<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lepasliarkan 265 Burung di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Menhut: Jangan Ditangkapin Lagi!</title><description>Dia mengajak anak-anak untuk ikut serta melepasliarkan burung-burung tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/17/337/3123285/lepasliarkan-265-burung-di-taman-nasional-gunung-halimun-salak-menhut-jangan-ditangkapin-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/17/337/3123285/lepasliarkan-265-burung-di-taman-nasional-gunung-halimun-salak-menhut-jangan-ditangkapin-lagi"/><item><title>Lepasliarkan 265 Burung di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Menhut: Jangan Ditangkapin Lagi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/17/337/3123285/lepasliarkan-265-burung-di-taman-nasional-gunung-halimun-salak-menhut-jangan-ditangkapin-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/17/337/3123285/lepasliarkan-265-burung-di-taman-nasional-gunung-halimun-salak-menhut-jangan-ditangkapin-lagi</guid><pubDate>Senin 17 Maret 2025 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/17/337/3123285/pemerintah-OdpM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhut Lepasliarkan 265 Ekor Burung di Taman Nasional Gunung Halimun Salak</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/17/337/3123285/pemerintah-OdpM_large.jpg</image><title>Menhut Lepasliarkan 265 Ekor Burung di Taman Nasional Gunung Halimun Salak</title></images><description>BOGOR - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melalukan pelepasliaran ratusan burung di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TN GHS). Acara ini dilaksanakan di Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Bantar Karet, Bogor, Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada 265 ekor burung yang kita lepaskan ada 4 jenis,&amp;quot; kata Menhut Raja Juli dalam keterangannya, Senin (17/3/2025).&#13;
&#13;
Dari 265 ekor burung tersebut diketahui terdiri dari 150 Jalak Kerbau 150, 50 Tekukur, 50 Kutilang dan 15 Trucukan.&#13;
&#13;
Saat pelepasan, Menhut turut mengajak anak-anak di lingkungan sekitar untuk ikut serta melepasliarkan burung-burung tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Menhut mengingatkan anak-anak tersebut agar tidak menangkap maupun membunuh burung-burung terutama yang berada di lingkungan sekitar. &amp;nbsp;&amp;quot;Sudah dilepaskan, jangan ditangkapin ya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menhut mengatakan dirinya sengaja mengajak anak-anak yang berada di lingkungan sekitar, hal ini lantaran masa depan kelestarian hutan bergantung pada mereka. Ia juga mengingatkan agar sejak dini anak-anak diajak untuk perduli tentang lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada beberapa anak saya ajak bareng-bareng, karena masa depan hutan, masa depan keaneka ragaman hayati sangat bergantung pada mereka,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sambil berbisik saya ingatkan jangan ditembak, jangan diketapel. Mengajak anak-anak kita dari usia dini untuk perduli tentang keaneka ragaman hayati kita dan hutan kita akan menjadi lestari,&amp;quot; kata dia melanjutkan.&#13;
&#13;
Dalam kegiatan ini, Menhut didampingi oleh Wamenhut Sulaiman Umar, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Dirjen PSKL Mahfudz, dan Dirjen PDASHL Dyah Murtiningsih.&#13;
</description><content:encoded>BOGOR - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melalukan pelepasliaran ratusan burung di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TN GHS). Acara ini dilaksanakan di Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Bantar Karet, Bogor, Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada 265 ekor burung yang kita lepaskan ada 4 jenis,&amp;quot; kata Menhut Raja Juli dalam keterangannya, Senin (17/3/2025).&#13;
&#13;
Dari 265 ekor burung tersebut diketahui terdiri dari 150 Jalak Kerbau 150, 50 Tekukur, 50 Kutilang dan 15 Trucukan.&#13;
&#13;
Saat pelepasan, Menhut turut mengajak anak-anak di lingkungan sekitar untuk ikut serta melepasliarkan burung-burung tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Menhut mengingatkan anak-anak tersebut agar tidak menangkap maupun membunuh burung-burung terutama yang berada di lingkungan sekitar. &amp;nbsp;&amp;quot;Sudah dilepaskan, jangan ditangkapin ya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menhut mengatakan dirinya sengaja mengajak anak-anak yang berada di lingkungan sekitar, hal ini lantaran masa depan kelestarian hutan bergantung pada mereka. Ia juga mengingatkan agar sejak dini anak-anak diajak untuk perduli tentang lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada beberapa anak saya ajak bareng-bareng, karena masa depan hutan, masa depan keaneka ragaman hayati sangat bergantung pada mereka,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sambil berbisik saya ingatkan jangan ditembak, jangan diketapel. Mengajak anak-anak kita dari usia dini untuk perduli tentang keaneka ragaman hayati kita dan hutan kita akan menjadi lestari,&amp;quot; kata dia melanjutkan.&#13;
&#13;
Dalam kegiatan ini, Menhut didampingi oleh Wamenhut Sulaiman Umar, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Dirjen PSKL Mahfudz, dan Dirjen PDASHL Dyah Murtiningsih.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
