<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Masyarakat Diimbau Hindari Radius 7 Km</title><description>Muhammad Wafid mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Gunung Lewotobi Laki-Laki, agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/21/340/3124506/gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-masyarakat-diimbau-hindari-radius-7-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/21/340/3124506/gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-masyarakat-diimbau-hindari-radius-7-km"/><item><title>Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Masyarakat Diimbau Hindari Radius 7 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/21/340/3124506/gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-masyarakat-diimbau-hindari-radius-7-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/21/340/3124506/gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-masyarakat-diimbau-hindari-radius-7-km</guid><pubDate>Jum'at 21 Maret 2025 05:16 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/21/340/3124506/gunung_meletus-SYjC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/21/340/3124506/gunung_meletus-SYjC_large.jpg</image><title>Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Gunung Lewotobi Laki-Laki, agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km.&#13;
&#13;
Hal ini mengingat status Gunung Lewotobi Laki-laki Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) naik dari level III atau Siaga, menjadi level IV atau Awas, akibat erupsi dahsyat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki&amp;ndash;laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km, dan 8 km sektoral Barat Daya dan Timur Laut dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki,&amp;quot; kata Wafid, Kamis (20/3/2025).&#13;
&#13;
Wafid juga meminta masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah (Pemda), serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, kata Wafid, Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunumg Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawakote,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lalu, bagi masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki agar memakai masker atau penutup hidung dan mulut, guna menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Gunung Lewotobi Laki-laki Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengamali erupsi pada Kamis, 20 Maret 2025, pukul 22:56 WITA, dengan tinggi Letusan mencapai 8.000 meter di atas puncak, atau 9584 m di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat,&amp;quot; seperti dikutip situs resmi magma.esdm.go.id, Kamis 20 Maret 2025.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Gunung Lewotobi Laki-Laki, agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km.&#13;
&#13;
Hal ini mengingat status Gunung Lewotobi Laki-laki Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) naik dari level III atau Siaga, menjadi level IV atau Awas, akibat erupsi dahsyat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki&amp;ndash;laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km, dan 8 km sektoral Barat Daya dan Timur Laut dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki,&amp;quot; kata Wafid, Kamis (20/3/2025).&#13;
&#13;
Wafid juga meminta masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah (Pemda), serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, kata Wafid, Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunumg Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawakote,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lalu, bagi masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki agar memakai masker atau penutup hidung dan mulut, guna menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Gunung Lewotobi Laki-laki Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengamali erupsi pada Kamis, 20 Maret 2025, pukul 22:56 WITA, dengan tinggi Letusan mencapai 8.000 meter di atas puncak, atau 9584 m di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat,&amp;quot; seperti dikutip situs resmi magma.esdm.go.id, Kamis 20 Maret 2025.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
