<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suami Bilang Istri dan Anak Selamat, Ternyata Meninggal Tertimpa Reruntuhan Usai Banjir Bandang</title><description>Warga Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dibuat geram setelah suami dari Santi dan ayah dari Nurul, berbohong tentang keberadaan keluarganya usai banjir bandang Cipalabuhanratu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/525/3120454/suami-bilang-istri-dan-anak-selamat-ternyata-meninggal-tertimpa-reruntuhan-usai-banjir-bandang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/07/525/3120454/suami-bilang-istri-dan-anak-selamat-ternyata-meninggal-tertimpa-reruntuhan-usai-banjir-bandang"/><item><title>Suami Bilang Istri dan Anak Selamat, Ternyata Meninggal Tertimpa Reruntuhan Usai Banjir Bandang</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/07/525/3120454/suami-bilang-istri-dan-anak-selamat-ternyata-meninggal-tertimpa-reruntuhan-usai-banjir-bandang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/07/525/3120454/suami-bilang-istri-dan-anak-selamat-ternyata-meninggal-tertimpa-reruntuhan-usai-banjir-bandang</guid><pubDate>Jum'at 07 Maret 2025 21:17 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/07/525/3120454/ibu_dan_anak_tertimpa_reruntuhan_usai_banjir_bandang-XuVC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibu dan anak tertimpa reruntuhan usai banjir bandang (Foto : Okezone/Ilham N)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/07/525/3120454/ibu_dan_anak_tertimpa_reruntuhan_usai_banjir_bandang-XuVC_large.jpg</image><title>Ibu dan anak tertimpa reruntuhan usai banjir bandang (Foto : Okezone/Ilham N)</title></images><description>SUKABUMI - Warga Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dibuat geram setelah suami dari Santi dan ayah dari Nurul, berbohong tentang keberadaan keluarganya usai banjir bandang Cipalabuhanratu. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Aang sempat mengklaim bahwa istri dan anaknya selamat dan telah mengungsi ke wilayah Cikakak, bahkan pernyataan ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, pada Jumat (7/3/2025) sekitar pukul 13.30 WIB, tim SAR gabungan menemukan Santi dan Nurul dalam keadaan meninggal dunia. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jasad ibu dan anak itu ditemukan dalam posisi berpelukan, tertimbun di antara puing-puing rumah mereka dan tumpukan sampah akibat derasnya arus Sungai Cipalabuhan yang meluap. Fakta ini membuat warga marah dan menuding Aang tidak peduli terhadap keluarganya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah warga yang berada di lokasi evakuasi melampiaskan emosi mereka dengan meneriakkan cacian kepada Aang, menuduhnya lebih mementingkan urusan pribadi dibanding mencari keluarganya yang hilang. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua RW 22 Kampung Gumelar, Reza, membenarkan bahwa kebohongan Aang telah memicu kemarahan warga. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Semalam saya cek langsung ke pasar, saya tanya ke dia soal anak dan istrinya. Dia bilang istrinya sudah pulang ke Cikakak. Jawabannya selalu sama setiap kali ditanya,&amp;quot; ujar Reza. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut warga, Aang tetap menjalankan aktivitasnya di toko kelontongan tanpa menunjukkan kepedulian, sementara orang lain sibuk mencari korban. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beruntung, situasi yang sempat memanas berhasil diredam setelah pihak kepolisian mengamankan Aang guna menghindari tindakan anarkis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, jasad Santi dan Nurul telah dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk proses lebih lanjut,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>SUKABUMI - Warga Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dibuat geram setelah suami dari Santi dan ayah dari Nurul, berbohong tentang keberadaan keluarganya usai banjir bandang Cipalabuhanratu. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Aang sempat mengklaim bahwa istri dan anaknya selamat dan telah mengungsi ke wilayah Cikakak, bahkan pernyataan ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, pada Jumat (7/3/2025) sekitar pukul 13.30 WIB, tim SAR gabungan menemukan Santi dan Nurul dalam keadaan meninggal dunia. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jasad ibu dan anak itu ditemukan dalam posisi berpelukan, tertimbun di antara puing-puing rumah mereka dan tumpukan sampah akibat derasnya arus Sungai Cipalabuhan yang meluap. Fakta ini membuat warga marah dan menuding Aang tidak peduli terhadap keluarganya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah warga yang berada di lokasi evakuasi melampiaskan emosi mereka dengan meneriakkan cacian kepada Aang, menuduhnya lebih mementingkan urusan pribadi dibanding mencari keluarganya yang hilang. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua RW 22 Kampung Gumelar, Reza, membenarkan bahwa kebohongan Aang telah memicu kemarahan warga. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Semalam saya cek langsung ke pasar, saya tanya ke dia soal anak dan istrinya. Dia bilang istrinya sudah pulang ke Cikakak. Jawabannya selalu sama setiap kali ditanya,&amp;quot; ujar Reza. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut warga, Aang tetap menjalankan aktivitasnya di toko kelontongan tanpa menunjukkan kepedulian, sementara orang lain sibuk mencari korban. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beruntung, situasi yang sempat memanas berhasil diredam setelah pihak kepolisian mengamankan Aang guna menghindari tindakan anarkis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, jasad Santi dan Nurul telah dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk proses lebih lanjut,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
