejadian betul ada penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. korban dan tersangka santri disana,&amp;quot; ujarnya saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (6/3/2025).&#13;
&#13;
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian itu bermula saat saksi datang ke asrama putri dan mendengar teriakan pada pukul 01.30 WIB.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saksi melihat kondisi di asrama putri ada yang jerit-jerit sekitar jam 01.30 WIB. Kondisinya santri inisial A (14) menganiaya santriwati inisial FF (20) dengan menggunakan celurit. Setelah ramai, si santri inisial A itu kabur,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Kemudian salah satu santri laki-laki berinisial FH (23) membantu korban untuk ke rumah sakit. Namun di perjalanan FH melihat si santri A yang melakukan penganiayaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tengah jalan, santri FH (23) melihat si santri A yang menganiaya santriwati ini. Karena masih pada bawa golok, ribut, langsung ditebas. Akhirnya baik si A dan santriwati yang dianiaya sama si A ini masuk ke mobil semua dua-duanya,&amp;quot;&amp;nbsp; ungkapnya.&#13;
&#13;
Deny menambahkan, menurut keterangan saksi jika santriwati ini ditemukan dengan kondisi memprihatinkan selain mengalami luka lima tusukan, celananya sudah dalam keadaan terbuka.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Santriwati ini ditemukan berdarah dengan luka bacokan celurit ada sekitar lima luka tusukan. kondisi santriwatinya celana sudah terbuka, tapi celana dalam belum terbuka,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apakah ditarik, atau mau terjadi pemerkosaan, karena kita belum bisa ngambil keterangan yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Namun tak lama setelah kejadian tersebut santri FH pun langsung menyerahkan diri ke polsek Ibun. Sedangkan santri A yang sempat dirawat akhirnya meninggal dunia pada pukul 06.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Santri A sempat dirawat, sekitar jam 6 pagi dapat kabar yang menganiaya santri meninggal dunia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Adapun saat ini perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung untuk ditangani.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
