<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabupaten Bandung Kembali Dilanda Banjir, 4 Kecamatan Terdampak dan Ratusan Jiwa Mengungsi</title><description>Ada empat Kecamatan yang terdampak akibat banjir yang menyebabkan Sungai Citarum kembali meluap.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/16/525/3122980/kabupaten-bandung-kembali-dilanda-banjir-4-kecamatan-terdampak-dan-ratusan-jiwa-mengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/16/525/3122980/kabupaten-bandung-kembali-dilanda-banjir-4-kecamatan-terdampak-dan-ratusan-jiwa-mengungsi"/><item><title>Kabupaten Bandung Kembali Dilanda Banjir, 4 Kecamatan Terdampak dan Ratusan Jiwa Mengungsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/16/525/3122980/kabupaten-bandung-kembali-dilanda-banjir-4-kecamatan-terdampak-dan-ratusan-jiwa-mengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/16/525/3122980/kabupaten-bandung-kembali-dilanda-banjir-4-kecamatan-terdampak-dan-ratusan-jiwa-mengungsi</guid><pubDate>Minggu 16 Maret 2025 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/16/525/3122980/banjir_di_bandung-t8iq_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Bandung</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/16/525/3122980/banjir_di_bandung-t8iq_large.JPG</image><title>Banjir di Bandung</title></images><description>BANDUNG - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (15/3) membuat sejumlah wilayah Kabupaten Bandung kembali di landa banjir pada Minggu (16/3/2025).&#13;
&#13;
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, ada empat Kecamatan yang terdampak akibat banjir yang menyebabkan Sungai Citarum kembali meluap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mencatat bencana banjir di beberapa kecamatan, dari Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Rancaekek, dan Kecamatan Margaasih,&amp;quot; ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama saat dikonfirmasi.&#13;
&#13;
Uka menjelaskan, jika banjir ini terjadi akibat luapan sungai anak Citarum seperti sungai Cikapundung, sungai Cigede, dan sungai Cipalasari. Ketinggian air pun bervariasi mulai dari 50 hingga 80 sentimeter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kemarin kan hujan begitu besar jadi sungai pada meluap ke pemukiman warga,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Uka mengatakan jika banjir yang melanda Kecamatan Bojongsoang terdampak pada tiga Desa, yakni Desa Bojongsoang, Desa Lengkong, dan Desa Bojongsari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Desa Bojongsoang itu ketinggian air 30 sampai 80 sentimeter. Di Desa Lengkong dan Bojongsari itu ketinggian air sampai 50 sentimeter,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Adapun di ketiga Desa tersebut, sebanyak 40 rumah dan 264 jiwa terdampak akibat luapan sungai Ciatrum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kami masih melakukan monitoring. Kami juga sudah mengevakuasi 8 orang lansia dan 16 balita di Kecamatan Bojongsoang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kemudian di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir melanda di dua Desa yakni Desa Dayeuhkolot dan Desa Citereup dengan ketinggian air dari 10 hingga 90 sentimeter.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di Desa Dayeuhkolot banjir merendam 9 Kampung dan dua Jalan raya menuju wilayah kota Bandung.&#13;
&#13;
Sedangkan di Desa Citeureup banjir merendam, dua Kampung, yakni Kampung Leuwi Bandung dan Kampung Sukabirus dengan ketingian air mencapai dada orang dewasa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akibat banjir ini warga di Desa Dayeuhkolot mulai kembali mengungsi. Saat ini ada 60 jiwa terdiri dari 22 dewasa dan anak-anak, 7 lansia, 4 balita, 2 disabilitas dan 3 warga yang sakit,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Adapun di Desa Citereup, ada sekitar 465 jiwa yang saat ini sudah mengungsi di beberapa fasilitas sementara seperti di Masjid-Masjid.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya ada warga yang terpaksa mengisi beberapa fasilitas seperti Masjid At Taqwa Sukabirus dihuni oleh 9 orang lansia dan 15 orang balita. Mesjid SMP 1 Dayeuhkolot sebanyak &amp;nbsp;152 Jiwa yang terdiri dari 9 Lansia, 18 Balita, 1 Bumil ikut mengungsi dan Mesjid Miftahul Falah Lamajang Rw. 07 pengungsi berjumlah 95 Jiwa, terdiri dari 3 Lansia, 5 Balita, 32 Lakilaki, 33 Perempuan, dan Mesjid Baitul Ikhsan Lamajang RW 6, pengungsi berjumlah 72 Jiwa. Mesjid Miftahul Jannah Lamajang RW 16 pengungsi berjumlah 80 Jiwa,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian ada juga warga dari Desa Cangkuang Wetan yang mengungsi sebanyak 13 KK atau 42 jiwa yang berada di Gedung RW 1 Cibedug Hilir. Dan ada juga yang dikontrakan mengungsi sekitar 