<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerkosaan di RSHS Bandung, Dokter Priguna Punya Fantasi Seksual Tak Lazim hingga Senang Lihat Orang Pingsan</title><description>Saat Priguna telah ditahan di Polda Jawa Barat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/10/525/3129669/pemerkosaan-di-rshs-bandung-dokter-priguna-punya-fantasi-seksual-tak-lazim-hingga-senang-lihat-orang-pingsan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/10/525/3129669/pemerkosaan-di-rshs-bandung-dokter-priguna-punya-fantasi-seksual-tak-lazim-hingga-senang-lihat-orang-pingsan"/><item><title>Pemerkosaan di RSHS Bandung, Dokter Priguna Punya Fantasi Seksual Tak Lazim hingga Senang Lihat Orang Pingsan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/10/525/3129669/pemerkosaan-di-rshs-bandung-dokter-priguna-punya-fantasi-seksual-tak-lazim-hingga-senang-lihat-orang-pingsan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/10/525/3129669/pemerkosaan-di-rshs-bandung-dokter-priguna-punya-fantasi-seksual-tak-lazim-hingga-senang-lihat-orang-pingsan</guid><pubDate>Kamis 10 April 2025 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/10/525/3129669/viral-ZiQs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokter Priguna Punya Fantasi Seksual Tak Lazim hingga Senang Lihat Orang Pingsan/Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/10/525/3129669/viral-ZiQs_large.jpg</image><title>Dokter Priguna Punya Fantasi Seksual Tak Lazim hingga Senang Lihat Orang Pingsan/Antara</title></images><description>BANDUNG- Fakta mengejutkan terungkap dalam penyidikan kasus pemerkosaan yang melibatkan dokter residen PPDS, Priguna Anugerah Pratama (31). Saat Priguna telah ditahan di Polda Jawa Barat.&#13;
&#13;
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengatakan, bahwa tersangka memiliki kelainan seksual, yakni fantasi yang membuatnya senang melihat orang pingsan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fantasinya senang melihat orang yang pingsan,&amp;rdquo; ujar Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, saat dikonfirmasi pada Kamis (10/4/2025).&#13;
&#13;
Temuan ini menambah daftar panjang kejanggalan dalam kasus yang kini tengah menyita perhatian publik. Tersangka diketahui baru menikah selama tiga bulan dan belum memiliki anak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi forensik untuk menguatkan indikasi kelainan seksual tersebut.&#13;
&#13;
Surawan menjelaskan, aksi pemerkosaan terjadi pada 18 Maret 2025 dini hari, di sebuah ruangan kosong yang terletak di Gedung MCHC lantai 7 RSHS Bandung.&#13;
&#13;
Ruangan tersebut diketahui merupakan area baru yang belum digunakan secara resmi oleh pihak rumah sakit.&#13;
&#13;
Korban dalam kasus ini adalah seorang wanita yang saat itu tengah mendampingi orang tuanya yang dalam kondisi kritis.&#13;
&#13;
Dalam kondisi cemas dan lelah, korban akhirnya diajak ke ruangan tersebut dengan dalih menjalani proses transfusi darah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal, transfusi darah dialihkan dari orang tua ke anaknya karena kondisi pasien yang sudah sangat kritis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anaknya tuh nggak tahu tujuannya apa-apa, kemudian dibawa ke ruang yang baru,&amp;rdquo; jelas Surawan.&#13;
&#13;
Di lokasi kejadian, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa kondom dan jejak sperma yang kini telah diamankan dan dibekukan untuk keperluan tes DNA.&#13;
&#13;
Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa tindakan tersebut telah direncanakan secara sadar oleh tersangka.&#13;
&#13;
Sementara itu, kondisi korban disebut sudah mulai membaik secara fisik, namun masih mengalami trauma psikis yang cukup dalam.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG- Fakta mengejutkan terungkap dalam penyidikan kasus pemerkosaan yang melibatkan dokter residen PPDS, Priguna Anugerah Pratama (31). Saat Priguna telah ditahan di Polda Jawa Barat.&#13;
&#13;
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengatakan, bahwa tersangka memiliki kelainan seksual, yakni fantasi yang membuatnya senang melihat orang pingsan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fantasinya senang melihat orang yang pingsan,&amp;rdquo; ujar Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, saat dikonfirmasi pada Kamis (10/4/2025).&#13;
&#13;
Temuan ini menambah daftar panjang kejanggalan dalam kasus yang kini tengah menyita perhatian publik. Tersangka diketahui baru menikah selama tiga bulan dan belum memiliki anak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi forensik untuk menguatkan indikasi kelainan seksual tersebut.&#13;
&#13;
Surawan menjelaskan, aksi pemerkosaan terjadi pada 18 Maret 2025 dini hari, di sebuah ruangan kosong yang terletak di Gedung MCHC lantai 7 RSHS Bandung.&#13;
&#13;
Ruangan tersebut diketahui merupakan area baru yang belum digunakan secara resmi oleh pihak rumah sakit.&#13;
&#13;
Korban dalam kasus ini adalah seorang wanita yang saat itu tengah mendampingi orang tuanya yang dalam kondisi kritis.&#13;
&#13;
Dalam kondisi cemas dan lelah, korban akhirnya diajak ke ruangan tersebut dengan dalih menjalani proses transfusi darah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal, transfusi darah dialihkan dari orang tua ke anaknya karena kondisi pasien yang sudah sangat kritis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anaknya tuh nggak tahu tujuannya apa-apa, kemudian dibawa ke ruang yang baru,&amp;rdquo; jelas Surawan.&#13;
&#13;
Di lokasi kejadian, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa kondom dan jejak sperma yang kini telah diamankan dan dibekukan untuk keperluan tes DNA.&#13;
&#13;
Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa tindakan tersebut telah direncanakan secara sadar oleh tersangka.&#13;
&#13;
Sementara itu, kondisi korban disebut sudah mulai membaik secara fisik, namun masih mengalami trauma psikis yang cukup dalam.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
