<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur Jabar Ngadu ke Presiden soal Mahalnya Obat Hama Pertanian, Begini Respons Produsen Pestisida</title><description>Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto soal permasalahan pertanian.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/07/525/3128924/gubernur-jabar-ngadu-ke-presiden-soal-mahalnya-obat-hama-pertanian-begini-respons-produsen-pestisida</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/07/525/3128924/gubernur-jabar-ngadu-ke-presiden-soal-mahalnya-obat-hama-pertanian-begini-respons-produsen-pestisida"/><item><title>Gubernur Jabar Ngadu ke Presiden soal Mahalnya Obat Hama Pertanian, Begini Respons Produsen Pestisida</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/07/525/3128924/gubernur-jabar-ngadu-ke-presiden-soal-mahalnya-obat-hama-pertanian-begini-respons-produsen-pestisida</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/07/525/3128924/gubernur-jabar-ngadu-ke-presiden-soal-mahalnya-obat-hama-pertanian-begini-respons-produsen-pestisida</guid><pubDate>Senin 07 April 2025 22:00 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/07/525/3128924/obat_hama_pertanian-wvan_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Obat hama pertanian (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/07/525/3128924/obat_hama_pertanian-wvan_large.jpg</image><title>Obat hama pertanian (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto soal permasalahan pertanian. Khususnya, masalah mahalnya obat pembasmi hama pertanian.&#13;
&#13;
Aduan itu disampaikan Dedi Mulyadi saat Presiden Prabowo menyambangi Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dalam rangka agenda panen raya serentak, pada Senin (7/4/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Beratnya para petani, sekarang pupuk sudah lancar pak, tapi sesungguhnya biaya tinggi produksinya itu di obat-obatan Pak. Karena sekarang itu dari mulai sebelum nanam mereka harus mengeluarkan biaya untuk semprot keong. Karena saya petani, Pak,&amp;quot; kata Dedi Mulyadi kepada Prabowo.&#13;
&#13;
Ketua Umum Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (Apropi), Yanno Nunuhitu angkat bicara ihwal aduan Gubernur Jabar ke Presiden Prabowo soal mahalnya obat pembasmi hama.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Yanno, kebutuhan pestisida dalam sektor pertanian adalah keniscayaan. Oleh karenanya, ia meyakini tidak akan mungkin tercapai swasembada pangan tanpa pestisida. Ia mengaku turut memantau penggunaan pestisida untuk pertanian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penggunaan pestisida di Indonesia, dikawal dengan sangat ketat oleh Kementrian Pertanian, untuk memastikan bahwa semua pestisida yang beredar, efektif, aman bagi manusia, aman bagi lingkungan hidup,&amp;quot; kata Yanno.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yanno mewakili Apropi menyatakan sepakat dengan pernyataan Dedi Mulyadi. Ia merasa pemerintah perlu berupaya untuk menghadirkan pestisida yang bermutu dengan harga lebih terjangkau bagi industri pertanian Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagian besar pestisida Indonesia masih impor, sehingga harga dan ketersediaannya di tentukan oleh negara produsen,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Yanno menambahkan, Apropi selaku asosiasi produsen pestisida dalam negeri meminta campur tangan dan dukungan pemerintah agar Indonesia tidak bergantung pada pestisida impor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di Jawa Barat ada 4 pabrik pestisida milik anggota APROPI, &amp;nbsp;mudah-mudahan bisa bekerja sama dengan Pak KDM (Dedi Mulyadi) untuk menghasilkan pestisida yang efektif, efisien, aman bagi penguna, aman bagi konsumen hasil pertanian, dan aman bagi lingkungan,&amp;quot; kata Yanno.&#13;
&#13;
&amp;quot;APROPI mendukung gerakan swasembada pangan Bapak Presiden 1000 (seribu) persen,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto soal permasalahan pertanian. Khususnya, masalah mahalnya obat pembasmi hama pertanian.&#13;
&#13;
Aduan itu disampaikan Dedi Mulyadi saat Presiden Prabowo menyambangi Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dalam rangka agenda panen raya serentak, pada Senin (7/4/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Beratnya para petani, sekarang pupuk sudah lancar pak, tapi sesungguhnya biaya tinggi produksinya itu di obat-obatan Pak. Karena sekarang itu dari mulai sebelum nanam mereka harus mengeluarkan biaya untuk semprot keong. Karena saya petani, Pak,&amp;quot; kata Dedi Mulyadi kepada Prabowo.&#13;
&#13;
Ketua Umum Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (Apropi), Yanno Nunuhitu angkat bicara ihwal aduan Gubernur Jabar ke Presiden Prabowo soal mahalnya obat pembasmi hama.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Yanno, kebutuhan pestisida dalam sektor pertanian adalah keniscayaan. Oleh karenanya, ia meyakini tidak akan mungkin tercapai swasembada pangan tanpa pestisida. Ia mengaku turut memantau penggunaan pestisida untuk pertanian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penggunaan pestisida di Indonesia, dikawal dengan sangat ketat oleh Kementrian Pertanian, untuk memastikan bahwa semua pestisida yang beredar, efektif, aman bagi manusia, aman bagi lingkungan hidup,&amp;quot; kata Yanno.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yanno mewakili Apropi menyatakan sepakat dengan pernyataan Dedi Mulyadi. Ia merasa pemerintah perlu berupaya untuk menghadirkan pestisida yang bermutu dengan harga lebih terjangkau bagi industri pertanian Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagian besar pestisida Indonesia masih impor, sehingga harga dan ketersediaannya di tentukan oleh negara produsen,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Yanno menambahkan, Apropi selaku asosiasi produsen pestisida dalam negeri meminta campur tangan dan dukungan pemerintah agar Indonesia tidak bergantung pada pestisida impor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di Jawa Barat ada 4 pabrik pestisida milik anggota APROPI, &amp;nbsp;mudah-mudahan bisa bekerja sama dengan Pak KDM (Dedi Mulyadi) untuk menghasilkan pestisida yang efektif, efisien, aman bagi penguna, aman bagi konsumen hasil pertanian, dan aman bagi lingkungan,&amp;quot; kata Yanno.&#13;
&#13;
&amp;quot;APROPI mendukung gerakan swasembada pangan Bapak Presiden 1000 (seribu) persen,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