12 KK,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Sedangkan untuk di Kecamatan Rancaekek, banjir merendam Kampung Babakan, Desa Nanjung Mekar dan Kampung Bojongmenje, Desa Cangkuang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di Rancaekek ada sekitar 176 jiwa dan puluhan rumah warga terendam akibat meluapnya sungai Citarik,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Terakhir banjir melanda Kecamatan Margaasih yang melanda Kampung Rancamalang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banjir di kampung ini akibat jebolnya benteng pembatas irigasi yang menyebabkan satu dinding rumah milik seorang warga jebol,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (15/3) membuat sejumlah wilayah Kabupaten Bandung kembali di landa banjir pada Minggu (16/3/2025).&#13;
&#13;
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, ada empat Kecamatan yang terdampak akibat banjir yang menyebabkan Sungai Citarum kembali meluap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mencatat bencana banjir di beberapa kecamatan, dari Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Rancaekek, dan Kecamatan Margaasih,&amp;quot; ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama saat dikonfirmasi.&#13;
&#13;
Uka menjelaskan, jika banjir ini terjadi akibat luapan sungai anak Citarum seperti sungai Cikapundung, sungai Cigede, dan sungai Cipalasari. Ketinggian air pun bervariasi mulai dari 50 hingga 80 sentimeter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kemarin kan hujan begitu besar jadi sungai pada meluap ke pemukiman warga,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Uka mengatakan jika banjir yang melanda Kecamatan Bojongsoang terdampak pada tiga Desa, yakni Desa Bojongsoang, Desa Lengkong, dan Desa Bojongsari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Desa Bojongsoang itu ketinggian air 30 sampai 80 sentimeter. Di Desa Lengkong dan Bojongsari itu ketinggian air sampai 50 sentimeter,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Adapun di ketiga Desa tersebut, sebanyak 40 rumah dan 264 jiwa terdampak akibat luapan sungai Ciatrum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kami masih melakukan monitoring. Kami juga sudah mengevakuasi 8 orang lansia dan 16 balita di Kecamatan Bojongsoang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kemudian di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir melanda di dua Desa yakni Desa Dayeuhkolot dan Desa Citereup dengan ketinggian air dari 10 hingga 90 sentimeter.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di Desa Dayeuhkolot banjir merendam 9 Kampung dan dua Jalan raya menuju wilayah kota Bandung.&#13;
&#13;
Sedangkan di Desa Citeureup banjir merendam, dua Kampung, yakni Kampung Leuwi Bandung dan Kampung Sukabirus dengan ketingian air mencapai dada orang dewasa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akibat banjir ini warga di Desa Dayeuhkolot mulai kembali mengungsi. Saat ini ada 60 jiwa terdiri dari 22 dewasa dan anak-anak, 7 lansia, 4 balita, 2 disabilitas dan 3 warga yang sakit,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Adapun di Desa Citereup, ada sekitar 465 jiwa yang saat ini sudah mengungsi di beberapa fasilitas sementara seperti di Masjid-Masjid.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya ada warga yang terpaksa mengisi beberapa fasilitas seperti Masjid At Taqwa Sukabirus dihuni oleh 9 orang lansia dan 15 orang balita. Mesjid SMP 1 Dayeuhkolot sebanyak &amp;nbsp;152 Jiwa yang terdiri dari 9 Lansia, 18 Balita, 1 Bumil ikut mengungsi dan Mesjid Miftahul Falah Lamajang Rw. 07 pengungsi berjumlah 95 Jiwa, terdiri dari 3 Lansia, 5 Balita, 32 Lakilaki, 33 Perempuan, dan Mesjid Baitul Ikhsan Lamajang RW 6, pengungsi berjumlah 72 Jiwa. Mesjid Miftahul Jannah Lamajang RW 16 pengungsi berjumlah 80 Jiwa,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian ada juga warga dari Desa Cangkuang Wetan yang mengungsi sebanyak 13 KK atau 42 jiwa yang berada di Gedung RW 1 Cibedug Hilir. Dan ada juga yang dikontrakan mengungsi sekitar 12 KK,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Sedangkan untuk di Kecamatan Rancaekek, banjir merendam Kampung Babakan, Desa Nanjung Mekar dan Kampung Bojongmenje, Desa Cangkuang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di Rancaekek ada sekitar 176 jiwa dan puluhan rumah warga terendam akibat meluapnya sungai Citarik,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Terakhir banjir melanda Kecamatan Margaasih yang melanda Kampung Rancamalang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banjir di kampung ini akibat jebolnya benteng pembatas irigasi yang menyebabkan satu dinding rumah milik seorang warga jebol,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
