<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen PPPA Kaget Kasus Pemerkosaan di RSHS Sudah Direncanakan Matang: Naik dari Tangga Darurat</title><description>Veronica Tan melihat langsung ruangan yang digunakan tersangka Priguna memerkosa korban, yaitu lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/14/337/3130724/wamen-pppa-kaget-kasus-pemerkosaan-di-rshs-sudah-direncanakan-matang-naik-dari-tangga-darurat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/14/337/3130724/wamen-pppa-kaget-kasus-pemerkosaan-di-rshs-sudah-direncanakan-matang-naik-dari-tangga-darurat"/><item><title>Wamen PPPA Kaget Kasus Pemerkosaan di RSHS Sudah Direncanakan Matang: Naik dari Tangga Darurat</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/14/337/3130724/wamen-pppa-kaget-kasus-pemerkosaan-di-rshs-sudah-direncanakan-matang-naik-dari-tangga-darurat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/14/337/3130724/wamen-pppa-kaget-kasus-pemerkosaan-di-rshs-sudah-direncanakan-matang-naik-dari-tangga-darurat</guid><pubDate>Senin 14 April 2025 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/14/337/3130724/veronica_tan_di_rshs_bandung-RQaW_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Veronica Tan di RSHS Bandung</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/14/337/3130724/veronica_tan_di_rshs_bandung-RQaW_large.JPG</image><title>Veronica Tan di RSHS Bandung</title></images><description>BANDUNG - Wakil Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Veronica Tan mengunjungi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) terkait kasus Priguna Anugerah Pratama (31) dokter PPDS Anestesi memerkosa pasien, Senin (14/4/2025).&#13;
&#13;
Dalam kunjungan itu, Veronica Tan melihat langsung ruangan yang digunakan tersangka Priguna memerkosa korban, yaitu lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi ketika kami mendatangi (lokasi kejadian). Itu adalah ruangan yang masih dalam proses perbaikan. Jadi itu ruangan di lantai yang belum dioperasikan,&amp;quot; kata Veronica Tan.&#13;
&#13;
Tersangka Priguna, ujar Veronica, diduga telah merencanakan aksi bejatnya tersebut. Sebab, tersangka Priguna mengetahui pasti celah untuk melakukan aksinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang ada ruangan-ruangan yang sudah menjadi perencanaan daripada si oknum itu (tersangka Priguna). (Priguna) udah tahu lewat tangga darurat, keluar dari lantai 6, naik tangga, terus masuk ke lantai 7 dan di (dilakukan) saat malam, tengah malam,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Veronica Tan membayangkan korban dalam kondisi tak berdaya karena dibius oleh pelaku Priguna. Korban diduga menuruti perintah Priguna karena tekanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya lagi membayangkan kondisi korban itu kan ayahnya lagi sakit. Mungkin saja diiming-iming, tidak usah bayar, saya bantuin darah, mencek kan. Saya membayangkan ya,&amp;quot; tutur Veronica Tan.&#13;
&#13;
Veronica mengatakan, di ruangan tempat pelaku mengeksekusi korban, dengan kondisi masih banyak perbaikan dan berantakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di ruangan notabene masih berantakan sebenarnya. Ranjang masih berantakan dan masih bocor-bocor gitu,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Veronica berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas terutama yang beraktivitas di rumah sakit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi di dalam rumah sakit itu sudah ada prosedur jadi prosedur apa itu semua, kalau sampai ada pasien-pasien yang diajak ke sesuatu ruangan yang tidak ada penjaganya, tidak ada siapapun, jangan mau. Jadi kita harus belajar sebagai masyarakat juga, harus belajar bahwa dimanapun kita berada,&amp;quot; ujar Veronica Tan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Wakil Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Veronica Tan mengunjungi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) terkait kasus Priguna Anugerah Pratama (31) dokter PPDS Anestesi memerkosa pasien, Senin (14/4/2025).&#13;
&#13;
Dalam kunjungan itu, Veronica Tan melihat langsung ruangan yang digunakan tersangka Priguna memerkosa korban, yaitu lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi ketika kami mendatangi (lokasi kejadian). Itu adalah ruangan yang masih dalam proses perbaikan. Jadi itu ruangan di lantai yang belum dioperasikan,&amp;quot; kata Veronica Tan.&#13;
&#13;
Tersangka Priguna, ujar Veronica, diduga telah merencanakan aksi bejatnya tersebut. Sebab, tersangka Priguna mengetahui pasti celah untuk melakukan aksinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang ada ruangan-ruangan yang sudah menjadi perencanaan daripada si oknum itu (tersangka Priguna). (Priguna) udah tahu lewat tangga darurat, keluar dari lantai 6, naik tangga, terus masuk ke lantai 7 dan di (dilakukan) saat malam, tengah malam,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Veronica Tan membayangkan korban dalam kondisi tak berdaya karena dibius oleh pelaku Priguna. Korban diduga menuruti perintah Priguna karena tekanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya lagi membayangkan kondisi korban itu kan ayahnya lagi sakit. Mungkin saja diiming-iming, tidak usah bayar, saya bantuin darah, mencek kan. Saya membayangkan ya,&amp;quot; tutur Veronica Tan.&#13;
&#13;
Veronica mengatakan, di ruangan tempat pelaku mengeksekusi korban, dengan kondisi masih banyak perbaikan dan berantakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di ruangan notabene masih berantakan sebenarnya. Ranjang masih berantakan dan masih bocor-bocor gitu,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Veronica berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas terutama yang beraktivitas di rumah sakit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi di dalam rumah sakit itu sudah ada prosedur jadi prosedur apa itu semua, kalau sampai ada pasien-pasien yang diajak ke sesuatu ruangan yang tidak ada penjaganya, tidak ada siapapun, jangan mau. Jadi kita harus belajar sebagai masyarakat juga, harus belajar bahwa dimanapun kita berada,&amp;quot; ujar Veronica Tan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
