<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>554 WNI Korban Online Scam di Myanmar Disiksa hingga Diancam Organ Tubuhnya Dicopot</title><description>Sebanyak 554 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban online scam di Myawaddy, Myanmar dipulangkan ke Indonesia hari ini.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/18/337/3123577/554-wni-korban-online-scam-di-myanmar-disiksa-hingga-diancam-organ-tubuhnya-dicopot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/18/337/3123577/554-wni-korban-online-scam-di-myanmar-disiksa-hingga-diancam-organ-tubuhnya-dicopot"/><item><title>554 WNI Korban Online Scam di Myanmar Disiksa hingga Diancam Organ Tubuhnya Dicopot</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/18/337/3123577/554-wni-korban-online-scam-di-myanmar-disiksa-hingga-diancam-organ-tubuhnya-dicopot</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/18/337/3123577/554-wni-korban-online-scam-di-myanmar-disiksa-hingga-diancam-organ-tubuhnya-dicopot</guid><pubDate>Selasa 18 Maret 2025 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/18/337/3123577/menko_polkam-udJt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polkam Budi Gunawan (Foto: Riana Rizkia/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/18/337/3123577/menko_polkam-udJt_large.jpg</image><title>Menko Polkam Budi Gunawan (Foto: Riana Rizkia/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 554 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban online scam di Myawaddy, Myanmar dipulangkan ke Indonesia hari ini, Selasa (18/3/2025). Selama di sana, mereka mendapatkan kekerasan hingga penyiksaan.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Menko Polkam Budi Gunawan saat Konferensi Pers di Bandara Soetta, Tangerang Banten. Selama di sana, kata dia, para WNI mengalami penyiksaan seperti pemukulan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama mereka bekerja di markas sindikat online scamming ini, para korban yang merupakan pekerjaan WNI telah mengalami berbagai tekanan, kekerasan fisik seperti pukulan dan penyetruman,&amp;rdquo; kata dia, Selasa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, kata dia, korban ada yang diancam salah satu organ tubuhnya akan dikeluarkan jika tidak memenuhi target. &amp;ldquo;Serta diancam akan di ambil organ tubuhnya manakala target yang diberikan oleh para bandar ini tidak bisa terpenuhi,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, lanjut dia, paspor para korban juga diambil dan mereka dilarang untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga. &amp;ldquo;Sehingga dari indikasi-indikasi dan petunjuk yang ada ini sangat kuat bahwa adanya penyanderaan dalam jaringan mafia online scamming dalam skala yang besar atau masif ini,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 554 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban online scam di Myawaddy, Myanmar dipulangkan ke Indonesia hari ini, Selasa (18/3/2025). Selama di sana, mereka mendapatkan kekerasan hingga penyiksaan.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Menko Polkam Budi Gunawan saat Konferensi Pers di Bandara Soetta, Tangerang Banten. Selama di sana, kata dia, para WNI mengalami penyiksaan seperti pemukulan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama mereka bekerja di markas sindikat online scamming ini, para korban yang merupakan pekerjaan WNI telah mengalami berbagai tekanan, kekerasan fisik seperti pukulan dan penyetruman,&amp;rdquo; kata dia, Selasa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, kata dia, korban ada yang diancam salah satu organ tubuhnya akan dikeluarkan jika tidak memenuhi target. &amp;ldquo;Serta diancam akan di ambil organ tubuhnya manakala target yang diberikan oleh para bandar ini tidak bisa terpenuhi,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, lanjut dia, paspor para korban juga diambil dan mereka dilarang untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga. &amp;ldquo;Sehingga dari indikasi-indikasi dan petunjuk yang ada ini sangat kuat bahwa adanya penyanderaan dalam jaringan mafia online scamming dalam skala yang besar atau masif ini,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
