<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi Sapu Koin di Jembatan Sewo, Antara Berkah dan Bahaya</title><description>Di tengah hiruk pikuk arus mudik Lebaran, Jembatan Sewo di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan dengan tradisi uniknya, yaitu Sapu Koin.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/25/525/3125596/tradisi-sapu-koin-di-jembatan-sewo-antara-berkah-dan-bahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/25/525/3125596/tradisi-sapu-koin-di-jembatan-sewo-antara-berkah-dan-bahaya"/><item><title>Tradisi Sapu Koin di Jembatan Sewo, Antara Berkah dan Bahaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/25/525/3125596/tradisi-sapu-koin-di-jembatan-sewo-antara-berkah-dan-bahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/25/525/3125596/tradisi-sapu-koin-di-jembatan-sewo-antara-berkah-dan-bahaya</guid><pubDate>Selasa 25 Maret 2025 03:03 WIB</pubDate><dc:creator>Andrian Supendi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/24/525/3125596/tradisi_sapu_koin-uJqH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi sapu koin di Jembatan Sewo, antara berkah dan bahaya (Foto: Andrian Supendi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/24/525/3125596/tradisi_sapu_koin-uJqH_large.jpg</image><title>Tradisi sapu koin di Jembatan Sewo, antara berkah dan bahaya (Foto: Andrian Supendi/Okezone)</title></images><description>INDRAMAYU - Di tengah hiruk pikuk arus mudik Lebaran, Jembatan Sewo di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan dengan tradisi uniknya, yaitu Sapu Koin.&#13;
&#13;
Para penyapu koin, bersenjatakan sapu lidi, beradu cepat mengumpulkan koin-koin yang dilemparkan oleh para pengendara yang melintas di atas jembatan. Tradisi yang telah berlangsung turun temurun ini, sayangnya menyimpan bahaya di balik berkahnya.&#13;
&#13;
Kapolsek Sukra, IPDA Nanang Dasuki, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya mengimbau para penyapu koin untuk tidak melakukan kegiatan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah silaturahmi dengan ketua mereka, mengimbau agar tidak melaksanakan sapu koin, karena membahayakan pengguna jalan. Kami juga sudah berikan santunan dan bantuan agar mereka istirahat di rumah,&amp;quot; ujar Nanang, Senin (24/3/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, imbauan itu tampaknya belum sepenuhnya diindahkan. Pihak kepolisian juga telah memasang imbauan tertulis yang berisi sanksi bagi para pelempar koin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah pasang pamflet di pinggir jalan. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan ke depan mereka (penyapu koin) akan dikumpulkan lagi,&amp;quot; ujar Nanang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Mastirah, seorang penyapu koin, mengungkapkan bahwa rezekinya tahun ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, ia tetap bersyukur karena uang hasil menyapu koin dapat digunakan untuk berbuka puasa bersama keluarga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum ramai, yang lempar uang masih jarang. Dari pagi sampai siang baru dapat sekitar Rp20.000. Kemarin seharian cuma dapat Rp25.000. Tapi Alhamdulillah, bisa buat buka puasa,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Diketahui, dari berbagai sumber, kebiasaan para pengendara melempar koin tidak lepas dari mitos sungai di bawah Jembatan Sewo yang disebut sebagai tempat tinggal arwah kakak beradik Saedah-Saeni yang melegenda karena hidup keduanya berakhir di jembatan tersebut.&#13;
&#13;
Saeni adalah seorang penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya. Oleh sebab itu, pengendara dipercaya akan selamat jika sudah memberi atau melempar &amp;#39;saweran&amp;#39; di Jembatan Sewo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>INDRAMAYU - Di tengah hiruk pikuk arus mudik Lebaran, Jembatan Sewo di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan dengan tradisi uniknya, yaitu Sapu Koin.&#13;
&#13;
Para penyapu koin, bersenjatakan sapu lidi, beradu cepat mengumpulkan koin-koin yang dilemparkan oleh para pengendara yang melintas di atas jembatan. Tradisi yang telah berlangsung turun temurun ini, sayangnya menyimpan bahaya di balik berkahnya.&#13;
&#13;
Kapolsek Sukra, IPDA Nanang Dasuki, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya mengimbau para penyapu koin untuk tidak melakukan kegiatan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah silaturahmi dengan ketua mereka, mengimbau agar tidak melaksanakan sapu koin, karena membahayakan pengguna jalan. Kami juga sudah berikan santunan dan bantuan agar mereka istirahat di rumah,&amp;quot; ujar Nanang, Senin (24/3/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, imbauan itu tampaknya belum sepenuhnya diindahkan. Pihak kepolisian juga telah memasang imbauan tertulis yang berisi sanksi bagi para pelempar koin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah pasang pamflet di pinggir jalan. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan ke depan mereka (penyapu koin) akan dikumpulkan lagi,&amp;quot; ujar Nanang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Mastirah, seorang penyapu koin, mengungkapkan bahwa rezekinya tahun ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, ia tetap bersyukur karena uang hasil menyapu koin dapat digunakan untuk berbuka puasa bersama keluarga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum ramai, yang lempar uang masih jarang. Dari pagi sampai siang baru dapat sekitar Rp20.000. Kemarin seharian cuma dapat Rp25.000. Tapi Alhamdulillah, bisa buat buka puasa,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Diketahui, dari berbagai sumber, kebiasaan para pengendara melempar koin tidak lepas dari mitos sungai di bawah Jembatan Sewo yang disebut sebagai tempat tinggal arwah kakak beradik Saedah-Saeni yang melegenda karena hidup keduanya berakhir di jembatan tersebut.&#13;
&#13;
Saeni adalah seorang penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya. Oleh sebab itu, pengendara dipercaya akan selamat jika sudah memberi atau melempar &amp;#39;saweran&amp;#39; di Jembatan Sewo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
