<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilu, Jasad Ibu dan Anak Korban Banjir Palabuhanratu Berpelukan di Bawah Reruntuhan</title><description>Tragedi memilukan terjadi di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, ketika seorang ibu dan anak ditemukan meninggal dunia dalam posisi berpelukan setelah tertimbun rumah mereka yang roboh akibat banjir.  &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/525/3120445/pilu-jasad-ibu-dan-anak-korban-banjir-palabuhanratu-berpelukan-di-bawah-reruntuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/07/525/3120445/pilu-jasad-ibu-dan-anak-korban-banjir-palabuhanratu-berpelukan-di-bawah-reruntuhan"/><item><title>Pilu, Jasad Ibu dan Anak Korban Banjir Palabuhanratu Berpelukan di Bawah Reruntuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/525/3120445/pilu-jasad-ibu-dan-anak-korban-banjir-palabuhanratu-berpelukan-di-bawah-reruntuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/07/525/3120445/pilu-jasad-ibu-dan-anak-korban-banjir-palabuhanratu-berpelukan-di-bawah-reruntuhan</guid><pubDate>Jum'at 07 Maret 2025 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/07/525/3120445/jasad_ibu_dan_anak_korban_banjir_palabuhanratu_berpelukan_di_bawah_reruntuhan-RKIb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jasad Ibu dan Anak Korban Banjir Palabuhanratu Berpelukan di Bawah Reruntuhan (Foto : Okezone/Ilham N)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/07/525/3120445/jasad_ibu_dan_anak_korban_banjir_palabuhanratu_berpelukan_di_bawah_reruntuhan-RKIb_large.jpg</image><title>Jasad Ibu dan Anak Korban Banjir Palabuhanratu Berpelukan di Bawah Reruntuhan (Foto : Okezone/Ilham N)</title></images><description>SUKABUMI - Tragedi memilukan terjadi di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, ketika seorang ibu dan anak ditemukan meninggal dunia dalam posisi berpelukan setelah tertimbun rumah mereka yang roboh akibat banjir. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tim SAR gabungan menemukan jasad Santi alias Zahra (40) dan putrinya, Nurul (3), di Kampung Gumelar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, pada Jumat (7/3/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kedua korban ditemukan dalam posisi berpelukan pada radius lima meter dari rumahnya, terjebak di antara tumpukan sampah akibat banjir,&amp;quot; ungkap Kasie Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah ditemukan, jenazah ibu dan anak tersebut langsung dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu untuk proses lebih lanjut. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga kini, tim SAR dan pihak berwenang masih terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban lain serta membersihkan material akibat banjir,&amp;quot; tuturnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak Kamis 6 Maret 2025 malam, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah.&#13;
&#13;
Data sementara dari BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 116 kepala keluarga (KK) atau 204 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut 159 warga terpaksa harus mengungsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bencana tersebut juga mengakibatkan 7 orang hilang dan 1 korban meninggal dunia di Kecamatan Simpenan. Selain itu, 120 rumah terendam, sementara 10 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 5 rumah rusak ringan, dan 5 rusak berat.&#13;
&#13;
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi Agung Koswara mengungkapkan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan volume air secara drastis. Kondisi itu mengakibatkan bencana di berbagai kecamatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hujan deras yang berlangsung lama telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Kami terus melakukan pendataan dan evakuasi di titik-titik terdampak. Saat ini, tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk memastikan keselamatan warga,&amp;quot; ujar Agung.&#13;
</description><content:encoded>SUKABUMI - Tragedi memilukan terjadi di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, ketika seorang ibu dan anak ditemukan meninggal dunia dalam posisi berpelukan setelah tertimbun rumah mereka yang roboh akibat banjir. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tim SAR gabungan menemukan jasad Santi alias Zahra (40) dan putrinya, Nurul (3), di Kampung Gumelar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, pada Jumat (7/3/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kedua korban ditemukan dalam posisi berpelukan pada radius lima meter dari rumahnya, terjebak di antara tumpukan sampah akibat banjir,&amp;quot; ungkap Kasie Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah ditemukan, jenazah ibu dan anak tersebut langsung dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu untuk proses lebih lanjut. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga kini, tim SAR dan pihak berwenang masih terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban lain serta membersihkan material akibat banjir,&amp;quot; tuturnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak Kamis 6 Maret 2025 malam, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah.&#13;
&#13;
Data sementara dari BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 116 kepala keluarga (KK) atau 204 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut 159 warga terpaksa harus mengungsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bencana tersebut juga mengakibatkan 7 orang hilang dan 1 korban meninggal dunia di Kecamatan Simpenan. Selain itu, 120 rumah terendam, sementara 10 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 5 rumah rusak ringan, dan 5 rusak berat.&#13;
&#13;
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi Agung Koswara mengungkapkan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan volume air secara drastis. Kondisi itu mengakibatkan bencana di berbagai kecamatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hujan deras yang berlangsung lama telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Kami terus melakukan pendataan dan evakuasi di titik-titik terdampak. Saat ini, tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk memastikan keselamatan warga,&amp;quot; ujar Agung.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
