<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Militer Israel Sergap dan Bunuh Petugas Medis di Gaza</title><description>Alasan militer Israel ini terbantahkan dengan bukti video yang dirilis Bulan Sabit Merah Palestina.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/09/18/3129449/ini-alasan-militer-israel-sergap-dan-bunuh-petugas-medis-di-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/09/18/3129449/ini-alasan-militer-israel-sergap-dan-bunuh-petugas-medis-di-gaza"/><item><title>Ini Alasan Militer Israel Sergap dan Bunuh Petugas Medis di Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/09/18/3129449/ini-alasan-militer-israel-sergap-dan-bunuh-petugas-medis-di-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/09/18/3129449/ini-alasan-militer-israel-sergap-dan-bunuh-petugas-medis-di-gaza</guid><pubDate>Rabu 09 April 2025 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Siti Gea Arzetty</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/09/18/3129449/rekaman_yang_menunjukkan_serangan_tentara_israel_terhadap_konvoi_pekerja_darurat_di_gaza-uEs0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rekaman yang menunjukkan serangan tentara Israel terhadap konvoi pekerja darurat di Gaza. (Foto: Tangkapan layar/X)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/09/18/3129449/rekaman_yang_menunjukkan_serangan_tentara_israel_terhadap_konvoi_pekerja_darurat_di_gaza-uEs0_large.jpg</image><title>Rekaman yang menunjukkan serangan tentara Israel terhadap konvoi pekerja darurat di Gaza. (Foto: Tangkapan layar/X)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Militer Israel (IDF) telah menyergap konvoi kemanusiaan dan membunuh setidaknya 14 petugas darurat, termasuk petugas medis di Gaza pada 23 Maret 2025 lalu. IDF bersikeras bahwa kendaraan Palestina bergerak tanpa lampu dan mengklaim bahwa penyergapan tersebut menewaskan sembilan &amp;quot;teroris&amp;quot;, bahkan kemudian mengatakan bahwa enam di antaranya adalah anggota konvoi petugas darurat tersebut adalah kelompok militan, tanpa menghadirkan bukti.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bukti Video&#13;
&#13;
Alasan dari IDF ini akhirnya dimentahkan dan terbukti tidak benar setelah pada Senin, (7/4/2025) Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina merilis video berdurasi 19 menit yang diambil dari ponsel milik Radwan, salah satu dari delapan relawan mereka yang tewas dalam serangan tersebut. Video tersebut, yang ditemukan bersama jasad Radwan lebih dari seminggu setelah kejadian, membantah klaim dari IDF.&#13;
&#13;
Dalam video yang merekam menunjukkan momen-momen terakhir sebelum serangan terhadap konvoi kemanusiaan Palestina, terlihat konvoi darurat Palestina menyalakan lampu yang dapat dengan segera membuat mereka dikenali.&#13;
&#13;
Menanggapi dirilisnya video tersebut, militer Israel secara resmi mengakui telah melakukan kesalahan dan mengakui penembakan yang menewaskan 15 pekerja darurat dalam insiden di Gaza selatan tersebut.&#13;
&#13;
Pengakuan Israel atas &amp;quot;kesalahan&amp;quot; ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai organisasi kemanusiaan dan pemantau hak asasi manusia, yang menilai bahwa insiden ini mencerminkan kelalaian serius dalam membedakan antara target militer dan misi kemanusiaan. Kritik juga diarahkan pada proses pengambilan keputusan militer di tengah situasi konflik, yang dinilai semakin mengancam keselamatan para pekerja darurat dan relawan di lapangan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Militer Israel (IDF) telah menyergap konvoi kemanusiaan dan membunuh setidaknya 14 petugas darurat, termasuk petugas medis di Gaza pada 23 Maret 2025 lalu. IDF bersikeras bahwa kendaraan Palestina bergerak tanpa lampu dan mengklaim bahwa penyergapan tersebut menewaskan sembilan &amp;quot;teroris&amp;quot;, bahkan kemudian mengatakan bahwa enam di antaranya adalah anggota konvoi petugas darurat tersebut adalah kelompok militan, tanpa menghadirkan bukti.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bukti Video&#13;
&#13;
Alasan dari IDF ini akhirnya dimentahkan dan terbukti tidak benar setelah pada Senin, (7/4/2025) Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina merilis video berdurasi 19 menit yang diambil dari ponsel milik Radwan, salah satu dari delapan relawan mereka yang tewas dalam serangan tersebut. Video tersebut, yang ditemukan bersama jasad Radwan lebih dari seminggu setelah kejadian, membantah klaim dari IDF.&#13;
&#13;
Dalam video yang merekam menunjukkan momen-momen terakhir sebelum serangan terhadap konvoi kemanusiaan Palestina, terlihat konvoi darurat Palestina menyalakan lampu yang dapat dengan segera membuat mereka dikenali.&#13;
&#13;
Menanggapi dirilisnya video tersebut, militer Israel secara resmi mengakui telah melakukan kesalahan dan mengakui penembakan yang menewaskan 15 pekerja darurat dalam insiden di Gaza selatan tersebut.&#13;
&#13;
Pengakuan Israel atas &amp;quot;kesalahan&amp;quot; ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai organisasi kemanusiaan dan pemantau hak asasi manusia, yang menilai bahwa insiden ini mencerminkan kelalaian serius dalam membedakan antara target militer dan misi kemanusiaan. Kritik juga diarahkan pada proses pengambilan keputusan militer di tengah situasi konflik, yang dinilai semakin mengancam keselamatan para pekerja darurat dan relawan di lapangan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
