<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Analisis CCTV Terkait Tewasnya Mahasiswa UKI yang Diduga Dikeroyok, Mana Saja?</title><description>Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erzha Walewangko (22) yang diduga dikeroyok.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/338/3120390/polisi-analisis-cctv-terkait-tewasnya-mahasiswa-uki-yang-diduga-dikeroyok-mana-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/07/338/3120390/polisi-analisis-cctv-terkait-tewasnya-mahasiswa-uki-yang-diduga-dikeroyok-mana-saja"/><item><title>Polisi Analisis CCTV Terkait Tewasnya Mahasiswa UKI yang Diduga Dikeroyok, Mana Saja?</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/338/3120390/polisi-analisis-cctv-terkait-tewasnya-mahasiswa-uki-yang-diduga-dikeroyok-mana-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/07/338/3120390/polisi-analisis-cctv-terkait-tewasnya-mahasiswa-uki-yang-diduga-dikeroyok-mana-saja</guid><pubDate>Jum'at 07 Maret 2025 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/07/338/3120390/ilustrasi-917G_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/07/338/3120390/ilustrasi-917G_large.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erzha Walewangko (22) yang diduga dikeroyok.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengatakan saat ini pihaknya tengah menganalisis CCTV yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;CCTV (sudah) dapat. Itu yang kita sedang lakukan analisis terkait dengan alat bukti yang kita kumpulkan,&amp;rdquo; kata Nicolas, di UKI Jakarta Timur, pada Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nicolas mengungkapkan CCTV yang diamankan di antaranya berisikan rekaman saat korban berada di tempat kejadian pertama.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;TKP yang mereka minum-minum ada, sedikit cekcok mulut, sedikit keributan sampe satpam datang itu terlihat,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam rekaman CCTV tersebut, kata dia, terlihat pula saat korban diantar rekan-rekannya keluar pagar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Juga terlihat bahwa yang bersangkutan diantar keluar pagar itu juga terlihat, berapa orang yang mengantar korban keluar pagar untuk menyuruh korban pulang juga terlihat,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski begitu, Nicolas menyebutkan rekaman video yang terdapat dalam CCTV tersebut merupakan tempat kejadian perkara (TKP) pertama, bukan saat korban yang jatuh di dekat got.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi CCTV di sekitar area TKP, TKP pertama. Bukan TKP yang tempat yang diduga korban jatuh yang di dekat got dan pagar itu. Itu yang tidak terpantau,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
*Momen Pesta Miras dan Cekcok*&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, polisi menyebut, ada pesta minuman keras (miras) sebelum peristiwa itu terjadi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut keterangan Saksi 4 EFW bahwa pada hari Selasa 4 Maret 2025, awalnya sekitar pukul 16.30 WIB meminum minuman berakohol jenis arak bali bersama dengan ketiga teman nya yaitu A dan H,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ade Ary menerangkan, sekitar pukul 17.00 WIB saksi EFW hendak membeli miras. Di jalan menuju keluar kampus, EFW bertemu dengan korban.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian (saksi) bertemu dengan korban di pintu keluar kampus UKI dan korban bertanya kepada saksi E &amp;ldquo;mau kemana?&amp;rdquo; kemudian saksi menjawab &amp;ldquo;mau beli arak bali&amp;rdquo;,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat itu, korban bersama EFW kemudian pergi membeli minuman di sebuah toko yang berada di Jalan Sutoyo, Cawang.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah membeli minuman tersebut antara saksi dan korban minum bersama dengan A, H, K, J, S dan R di taman perpustakaan kampus UKI,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya pada pukul 18.00 WIB, adanya cekcok mulut yang terjadi oleh korban. Namun, tidak diketahui penyebab dari percekcokan itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah itu suasana kembali mereda saksi, korban beserta teman nya kembali minum bersama,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selang waktu pukul 19.30 WIB, korban kembali terlibat cekcok mulut. Saat itu, pihak keamanan kampus turut melerai.