<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diplomasi Keagamaan, Kemenag Kirim Puluhan Dai ke UEA Berlatih Dakwah</title><description>Keikutsertaan puluhan dai dalam program ini memiliki dimensi strategis yang sangat penting.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/13/337/3130426/diplomasi-keagamaan-kemenag-kirim-puluhan-dai-ke-uea-berlatih-dakwah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/13/337/3130426/diplomasi-keagamaan-kemenag-kirim-puluhan-dai-ke-uea-berlatih-dakwah"/><item><title>Diplomasi Keagamaan, Kemenag Kirim Puluhan Dai ke UEA Berlatih Dakwah</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/13/337/3130426/diplomasi-keagamaan-kemenag-kirim-puluhan-dai-ke-uea-berlatih-dakwah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/13/337/3130426/diplomasi-keagamaan-kemenag-kirim-puluhan-dai-ke-uea-berlatih-dakwah</guid><pubDate>Minggu 13 April 2025 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/13/337/3130426/pemerintah-Swjd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diplomasi Keagamaan, Kemenag Kirim 20 Dai ke UEA untuk Pelatihan Dakwah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/13/337/3130426/pemerintah-Swjd_large.jpg</image><title>Diplomasi Keagamaan, Kemenag Kirim 20 Dai ke UEA untuk Pelatihan Dakwah</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; &amp;ndash; Kementerian Agama&amp;nbsp;RI mengirimkan sebanyak 20 dai pilihan dari berbagai daerah untuk mengikuti program dauroh du&amp;rsquo;at atau pelatihan dakwah di Uni Emirat Arab (UEA). Program ini merupakan implementasi dari kerja sama resmi antar pemerintah (G2G) Republik Indonesia dan UEA.&#13;
&#13;
Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, mengatakan, keikutsertaan para peserta ini bukan semata sebagai individu, melainkan sebagai representasi diplomasi keagamaan Indonesia di kancah internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;20 peserta yang terpilih ini bukan hanya berdasarkan seleksi administratif, tetapi juga atas dasar rekam jejak pengabdian dan integritas dakwah. Mereka akan menjadi representasi wajah Islam Indonesia di level global,&amp;rdquo; ujar&amp;nbsp;Zayadi saat memberikan sambutan dalam&amp;nbsp;pelepasan dan pre-departure di Jakarta, dikutip Minggu (13/4/2025).&#13;
&#13;
Dijelaskannya, keikutsertaan puluhan dai dalam program ini memiliki dimensi strategis yang sangat penting.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Program ini merupakan implementasi langsung dari MoU antara Pemerintah Indonesia dan UEA. Maka, keberangkatan ini bersifat resmi dan strategis.&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana benchmarking bagi para dai. Pendekatan yang akan digunakan adalah metode 3N, yakni niteni (memperhatikan), niru (meniru praktik baik), dan nambahi (menambah nilai khas lokal).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kegiatan dauroh ini harus dimanfaatkan sebagai ajang benchmarking dakwah internasional. Kita tidak hanya belajar, tapi juga memperkaya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Zayadi juga menekankan pentingnya menjaga nama baik bangsa selama program tersebut berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan menjaga nama baik bangsa, kita sedang membangun trust building yang penting dalam hubungan bilateral, termasuk pengembangan Islamic Center Solo yang juga bagian dari kerja sama ini,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Dia berharap, pengalaman internasional ini tidak berhenti sebagai formalitas perjalanan, tetapi benar-benar menjadi lompatan peningkatan kualitas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita berharap para peserta tidak hanya pulang dengan pengalaman, tetapi juga membawa pulang nilai tambah konkret dalam penguatan dakwah, dialog antaragama, dan pelayanan keagamaan di Indonesia,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Keberangkatan ini bertepatan dengan bulan Syawal. Semoga kemabruran Ramadan ikut mewarnai semangat kolaboratif dan integritas kerja selama mengikuti dauroh,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang penguatan kapasitas, tetapi juga pengalaman yang akan membekas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kegiatan dauroh ini menjadi kesempatan emas untuk menimba ilmu sekaligus memperluas wawasan internasional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti dimensi emosional dan spiritual dari program ini. &amp;ldquo;Saya kira ini tidak hanya penuh dengan ilmu, tapi juga sebuah perjalanan yang memberi pengalaman intelektual sekaligus spiritual yang tidak ditemukan di Indonesia,&amp;rdquo; tutur Ali.&#13;
