<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Bantu Pemerintah Wujudkan Kemandirian Pangan</title><description>Polri berupaya membantu pemerintah mewujudkan kemandirian pangan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/20/337/3124372/polri-bantu-pemerintah-wujudkan-kemandirian-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/20/337/3124372/polri-bantu-pemerintah-wujudkan-kemandirian-pangan"/><item><title>Polri Bantu Pemerintah Wujudkan Kemandirian Pangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/20/337/3124372/polri-bantu-pemerintah-wujudkan-kemandirian-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/20/337/3124372/polri-bantu-pemerintah-wujudkan-kemandirian-pangan</guid><pubDate>Kamis 20 Maret 2025 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/20/337/3124372/pemerintah-nqc2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polri: Perlu Kerja Keras Wujudkan Swasembada Pangan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/20/337/3124372/pemerintah-nqc2_large.jpg</image><title>Polri: Perlu Kerja Keras Wujudkan Swasembada Pangan</title></images><description>JAKARTA - Mewujudkan swasembada pangan perlu dukungan dari berbagai pihak, apalagi jika ingin mencapai kemandirian. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak terkait untuk mewujudkannya.&#13;
&#13;
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin, mengatakan, kalau dilihat dari supplay and demand kita sudah swasembada. Tapi tidak ada gunanya swasembada kalau warga tidak bisa makan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Swasembada bukan tujuan tetapi alat untuk menuju kemandirian,&amp;quot; ujar Bustanul saat &amp;nbsp;Dialog Publik yang digelar Divisi Humas Polri, di Hotel Grand Kemang, Jaksel, Kamis (20/3/2025).&#13;
&#13;
Bustanul membandingkan dengan Singapura yang tidak swasembada tetapi pumya kemandirian pangan.&amp;nbsp;Ia menguraikan, zaman Pak Harto saat ekonomi tumbuh 7% sektor pertanian tumbuh 5%. Sementara, sekarang saat ekonomi tumbuh 5% pertanian tumbuh tidak sampai 1%.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyesalkan sedikitnya penyuluhan pertanian, dan minimnya minat anak muda terjun ke pertanian. Karena itu, perlu kolaborasi antat semua pihak terkait dalam mengatasi masalah ini, memperbanyak tenaga kerja terdidik&amp;nbsp; ke sektor pertanian.&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Satgas Pangan Polri Kombes Moh. Samsul Arifin, mengatakan, Polri berupaya membantu pemerintah mewujudkan kemandirian pangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Polri sadar perlu kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan swasembada pangan,&amp;quot; tutur Samsul.&#13;
&#13;
Menurutnya, Polri telah melalukan berbagai upaya dalam mendukung program pemerintah swasembada pangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di antaranya memanfaatkan lahan-lahan kosong milik Polri untuk tanaman pangan, perekrutan tenaga-tenaga pertanian, dan pemanfaatan pekarangan anggota untuk tanaman pangan,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
&#13;
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Siti Haryati, mengakui beratnya mewujudkan swasembada pangan, apalagi kemandirian pangan. Namun ia menegaskan pemerintah ingin swasembada secepat-cepatnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Upaya tersebut menghadapi berbagai tantangan, di antaranya masalah cuaca, alih fungsi lahan, dan minimnya SDM.&amp;quot;Petani banyak yang senior, yang muda-muda susah terjun ke sawah,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Adapun Wakil Dirut PT. Pupuk Indonesia Gusrizal memastikan adanya pabrik pupuk di sentra-sentra pangan tanah air. Sehingga tidak ada lagi alasan pupuk sulit didapat dan harganya mahal. &amp;quot;Secara produksi ada 14 juta ton, yang disubsidi 9,5 juta ton,&amp;quot; ungkap Gusrizal.&#13;
&#13;
Ia memastikan PT. Pupuk Indonesia berusaha keras menyediakan pupuk di manapun sentra-sentra pertanian berdiri untuk memudahkan petani mengaksesnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pupuk berkontribusi 62% produktivitas tetapi harganya hanya 23%, dan jika pupuk subsidi bisa mengurangi biaya produksi sampai 9%,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mewujudkan swasembada pangan perlu dukungan dari berbagai pihak, apalagi jika ingin mencapai kemandirian. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak terkait untuk mewujudkannya.&#13;
&#13;
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin, mengatakan, kalau dilihat dari supplay and demand kita sudah swasembada. Tapi tidak ada gunanya swasembada kalau warga tidak bisa makan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Swasembada bukan tujuan tetapi alat untuk menuju kemandirian,&amp;quot; ujar Bustanul saat &amp;nbsp;Dialog Publik yang digelar Divisi Humas Polri, di Hotel Grand Kemang, Jaksel, Kamis (20/3/2025).&#13;
&#13;
Bustanul membandingkan dengan Singapura yang tidak swasembada tetapi pumya kemandirian pangan.&amp;nbsp;Ia menguraikan, zaman Pak Harto saat ekonomi tumbuh 7% sektor pertanian tumbuh 5%. Sementara, sekarang saat ekonomi tumbuh 5% pertanian tumbuh tidak sampai 1%.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyesalkan sedikitnya penyuluhan pertanian, dan minimnya minat anak muda terjun ke pertanian. Karena itu, perlu kolaborasi antat semua pihak terkait dalam mengatasi masalah ini, memperbanyak tenaga kerja terdidik&amp;nbsp; ke sektor pertanian.&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Satgas Pangan Polri Kombes Moh. Samsul Arifin, mengatakan, Polri berupaya membantu pemerintah mewujudkan kemandirian pangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Polri sadar perlu kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan swasembada pangan,&amp;quot; tutur Samsul.&#13;
&#13;
Menurutnya, Polri telah melalukan berbagai upaya dalam mendukung program pemerintah swasembada pangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di antaranya memanfaatkan lahan-lahan kosong milik Polri untuk tanaman pangan, perekrutan tenaga-tenaga pertanian, dan pemanfaatan pekarangan anggota untuk tanaman pangan,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
&#13;
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Siti Haryati, mengakui beratnya mewujudkan swasembada pangan, apalagi kemandirian pangan. Namun ia menegaskan pemerintah ingin swasembada secepat-cepatnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Upaya tersebut menghadapi berbagai tantangan, di antaranya masalah cuaca, alih fungsi lahan, dan minimnya SDM.&amp;quot;Petani banyak yang senior, yang muda-muda susah terjun ke sawah,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Adapun Wakil Dirut PT. Pupuk Indonesia Gusrizal memastikan adanya pabrik pupuk di sentra-sentra pangan tanah air. Sehingga tidak ada lagi alasan pupuk sulit didapat dan harganya mahal. &amp;quot;Secara produksi ada 14 juta ton, yang disubsidi 9,5 juta ton,&amp;quot; ungkap Gusrizal.&#13;
&#13;
Ia memastikan PT. Pupuk Indonesia berusaha keras menyediakan pupuk di manapun sentra-sentra pertanian berdiri untuk memudahkan petani mengaksesnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pupuk berkontribusi 62% produktivitas tetapi harganya hanya 23%, dan jika pupuk subsidi bisa mengurangi biaya produksi sampai 9%,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