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian saksi 4 mepapah korban ke arah pintu keluar dan pada saat di pintu keluar saksi 4 (EFW) tinggal karena mengira korban akan mengambil sepeda motor nya untuk pulang,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat EFW kembali ke arah saung, ternyata korban tidak mengarah ke sepeda motor miliknya. Melainkan mengarah ke pagar sambil berteriak dan mengoyak-oyak pagar sampai akhirnya korban terjatuh bersama dengan pagar ke arah depan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian korban diangkat oleh seseorang yang tidak saksi EFW kenal dengan kondisi muka dan hidung yang mengeluarkan darah,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erzha Walewangko (22) yang diduga dikeroyok.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengatakan saat ini pihaknya tengah menganalisis CCTV yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;CCTV (sudah) dapat. Itu yang kita sedang lakukan analisis terkait dengan alat bukti yang kita kumpulkan,&amp;rdquo; kata Nicolas, di UKI Jakarta Timur, pada Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nicolas mengungkapkan CCTV yang diamankan di antaranya berisikan rekaman saat korban berada di tempat kejadian pertama.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;TKP yang mereka minum-minum ada, sedikit cekcok mulut, sedikit keributan sampe satpam datang itu terlihat,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam rekaman CCTV tersebut, kata dia, terlihat pula saat korban diantar rekan-rekannya keluar pagar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Juga terlihat bahwa yang bersangkutan diantar keluar pagar itu juga terlihat, berapa orang yang mengantar korban keluar pagar untuk menyuruh korban pulang juga terlihat,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski begitu, Nicolas menyebutkan rekaman video yang terdapat dalam CCTV tersebut merupakan tempat kejadian perkara (TKP) pertama, bukan saat korban yang jatuh di dekat got.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi CCTV di sekitar area TKP, TKP pertama. Bukan TKP yang tempat yang diduga korban jatuh yang di dekat got dan pagar itu. Itu yang tidak terpantau,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
*Momen Pesta Miras dan Cekcok*&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, polisi menyebut, ada pesta minuman keras (miras) sebelum peristiwa itu terjadi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut keterangan Saksi 4 EFW bahwa pada hari Selasa 4 Maret 2025, awalnya sekitar pukul 16.30 WIB meminum minuman berakohol jenis arak bali bersama dengan ketiga teman nya yaitu A dan H,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (7/3/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ade Ary menerangkan, sekitar pukul 17.00 WIB saksi EFW hendak membeli miras. Di jalan menuju keluar kampus, EFW bertemu dengan korban.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian (saksi) bertemu dengan korban di pintu keluar kampus UKI dan korban bertanya kepada saksi E &amp;ldquo;mau kemana?&amp;rdquo; kemudian saksi menjawab &amp;ldquo;mau beli arak bali&amp;rdquo;,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat itu, korban bersama EFW kemudian pergi membeli minuman di sebuah toko yang berada di Jalan Sutoyo, Cawang.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah membeli minuman tersebut antara saksi dan korban minum bersama dengan A, H, K, J, S dan R di taman perpustakaan kampus UKI,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya pada pukul 18.00 WIB, adanya cekcok mulut yang terjadi oleh korban. Namun, tidak diketahui penyebab dari percekcokan itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah itu suasana kembali mereda saksi, korban beserta teman nya kembali minum bersama,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selang waktu pukul 19.30 WIB, korban kembali terlibat cekcok mulut. Saat itu, pihak keamanan kampus turut melerai.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian saksi 4 mepapah korban ke arah pintu keluar dan pada saat di pintu keluar saksi 4 (EFW) tinggal karena mengira korban akan mengambil sepeda motor nya untuk pulang,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat EFW kembali ke arah saung, ternyata korban tidak mengarah ke sepeda motor miliknya. Melainkan mengarah ke pagar sambil berteriak dan mengoyak-oyak pagar sampai akhirnya korban terjatuh bersama dengan pagar ke arah depan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian korban diangkat oleh seseorang yang tidak saksi EFW kenal dengan kondisi muka dan hidung yang mengeluarkan darah,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
