<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Bantargebang, Pramono Ungkap Jakarta Kirim Sampah 8 Ribu Ton per Hari</title><description>Pramono yang didampingi jajarannya, meninjau fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant TPST Bantargebang. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/19/338/3123882/tinjau-bantargebang-pramono-ungkap-jakarta-kirim-sampah-8-ribu-ton-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/19/338/3123882/tinjau-bantargebang-pramono-ungkap-jakarta-kirim-sampah-8-ribu-ton-per-hari"/><item><title>Tinjau Bantargebang, Pramono Ungkap Jakarta Kirim Sampah 8 Ribu Ton per Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/19/338/3123882/tinjau-bantargebang-pramono-ungkap-jakarta-kirim-sampah-8-ribu-ton-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/19/338/3123882/tinjau-bantargebang-pramono-ungkap-jakarta-kirim-sampah-8-ribu-ton-per-hari</guid><pubDate>Rabu 19 Maret 2025 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/19/338/3123882/pengolahan_sampah_di_bantaregebang-5Knt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengolahan Sampah di Bantaregebang. Foto: Okezone/Refi Sandi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/19/338/3123882/pengolahan_sampah_di_bantaregebang-5Knt_large.jpg</image><title>Pengolahan Sampah di Bantaregebang. Foto: Okezone/Refi Sandi.</title></images><description>BEKASI - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan itu dilakukan bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas); Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno; Menteri Lingkungan, Hanif Faisol Nurofiq; Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto; dan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto pada Rabu (19/3/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pramono yang didampingi jajarannya, meninjau fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant TPST Bantargebang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pramono mengungkap bahwa angka harian perolehan sampah Jakarta mencapai 8 ribu ton per hari. Ia berharap dengan hadirnya RDF Bantargebang dan RDF Rorotan bisa menurunkan angka tersebut menjadi 5-6 ribu ton per hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jakarta sekarang ini setiap hari rata-rata kurang lebih 8 ribu ton sampahnya, dengan proses yang ada di RDF Bantargebang maupun Rorotan mudah-mudahan bisa turun nanti sampai dengan 5-6 ribu ton,&amp;quot; ujar Pramono.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Pratikno mengatakan bahwa isu pengelolaan sampah menjadi krusial selain berindikasi kepada kesehatan masyarakat juga kerap kali menjadi pemicu banjir.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu saja isu sampah ini jadi isu yang sangat penting. Satu jelas berindikasi terhadap kesehatan, kedua juga ini seperti banjir yang terjadi itu juga salah satu pemicunya sampah, selain isu-isu lain,&amp;quot; ucap Pratikno.&#13;
&#13;
Kemudian, Zulhas menyebut bahwa pengolahan sampah di Bantargebang sudah ada kemajuan dengan adanya RDF yang hasilnya langsung bisa dimanfaatkan oleh pabrik semen sebagai bahan baku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini kita sudah bareng-bareng melihat di sini sebetulnya sudah ada kemajuan pengolahan sampah di Bantargebang gebang ini ya, ini pakai RDF karena ada pabrik semen jadi ada yang nampung,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>BEKASI - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan itu dilakukan bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas); Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno; Menteri Lingkungan, Hanif Faisol Nurofiq; Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto; dan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto pada Rabu (19/3/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pramono yang didampingi jajarannya, meninjau fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant TPST Bantargebang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pramono mengungkap bahwa angka harian perolehan sampah Jakarta mencapai 8 ribu ton per hari. Ia berharap dengan hadirnya RDF Bantargebang dan RDF Rorotan bisa menurunkan angka tersebut menjadi 5-6 ribu ton per hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jakarta sekarang ini setiap hari rata-rata kurang lebih 8 ribu ton sampahnya, dengan proses yang ada di RDF Bantargebang maupun Rorotan mudah-mudahan bisa turun nanti sampai dengan 5-6 ribu ton,&amp;quot; ujar Pramono.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Pratikno mengatakan bahwa isu pengelolaan sampah menjadi krusial selain berindikasi kepada kesehatan masyarakat juga kerap kali menjadi pemicu banjir.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu saja isu sampah ini jadi isu yang sangat penting. Satu jelas berindikasi terhadap kesehatan, kedua juga ini seperti banjir yang terjadi itu juga salah satu pemicunya sampah, selain isu-isu lain,&amp;quot; ucap Pratikno.&#13;
&#13;
Kemudian, Zulhas menyebut bahwa pengolahan sampah di Bantargebang sudah ada kemajuan dengan adanya RDF yang hasilnya langsung bisa dimanfaatkan oleh pabrik semen sebagai bahan baku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini kita sudah bareng-bareng melihat di sini sebetulnya sudah ada kemajuan pengolahan sampah di Bantargebang gebang ini ya, ini pakai RDF karena ada pabrik semen jadi ada yang nampung,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
