<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita SBY Reformasi ABRI: Tentara Masuk Pemerintahan Harus Pensiun hingga Ratusan Jenderal Diberhentikan</title><description>SBY mengaku dirinya merupakan pelaku reformasi ABRI.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/337/3120236/cerita-sby-reformasi-abri-tentara-masuk-pemerintahan-harus-pensiun-hingga-ratusan-jenderal-diberhentikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/07/337/3120236/cerita-sby-reformasi-abri-tentara-masuk-pemerintahan-harus-pensiun-hingga-ratusan-jenderal-diberhentikan"/><item><title>Cerita SBY Reformasi ABRI: Tentara Masuk Pemerintahan Harus Pensiun hingga Ratusan Jenderal Diberhentikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/337/3120236/cerita-sby-reformasi-abri-tentara-masuk-pemerintahan-harus-pensiun-hingga-ratusan-jenderal-diberhentikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/07/337/3120236/cerita-sby-reformasi-abri-tentara-masuk-pemerintahan-harus-pensiun-hingga-ratusan-jenderal-diberhentikan</guid><pubDate>Jum'at 07 Maret 2025 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/07/337/3120236/sby-GNjw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita SBY Reformasi ABRI: Tentara Masuk Pemerintahan Harus Pensiun</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/07/337/3120236/sby-GNjw_large.jpg</image><title>Cerita SBY Reformasi ABRI: Tentara Masuk Pemerintahan Harus Pensiun</title></images><description>JAKARTA - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membagikan&amp;nbsp;pengalamannya saat&amp;nbsp;melakukan reformasi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Konsep awal reformasi ABRI yakni tak ada prajurit yang duduk di jabatan sipil atau Pemerintahan.&#13;
&#13;
Demikian diutarakannya dalam acara bedah buku &amp;quot;Standing Firm for Indonesia&amp;#39;s Democracy: An Oral History of President Susilo Bambang Yudhoyono,&amp;quot; yang digelar KBRI Tokyo secara hybrid, Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
SBY mengaku dirinya merupakan pelaku reformasi ABRI. Ia berkata, dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Tim Reformasi ABRI yang ditugaskan untuk memastikan prajurit bekerja sesuai amanah konstitusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ketua tim reformasi ABRI bekerja selama 2 tahun untuk memastikan TNI-Polri atau ABRI itu kembali ketugas pokok yang diamanahkan oleh konstitusi,&amp;quot; tutur SBY.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia berkata, konstitusi memberi amanah para prajurit ABRI untuk tak berpolitik dan menjunjung tinggi demokrasi. SBY mengatakan, nilai itu menjadi hakikat reformasi ABRI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena tidak ada lagi fungsi kekaryaan, fungsi sospol, ada ratusan jenderal berada di mana-mana, itu dihentikan semua,&amp;quot; ucap SBY.&#13;
&#13;
SBY mengatakan, jenderal militer harus pensiun dini bila dibutuhkan masuk ke jabatan Pemerintah. Ia berkata, kebijakan itu merupakan konsep reformasi ABRI yang dijalankan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau ada tentara aktif yang cakep, yang diperlukan, bisa masuk ke pemerintahan dengan catatan pensiun, tidak lagi menjadi jenderal aktif, itulah dulu konsep awal military reform yang kita jalankan,&amp;quot; terang SBY.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semangatnya jelas, konsepnya jelas, legality-nya jelas sehingga mendapatkan legitimasi yang tinggi. Dan itu segaris dengan amanah konstitusi dan undang-undang yang berlaku, segaris dengan respect for democratic values, segaris dengan apa yang dikehendaki oleh rakyat Indonesia,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membagikan&amp;nbsp;pengalamannya saat&amp;nbsp;melakukan reformasi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Konsep awal reformasi ABRI yakni tak ada prajurit yang duduk di jabatan sipil atau Pemerintahan.&#13;
&#13;
Demikian diutarakannya dalam acara bedah buku &amp;quot;Standing Firm for Indonesia&amp;#39;s Democracy: An Oral History of President Susilo Bambang Yudhoyono,&amp;quot; yang digelar KBRI Tokyo secara hybrid, Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
SBY mengaku dirinya merupakan pelaku reformasi ABRI. Ia berkata, dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Tim Reformasi ABRI yang ditugaskan untuk memastikan prajurit bekerja sesuai amanah konstitusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ketua tim reformasi ABRI bekerja selama 2 tahun untuk memastikan TNI-Polri atau ABRI itu kembali ketugas pokok yang diamanahkan oleh konstitusi,&amp;quot; tutur SBY.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia berkata, konstitusi memberi amanah para prajurit ABRI untuk tak berpolitik dan menjunjung tinggi demokrasi. SBY mengatakan, nilai itu menjadi hakikat reformasi ABRI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena tidak ada lagi fungsi kekaryaan, fungsi sospol, ada ratusan jenderal berada di mana-mana, itu dihentikan semua,&amp;quot; ucap SBY.&#13;
&#13;
SBY mengatakan, jenderal militer harus pensiun dini bila dibutuhkan masuk ke jabatan Pemerintah. Ia berkata, kebijakan itu merupakan konsep reformasi ABRI yang dijalankan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau ada tentara aktif yang cakep, yang diperlukan, bisa masuk ke pemerintahan dengan catatan pensiun, tidak lagi menjadi jenderal aktif, itulah dulu konsep awal military reform yang kita jalankan,&amp;quot; terang SBY.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semangatnya jelas, konsepnya jelas, legality-nya jelas sehingga mendapatkan legitimasi yang tinggi. Dan itu segaris dengan amanah konstitusi dan undang-undang yang berlaku, segaris dengan respect for democratic values, segaris dengan apa yang dikehendaki oleh rakyat Indonesia,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