&#13;
Ali menambahkan, program dauroh du&amp;rsquo;at ini merupakan angkatan kedua, setelah tahun lalu berhasil dilaksanakan dengan respons yang sangat positif dari peserta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita berharap program ini akan terus berlanjut dan berkembang sebagai bagian dari diplomasi keagamaan Indonesia yang moderat, inklusif, dan berwawasan global,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; &amp;ndash; Kementerian Agama&amp;nbsp;RI mengirimkan sebanyak 20 dai pilihan dari berbagai daerah untuk mengikuti program dauroh du&amp;rsquo;at atau pelatihan dakwah di Uni Emirat Arab (UEA). Program ini merupakan implementasi dari kerja sama resmi antar pemerintah (G2G) Republik Indonesia dan UEA.&#13;
&#13;
Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, mengatakan, keikutsertaan para peserta ini bukan semata sebagai individu, melainkan sebagai representasi diplomasi keagamaan Indonesia di kancah internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;20 peserta yang terpilih ini bukan hanya berdasarkan seleksi administratif, tetapi juga atas dasar rekam jejak pengabdian dan integritas dakwah. Mereka akan menjadi representasi wajah Islam Indonesia di level global,&amp;rdquo; ujar&amp;nbsp;Zayadi saat memberikan sambutan dalam&amp;nbsp;pelepasan dan pre-departure di Jakarta, dikutip Minggu (13/4/2025).&#13;
&#13;
Dijelaskannya, keikutsertaan puluhan dai dalam program ini memiliki dimensi strategis yang sangat penting.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Program ini merupakan implementasi langsung dari MoU antara Pemerintah Indonesia dan UEA. Maka, keberangkatan ini bersifat resmi dan strategis.&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana benchmarking bagi para dai. Pendekatan yang akan digunakan adalah metode 3N, yakni niteni (memperhatikan), niru (meniru praktik baik), dan nambahi (menambah nilai khas lokal).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kegiatan dauroh ini harus dimanfaatkan sebagai ajang benchmarking dakwah internasional. Kita tidak hanya belajar, tapi juga memperkaya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Zayadi juga menekankan pentingnya menjaga nama baik bangsa selama program tersebut berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan menjaga nama baik bangsa, kita sedang membangun trust building yang penting dalam hubungan bilateral, termasuk pengembangan Islamic Center Solo yang juga bagian dari kerja sama ini,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Dia berharap, pengalaman internasional ini tidak berhenti sebagai formalitas perjalanan, tetapi benar-benar menjadi lompatan peningkatan kualitas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita berharap para peserta tidak hanya pulang dengan pengalaman, tetapi juga membawa pulang nilai tambah konkret dalam penguatan dakwah, dialog antaragama, dan pelayanan keagamaan di Indonesia,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Keberangkatan ini bertepatan dengan bulan Syawal. Semoga kemabruran Ramadan ikut mewarnai semangat kolaboratif dan integritas kerja selama mengikuti dauroh,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang penguatan kapasitas, tetapi juga pengalaman yang akan membekas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kegiatan dauroh ini menjadi kesempatan emas untuk menimba ilmu sekaligus memperluas wawasan internasional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti dimensi emosional dan spiritual dari program ini. &amp;ldquo;Saya kira ini tidak hanya penuh dengan ilmu, tapi juga sebuah perjalanan yang memberi pengalaman intelektual sekaligus spiritual yang tidak ditemukan di Indonesia,&amp;rdquo; tutur Ali.&#13;
&#13;
Ali menambahkan, program dauroh du&amp;rsquo;at ini merupakan angkatan kedua, setelah tahun lalu berhasil dilaksanakan dengan respons yang sangat positif dari peserta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita berharap program ini akan terus berlanjut dan berkembang sebagai bagian dari diplomasi keagamaan Indonesia yang moderat, inklusif, dan berwawasan global,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
