<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ajak Petani Kelola Hutan Menhut: Rakyat Tak Lagi Jadi Penonton!</title><description>Ia tak ingin, masyarakat hanya menjadi penonton saja.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/17/337/3123304/ajak-petani-kelola-hutan-menhut-rakyat-tak-lagi-jadi-penonton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/17/337/3123304/ajak-petani-kelola-hutan-menhut-rakyat-tak-lagi-jadi-penonton"/><item><title>Ajak Petani Kelola Hutan Menhut: Rakyat Tak Lagi Jadi Penonton!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/17/337/3123304/ajak-petani-kelola-hutan-menhut-rakyat-tak-lagi-jadi-penonton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/17/337/3123304/ajak-petani-kelola-hutan-menhut-rakyat-tak-lagi-jadi-penonton</guid><pubDate>Senin 17 Maret 2025 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/17/337/3123304/pemerintah-12GT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ajak Petani Ikut Kelola Hutan Menhut: Rakyat Tak Lagi Jadi Penonton!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/17/337/3123304/pemerintah-12GT_large.jpg</image><title>Ajak Petani Ikut Kelola Hutan Menhut: Rakyat Tak Lagi Jadi Penonton!</title></images><description>BOGOR -Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni&amp;nbsp;mengajak seluruh masyarakat, khususnya para kelompok petani hutan untuk ikut aktif bersama mengelola sekaligus menjaga hutan. Ia tak ingin, masyarakat hanya menjadi penonton saja.&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan Menhut saat mengunjungi kelompok Tani hutan (KTH) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Bantarkaret,&amp;nbsp; Bogor, Jawa Barat. Terdapat 6 kelompok perhutanan sosial yang ditemuinya.&#13;
&#13;
Untuk diketahui, di satu area Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini terdapat 3 skema pengelolaan perhutanan sosial dan Kemitraan Konservasi, yakni hutan kemasyarakatan, hutan desa dan kemitraan konservasi.&#13;
&#13;
Menhut mengatakan, adanya 3 skema dalam satu area ini menunjukan betapa bermakna dan dibutuhkannya partisipasi masyarakat untuk kelestarian hutan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ini menunjukkan lokasi ini ada partisipasi yang meaningfull, yang bermakna, yang penuh, yang melibatkan masyarakat dari beberapa skema yang tersedia di Kementerian Kehutanan,&amp;quot; kata Menhut.&#13;
&#13;
Menurut Raja Juli, ini penting karena selaras dengan amanat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto untuk dapat melibatkan masyarakat secara penuh dalam setiap program pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi paradigmanya, cara berfikirnya harus diubah, yang dulu antara masyarakat dan hutan berjarak,&amp;rdquo; ujar Menhut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rakyat hanya menjadi penonton betapa indahnya, betapa rindangnya hijaunya hutan, sekarang masyarakat diizinkan untuk masuk ke kawasan hutan dengan skema-skema yang ada, perhutanan sosial, konservasi, dan rehabilitasi hutan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>BOGOR -Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni&amp;nbsp;mengajak seluruh masyarakat, khususnya para kelompok petani hutan untuk ikut aktif bersama mengelola sekaligus menjaga hutan. Ia tak ingin, masyarakat hanya menjadi penonton saja.&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan Menhut saat mengunjungi kelompok Tani hutan (KTH) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Bantarkaret,&amp;nbsp; Bogor, Jawa Barat. Terdapat 6 kelompok perhutanan sosial yang ditemuinya.&#13;
&#13;
Untuk diketahui, di satu area Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini terdapat 3 skema pengelolaan perhutanan sosial dan Kemitraan Konservasi, yakni hutan kemasyarakatan, hutan desa dan kemitraan konservasi.&#13;
&#13;
Menhut mengatakan, adanya 3 skema dalam satu area ini menunjukan betapa bermakna dan dibutuhkannya partisipasi masyarakat untuk kelestarian hutan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ini menunjukkan lokasi ini ada partisipasi yang meaningfull, yang bermakna, yang penuh, yang melibatkan masyarakat dari beberapa skema yang tersedia di Kementerian Kehutanan,&amp;quot; kata Menhut.&#13;
&#13;
Menurut Raja Juli, ini penting karena selaras dengan amanat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto untuk dapat melibatkan masyarakat secara penuh dalam setiap program pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi paradigmanya, cara berfikirnya harus diubah, yang dulu antara masyarakat dan hutan berjarak,&amp;rdquo; ujar Menhut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rakyat hanya menjadi penonton betapa indahnya, betapa rindangnya hijaunya hutan, sekarang masyarakat diizinkan untuk masuk ke kawasan hutan dengan skema-skema yang ada, perhutanan sosial, konservasi, dan rehabilitasi hutan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
