<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah 5 Istri Cantik Pendiri Majapahit dan Alur Pernikahannya yang Menghebohkan</title><description>Kitab Pararaton mengisahkan Raden Wijaya memiliki tiga istri, yakni satu putri dari Melayu dan dua putri Tumapel.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/23/337/3125085/kisah-5-istri-cantik-pendiri-majapahit-dan-alur-pernikahannya-yang-menghebohkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/23/337/3125085/kisah-5-istri-cantik-pendiri-majapahit-dan-alur-pernikahannya-yang-menghebohkan"/><item><title>Kisah 5 Istri Cantik Pendiri Majapahit dan Alur Pernikahannya yang Menghebohkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/23/337/3125085/kisah-5-istri-cantik-pendiri-majapahit-dan-alur-pernikahannya-yang-menghebohkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/23/337/3125085/kisah-5-istri-cantik-pendiri-majapahit-dan-alur-pernikahannya-yang-menghebohkan</guid><pubDate>Minggu 23 Maret 2025 08:13 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/23/337/3125085/viral-UdGb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah 5 Istri Cantik Pendiri Majapahit dan Alur Pernikahannya yang Menghebohkan/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/23/337/3125085/viral-UdGb_large.jpg</image><title>Kisah 5 Istri Cantik Pendiri Majapahit dan Alur Pernikahannya yang Menghebohkan/ist</title></images><description>JAKARTA - Raden Wijaya pendiri&amp;nbsp;memiliki lima istri yang cantik jelita. Dari lima istri itu, empat istrinya masih saudara sekandung, yang merupakan anak dari Kertanagara raja terakhir Singasari sebelum tamat diserang oleh Jayakatwang dari Daha.&#13;
&#13;
Pernikahan pendiri Kerajaan Majapahit ini&amp;nbsp;dengan empat anak Keetnagaa yang masih satu saudara itu terjadi ketika kondisi politik keamanan stabil. Apalagi saat itu Raden Wijaya baru saja menyingkirkan tentara Tartar Mongol dari Jawa, usai membalas serangan Jayakatwang atas kehancuran Singasari.&#13;
&#13;
Kitab Pararaton mengisahkan Raden Wijaya memiliki tiga istri, yakni satu putri dari Melayu dan dua putri Tumapel atau Singasari. Perkawinannya dengan putri dari Melayu bernama Dara Petak melahirkan Raden Kalagemet atau Jayanagara, yang kelak menjadi raja kedua Majapahit sepeninggal Raden Wijaya.&#13;
&#13;
Pada Kidung Ranggalawe, sebagaimana dikutip dari &amp;quot;Pararaton Biografi Para Raja Singhasari Majapahit&amp;quot; dikisahkan bagaimana satu istri yang berstatus selir bernama Dyah Dara Petak disebut strī tinuh&amp;auml;neng pura, istri yang dituakan di istana, meski menjadi yang terakhir dinikahi Raden Wijaya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, dua istri Raden Wijaya yang lain ialah anak perempuan Sri&amp;nbsp;Kṛtanagara yang dulu hendak diminta pasukan Tatar. Pararaton tidak menyebutkan siapa saja nama mereka, sedangkan Kidung Harsa wijaya menyebut nama mereka Dewi Puspawatī dan Dewi Pusparaśmi.&#13;
&#13;
Dikisahkan bahwa sang putri sulung ikut Raden Wijaya menyeberang ke Madura. Sedangkan putri bungsu Kertanagara menjadi tawanan Jayakatwang di Daha. Prasasti Sukamrta mencatatkan empat nama istri Raden Wijaya, yang merupakan putri Kertanagara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keempatnya yakni Sri&amp;nbsp;Parameswarī Dyah Dewi&amp;nbsp;Tribhuwaneswari, Sri&amp;nbsp;Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhitā, Sri&amp;nbsp;Jayendradewi&amp;nbsp;Dyah Dewi Prajnaparamita, dan terakhir Sri&amp;nbsp;Rajendradewi&amp;nbsp;Dyah Dewi Gayatri, atau dalam prasasti lainnya disebut Śrī Rājapatnī.&#13;
&#13;
Istri pertama Raden Wijaya yakni Dewi Tribhuwaneswari, yang dinikahinya sejak Singasari masih berdiri. Tapi seiring perjalanan dan keberhasilannya mendirikan Kerajaan Majapahit, barulah Raden Wijaya menikahi tiga putri Kertanagara lainnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Raden Wijaya pendiri&amp;nbsp;memiliki lima istri yang cantik jelita. Dari lima istri itu, empat istrinya masih saudara sekandung, yang merupakan anak dari Kertanagara raja terakhir Singasari sebelum tamat diserang oleh Jayakatwang dari Daha.&#13;
&#13;
Pernikahan pendiri Kerajaan Majapahit ini&amp;nbsp;dengan empat anak Keetnagaa yang masih satu saudara itu terjadi ketika kondisi politik keamanan stabil. Apalagi saat itu Raden Wijaya baru saja menyingkirkan tentara Tartar Mongol dari Jawa, usai membalas serangan Jayakatwang atas kehancuran Singasari.&#13;
&#13;
Kitab Pararaton mengisahkan Raden Wijaya memiliki tiga istri, yakni satu putri dari Melayu dan dua putri Tumapel atau Singasari. Perkawinannya dengan putri dari Melayu bernama Dara Petak melahirkan Raden Kalagemet atau Jayanagara, yang kelak menjadi raja kedua Majapahit sepeninggal Raden Wijaya.&#13;
&#13;
Pada Kidung Ranggalawe, sebagaimana dikutip dari &amp;quot;Pararaton Biografi Para Raja Singhasari Majapahit&amp;quot; dikisahkan bagaimana satu istri yang berstatus selir bernama Dyah Dara Petak disebut strī tinuh&amp;auml;neng pura, istri yang dituakan di istana, meski menjadi yang terakhir dinikahi Raden Wijaya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, dua istri Raden Wijaya yang lain ialah anak perempuan Sri&amp;nbsp;Kṛtanagara yang dulu hendak diminta pasukan Tatar. Pararaton tidak menyebutkan siapa saja nama mereka, sedangkan Kidung Harsa wijaya menyebut nama mereka Dewi Puspawatī dan Dewi Pusparaśmi.&#13;
&#13;
Dikisahkan bahwa sang putri sulung ikut Raden Wijaya menyeberang ke Madura. Sedangkan putri bungsu Kertanagara menjadi tawanan Jayakatwang di Daha. Prasasti Sukamrta mencatatkan empat nama istri Raden Wijaya, yang merupakan putri Kertanagara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keempatnya yakni Sri&amp;nbsp;Parameswarī Dyah Dewi&amp;nbsp;Tribhuwaneswari, Sri&amp;nbsp;Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhitā, Sri&amp;nbsp;Jayendradewi&amp;nbsp;Dyah Dewi Prajnaparamita, dan terakhir Sri&amp;nbsp;Rajendradewi&amp;nbsp;Dyah Dewi Gayatri, atau dalam prasasti lainnya disebut Śrī Rājapatnī.&#13;
&#13;
Istri pertama Raden Wijaya yakni Dewi Tribhuwaneswari, yang dinikahinya sejak Singasari masih berdiri. Tapi seiring perjalanan dan keberhasilannya mendirikan Kerajaan Majapahit, barulah Raden Wijaya menikahi tiga putri Kertanagara lainnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
