<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Myanmar Robohkan Bangunan dan Masjid, Setidaknya 4 Orang Dilaporkan Tewas</title><description>Beberapa jamaah menjadi korban ketika gempa masjid di kota Taungnoo.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/28/18/3126855/gempa-myanmar-robohkan-bangunan-dan-masjid-setidaknya-4-orang-dilaporkan-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/03/28/18/3126855/gempa-myanmar-robohkan-bangunan-dan-masjid-setidaknya-4-orang-dilaporkan-tewas"/><item><title>Gempa Myanmar Robohkan Bangunan dan Masjid, Setidaknya 4 Orang Dilaporkan Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/03/28/18/3126855/gempa-myanmar-robohkan-bangunan-dan-masjid-setidaknya-4-orang-dilaporkan-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/03/28/18/3126855/gempa-myanmar-robohkan-bangunan-dan-masjid-setidaknya-4-orang-dilaporkan-tewas</guid><pubDate>Jum'at 28 Maret 2025 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/28/18/3126855/bangunan_runtuh_akibat_gempa_myanmar-60vU_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bangunan runtuh akibat gempa Myanmar. (Foto: X)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/28/18/3126855/bangunan_runtuh_akibat_gempa_myanmar-60vU_large.jpeg</image><title>Bangunan runtuh akibat gempa Myanmar. (Foto: X)</title></images><description>YANGON &amp;ndash; Gempa dahsyat berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Myanmar telah meruntuhkan sejumlah bangunan dan menyebabkan korban jiwa, menurut laporan saksi mata. Gempa tersebut juga dirasakan di Thailand, menyebabkan kepanikan yang meluas.&#13;
&#13;
Survei Geologi AS (USGS) mencatat pusat gempa berada di 17,2 km dari kota Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, dengan kedalaman 10 km.&#13;
&#13;
Tiga warga Mandalay, yang merupakan salah satu kota terbesar di Myanmar, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat beberapa bangunan runtuh saat banyak orang berlarian ke jalan saat gempa terjadi.&#13;
&#13;
Faiz, yang hanya menyebutkan satu nama, mengatakan bahwa dia sedang shalat di masjid saat gempa terjadi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa mulai berguncang saat saya membersihkan tangan untuk salat. Kami semua berlarian keluar masjid,&amp;quot; katanya kepada Reuters.&#13;
&#13;
Warga lain Htet Naing Oo mengatakan bahwa kedai teh di jalannya runtuh, membuat orang-orang terperangkap di dalamnya. &amp;quot;Kami tidak bisa masuk,&amp;quot; katanya, &amp;quot;Situasinya sangat buruk.&amp;quot;&#13;
&#13;
Posting media sosial dari Mandalay, ibu kota kerajaan kuno Myanmar yang berada di pusat wilayah Buddha, menunjukkan bangunan-bangunan yang runtuh dan puing-puing berserakan di jalan-jalan kota. Reuters tidak dapat segera memverifikasi postingan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seorang saksi mata dari kota Taungnoo mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa bagian masjid Kandaw runtuh tepat sebelum shalat Jumat dimulai. Orang-orang terjebak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah menemukan empat jenazah sejauh ini. Mungkin masih ada lagi. Kami sedang mengatur penyelamatan dan pemakaman sekarang. Runtuhnya terjadi tepat sebelum salat. Orang-orang berlarian keluar. Beberapa tidak bisa.&amp;quot;&#13;
&#13;
Laporan tersebut belum dapat dikonfirmasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejauh ini Belum ada pernyataan langsung dari otoritas Myanmar mengenai kerusakan.&#13;
&#13;
Seorang petugas dari Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya telah memulai pencarian korban di Yangon. Namun, dia mengatakan belum memiliki informasi yang bisa diberikan kepada media.&#13;
</description><content:encoded>YANGON &amp;ndash; Gempa dahsyat berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Myanmar telah meruntuhkan sejumlah bangunan dan menyebabkan korban jiwa, menurut laporan saksi mata. Gempa tersebut juga dirasakan di Thailand, menyebabkan kepanikan yang meluas.&#13;
&#13;
Survei Geologi AS (USGS) mencatat pusat gempa berada di 17,2 km dari kota Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, dengan kedalaman 10 km.&#13;
&#13;
Tiga warga Mandalay, yang merupakan salah satu kota terbesar di Myanmar, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat beberapa bangunan runtuh saat banyak orang berlarian ke jalan saat gempa terjadi.&#13;
&#13;
Faiz, yang hanya menyebutkan satu nama, mengatakan bahwa dia sedang shalat di masjid saat gempa terjadi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa mulai berguncang saat saya membersihkan tangan untuk salat. Kami semua berlarian keluar masjid,&amp;quot; katanya kepada Reuters.&#13;
&#13;
Warga lain Htet Naing Oo mengatakan bahwa kedai teh di jalannya runtuh, membuat orang-orang terperangkap di dalamnya. &amp;quot;Kami tidak bisa masuk,&amp;quot; katanya, &amp;quot;Situasinya sangat buruk.&amp;quot;&#13;
&#13;
Posting media sosial dari Mandalay, ibu kota kerajaan kuno Myanmar yang berada di pusat wilayah Buddha, menunjukkan bangunan-bangunan yang runtuh dan puing-puing berserakan di jalan-jalan kota. Reuters tidak dapat segera memverifikasi postingan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seorang saksi mata dari kota Taungnoo mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa bagian masjid Kandaw runtuh tepat sebelum shalat Jumat dimulai. Orang-orang terjebak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah menemukan empat jenazah sejauh ini. Mungkin masih ada lagi. Kami sedang mengatur penyelamatan dan pemakaman sekarang. Runtuhnya terjadi tepat sebelum salat. Orang-orang berlarian keluar. Beberapa tidak bisa.&amp;quot;&#13;
&#13;
Laporan tersebut belum dapat dikonfirmasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejauh ini Belum ada pernyataan langsung dari otoritas Myanmar mengenai kerusakan.&#13;
&#13;
Seorang petugas dari Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya telah memulai pencarian korban di Yangon. Namun, dia mengatakan belum memiliki informasi yang bisa diberikan kepada media.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
