<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa UKI Tewas Diduga Dikeroyok, Ada Luka di Bagian Kepala</title><description>Polisi mengungkap adanya luka di bagian kepala di kasus tewasnya mahasiswa  Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erzha Walewangko (22).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/338/3120367/mahasiswa-uki-tewas-diduga-dikeroyok-ada-luka-di-bagian-kepala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/07/338/3120367/mahasiswa-uki-tewas-diduga-dikeroyok-ada-luka-di-bagian-kepala"/><item><title>Mahasiswa UKI Tewas Diduga Dikeroyok, Ada Luka di Bagian Kepala</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/338/3120367/mahasiswa-uki-tewas-diduga-dikeroyok-ada-luka-di-bagian-kepala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/07/338/3120367/mahasiswa-uki-tewas-diduga-dikeroyok-ada-luka-di-bagian-kepala</guid><pubDate>Jum'at 07 Maret 2025 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/07/338/3120367/mayat-yBmU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/07/338/3120367/mayat-yBmU_large.jpg</image><title>Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polisi mengungkap adanya luka di bagian kepala di kasus tewasnya mahasiswa &amp;nbsp;Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erzha Walewangko (22). Kenzha tewas diduga karena dikeroyok.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di bagian kepala ada (luka),&amp;rdquo; kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary lilipaly di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
Meski begitu, Nicolas belum bisa memastikan apakah korban tersebut tewas lantaran dikeroyok atau tidak. Sebab, kata dia, penyidik masih melakukan pendalaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai saat ini, kami belum bisa menyimpulkan, apakah itu keroyok atau satu lawan satu atau karena kecelakaan. Yang pasti kami masih dalam scientific investigation,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita meneliti alat-alat bukti yang ada, barang bukti yang ada. Jangan kita berasumsi, nggak boleh berasumsi,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Momen Pesta Miras dan Cekcok&#13;
&#13;
Sebelumnya, polisi menyebut, ada pesta minuman keras (miras) sebelum peristiwa itu terjadi. &amp;ldquo;Menurut keterangan saksi 4 EFW bahwa pada hari Selasa 4 Maret 2025, awalnya sekitar pukul 16.30 WIB meminum minuman berakohol jenis arak bali bersama dengan ketiga temannya yaitu A dan H,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Jumat.&#13;
&#13;
Ade Ary menerangkan, sekitar pukul 17.00 WIB, saksi EFW hendak membeli miras. Di jalan menuju keluar kampus, EFW bertemu dengan korban.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian (saksi) bertemu dengan korban di pintu keluar kampus UKI dan korban bertanya kepada saksi E &amp;ldquo;mau kemana?&amp;rdquo; kemudian saksi menjawab &amp;ldquo;mau beli arak bali&amp;rdquo;,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat itu, korban bersama EFW kemudian pergi membeli minuman di sebuah toko yang berada di Jalan Sutoyo, Cawang. &amp;ldquo;Setelah membeli minuman tersebut antara saksi dan korban minum bersama dengan A, H, K, J, S dan R di taman perpustakaan kampus UKI,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIB, adanya cekcok mulut yang terjadi oleh korban. Namun, tidak diketahui penyebab dari percekcokan itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah itu suasana kembali mereda saksi, korban beserta temannya kembali minum bersama,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Selang waktu pukul 19.30 WIB, korban kembali terlibat cekcok mulut. Saat itu, pihak keamanan kampus turut melerai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian saksi 4 memapah korban ke arah pintu keluar dan pada saat di pintu keluar saksi 4 (EFW) tinggal karena mengira korban akan mengambil sepeda motornya untuk pulang,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Saat EFW kembali ke arah saung, ternyata korban tidak mengarah ke sepeda motor miliknya. Melainkan mengarah ke pagar sambil berteriak dan mengoyak-oyak pagar sampai akhirnya korban terjatuh bersama dengan pagar ke arah depan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian, korban diangkat oleh seseorang yang tidak saksi EFW kenal dengan kondisi muka dan hidung yang mengeluarkan darah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Saat itu, korban sempat dibawa ke IGD Rumah Sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur. Namun, nyawanya tak tertolong.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi mengungkap adanya luka di bagian kepala di kasus tewasnya mahasiswa &amp;nbsp;Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erzha Walewangko (22). Kenzha tewas diduga karena dikeroyok.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di bagian kepala ada (luka),&amp;rdquo; kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary lilipaly di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
Meski begitu, Nicolas belum bisa memastikan apakah korban tersebut tewas lantaran dikeroyok atau tidak. Sebab, kata dia, penyidik masih melakukan pendalaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai saat ini, kami belum bisa menyimpulkan, apakah itu keroyok atau satu lawan satu atau karena kecelakaan. Yang pasti kami masih dalam scientific investigation,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita meneliti alat-alat bukti yang ada, barang bukti yang ada. Jangan kita berasumsi, nggak boleh berasumsi,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Momen Pesta Miras dan Cekcok&#13;
&#13;
Sebelumnya, polisi menyebut, ada pesta minuman keras (miras) sebelum peristiwa itu terjadi. &amp;ldquo;Menurut keterangan saksi 4 EFW bahwa pada hari Selasa 4 Maret 2025, awalnya sekitar pukul 16.30 WIB meminum minuman berakohol jenis arak bali bersama dengan ketiga temannya yaitu A dan H,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Jumat.&#13;
&#13;
Ade Ary menerangkan, sekitar pukul 17.00 WIB, saksi EFW hendak membeli miras. Di jalan menuju keluar kampus, EFW bertemu dengan korban.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian (saksi) bertemu dengan korban di pintu keluar kampus UKI dan korban bertanya kepada saksi E &amp;ldquo;mau kemana?&amp;rdquo; kemudian saksi menjawab &amp;ldquo;mau beli arak bali&amp;rdquo;,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat itu, korban bersama EFW kemudian pergi membeli minuman di sebuah toko yang berada di Jalan Sutoyo, Cawang. &amp;ldquo;Setelah membeli minuman tersebut antara saksi dan korban minum bersama dengan A, H, K, J, S dan R di taman perpustakaan kampus UKI,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIB, adanya cekcok mulut yang terjadi oleh korban. Namun, tidak diketahui penyebab dari percekcokan itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah itu suasana kembali mereda saksi, korban beserta temannya kembali minum bersama,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Selang waktu pukul 19.30 WIB, korban kembali terlibat cekcok mulut. Saat itu, pihak keamanan kampus turut melerai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian saksi 4 memapah korban ke arah pintu keluar dan pada saat di pintu keluar saksi 4 (EFW) tinggal karena mengira korban akan mengambil sepeda motornya untuk pulang,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Saat EFW kembali ke arah saung, ternyata korban tidak mengarah ke sepeda motor miliknya. Melainkan mengarah ke pagar sambil berteriak dan mengoyak-oyak pagar sampai akhirnya korban terjatuh bersama dengan pagar ke arah depan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian, korban diangkat oleh seseorang yang tidak saksi EFW kenal dengan kondisi muka dan hidung yang mengeluarkan darah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Saat itu, korban sempat dibawa ke IGD Rumah Sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur. Namun, nyawanya tak tertolong.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
