<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UI Sebut Disertasi Doktor Bahlil Tak Bisa Dibatalkan, Ini Penjelasannya...</title><description>Arie menjelaskan, meskipun pada periode sebelumnya Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) telah melakukan promosi doktor namun empat organ UI telah memutuskan bahwa Bahlil harus melakukan revisi terhadap disertasinya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/12/337/3121847/ui-sebut-disertasi-doktor-bahlil-tak-bisa-dibatalkan-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/12/337/3121847/ui-sebut-disertasi-doktor-bahlil-tak-bisa-dibatalkan-ini-penjelasannya"/><item><title>UI Sebut Disertasi Doktor Bahlil Tak Bisa Dibatalkan, Ini Penjelasannya...</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/12/337/3121847/ui-sebut-disertasi-doktor-bahlil-tak-bisa-dibatalkan-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/12/337/3121847/ui-sebut-disertasi-doktor-bahlil-tak-bisa-dibatalkan-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Rabu 12 Maret 2025 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/12/337/3121847/menteri_energi_dan_sumber_daya_mineral_indonesia_bahlil_lahadalia-RNWc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia. Foto: Dok Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/12/337/3121847/menteri_energi_dan_sumber_daya_mineral_indonesia_bahlil_lahadalia-RNWc_large.jpg</image><title>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia. Foto: Dok Okezone.</title></images><description>JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) menyatakan tuntutan terhadap pembatalan disertasi Doktoral Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia tidaklah tepat. Pihak Kampus pun menjelaskan alasannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tuntutan agar disertasi dibatalkan tidak tepat,&amp;quot; kata Direktur Humas, Media, Pemerintah dan Internasional Universitas Indonesia, Arie Afriansyah, Rabu (12/3/2025).&#13;
&#13;
Arie menjelaskan, meskipun pada periode sebelumnya Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) telah melakukan promosi doktor namun empat organ UI telah memutuskan bahwa Bahlil harus melakukan revisi terhadap disertasinya.&#13;
&#13;
Hal itu berarti empat organ UI secara eksplisit menyatakan bahwa disertasi Bahlil sebagai dokumen pendukung kelulusan belum dapat diterima. &amp;quot;Bila disertasi belum diterima dan dinyatakan sah, bagaimana mungkin disertasi tersebut dibatalkan?&amp;quot; ucap Arie.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Universitas Indonesia, kata Arie, juga menegaskan tuntutan pembatalan terhadap gelar yang diberikan kepada Bahlil juga tidak relevan. &amp;nbsp;&amp;quot;Mahasiswa tersebut justru dinyatakan oleh empat organ UI belum dapat lulus dan belum mendapatkan ijazahnya,&amp;quot; tegas Arie.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arie menjelaskan UI memegang prinsip pembinaan lantaran merupakan lembaga pendidikan. Dengan demikian UI memiliki tugas utama dalam mengupayakan peningkatan dan perubahan perilaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bukan hanya menghukum perilaku yang tidak etis,&amp;quot; ucapnya&#13;
&#13;
Bagi mahasiswa, kata dia, pembinaan dilakukan berupa kewajiban peningkatan kualitas disertasi dan tambahan syarat publikasi ilmiah. Sementara, bagi Promotor, Ko-Promotor, Direktur Sekolah, dan Kepala Prodi bentuknya adalah larangan mengajar, menerima mahasiswa bimbingan baru, dan bahkan larangan menjabat di posisi struktural dalam jangka waktu tertentu.&#13;
&#13;
Sementara, pembinaan bagi manajemen berpangkat tinggi di strata akademik dan struktural di UI justru menunjukkan bahwa empat organ UI tidak tebang pilih dalam penerapan sistem dan mekanisme etik.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) menyatakan tuntutan terhadap pembatalan disertasi Doktoral Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia tidaklah tepat. Pihak Kampus pun menjelaskan alasannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tuntutan agar disertasi dibatalkan tidak tepat,&amp;quot; kata Direktur Humas, Media, Pemerintah dan Internasional Universitas Indonesia, Arie Afriansyah, Rabu (12/3/2025).&#13;
&#13;
Arie menjelaskan, meskipun pada periode sebelumnya Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) telah melakukan promosi doktor namun empat organ UI telah memutuskan bahwa Bahlil harus melakukan revisi terhadap disertasinya.&#13;
&#13;
Hal itu berarti empat organ UI secara eksplisit menyatakan bahwa disertasi Bahlil sebagai dokumen pendukung kelulusan belum dapat diterima. &amp;quot;Bila disertasi belum diterima dan dinyatakan sah, bagaimana mungkin disertasi tersebut dibatalkan?&amp;quot; ucap Arie.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Universitas Indonesia, kata Arie, juga menegaskan tuntutan pembatalan terhadap gelar yang diberikan kepada Bahlil juga tidak relevan. &amp;nbsp;&amp;quot;Mahasiswa tersebut justru dinyatakan oleh empat organ UI belum dapat lulus dan belum mendapatkan ijazahnya,&amp;quot; tegas Arie.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arie menjelaskan UI memegang prinsip pembinaan lantaran merupakan lembaga pendidikan. Dengan demikian UI memiliki tugas utama dalam mengupayakan peningkatan dan perubahan perilaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bukan hanya menghukum perilaku yang tidak etis,&amp;quot; ucapnya&#13;
&#13;
Bagi mahasiswa, kata dia, pembinaan dilakukan berupa kewajiban peningkatan kualitas disertasi dan tambahan syarat publikasi ilmiah. Sementara, bagi Promotor, Ko-Promotor, Direktur Sekolah, dan Kepala Prodi bentuknya adalah larangan mengajar, menerima mahasiswa bimbingan baru, dan bahkan larangan menjabat di posisi struktural dalam jangka waktu tertentu.&#13;
&#13;
Sementara, pembinaan bagi manajemen berpangkat tinggi di strata akademik dan struktural di UI justru menunjukkan bahwa empat organ UI tidak tebang pilih dalam penerapan sistem dan mekanisme etik.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
