<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digempur Pasukan Elite Kostrad, Pentolan Teroris Ini Menyerah dan Sebut OPM Terpecah Belah &amp;nbsp;</title><description>Pentolan teroris berinisial YSA ini sebelumnya tergabung dalam kelompok bersenjata pimpinan Zet Fattem.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/15/337/3130970/digempur-pasukan-elite-kostrad-pentolan-teroris-ini-menyerah-dan-sebut-opm-terpecah-belah-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/15/337/3130970/digempur-pasukan-elite-kostrad-pentolan-teroris-ini-menyerah-dan-sebut-opm-terpecah-belah-nbsp"/><item><title>Digempur Pasukan Elite Kostrad, Pentolan Teroris Ini Menyerah dan Sebut OPM Terpecah Belah &amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/15/337/3130970/digempur-pasukan-elite-kostrad-pentolan-teroris-ini-menyerah-dan-sebut-opm-terpecah-belah-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/15/337/3130970/digempur-pasukan-elite-kostrad-pentolan-teroris-ini-menyerah-dan-sebut-opm-terpecah-belah-nbsp</guid><pubDate>Selasa 15 April 2025 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/15/337/3130970/kkb-Ne2Q_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dikepung Pasukan Elite Kostrad, Pentolan Teroris Ini Menyerah dan Sebut OPM Terpecah Belah &amp;nbsp;</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/15/337/3130970/kkb-Ne2Q_large.jpg</image><title>Dikepung Pasukan Elite Kostrad, Pentolan Teroris Ini Menyerah dan Sebut OPM Terpecah Belah &amp;nbsp;</title></images><description>MAYBRAT &amp;mdash;Salah satu anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) &amp;nbsp;memutuskan untuk kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini sejalan dengan upaya TNI dalam menciptakan Papua yang damai semakin dirasakan oleh rakyat setempat.&#13;
&#13;
Pentolan teroris&amp;nbsp;berinisial YSA ini&amp;nbsp;sebelumnya tergabung dalam kelompok bersenjata pimpinan Zet Fattem. Dia memutuskan melarikan diri dari kelompoknya karena tekanan internal, kondisi hidup yang semakin sulit di hutan dan visi misi OPM sudah tidak sesuai dengan hati nuraninya sehingga saat ini telah terjadi perpecahan dalam kelompok.&#13;
&#13;
Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yakhya Wisnu A, menegaskan bahwa pendekatan persuasif adalah kunci keberhasilan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak melihat masa lalu, kami melihat harapan ke depan. NKRI terbuka untuk siapa pun anak bangsa yang ingin kembali,&amp;quot; ujar Dansatgas, Selasa (15/4/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota kelompok separatis lainnya untuk mengikuti jejak YSA, mengakhiri konflik dan turut serta membangun Papua yang damai dan sejahteraan&#13;
&#13;
Selain itu, keberadaan Satgas Batalyon Infanteri 501/Bajra Yudha (Yonif 501/BY), juga mendorong YSA untuk mengambil keputusan besar, meninggalkan kelompoknya dan kembali ke pelukan Ibu Pertiwi.&#13;
&#13;
Selanjutnya YSA secara resmi mengikuti prosesi pemutihan yang juga dihadiri oleh berbagai elemen penting.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Termasuk aparat pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, sebagai simbol penerimaan dan dukungan terhadap proses reintegrasi mantan anggota separatis ke dalam kehidupan masyarakat sipil.&#13;
&#13;
Keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari kombinasi strategi militer dan pendekatan humanis yang diterapkan oleh Satgas Yonif 501/BY sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat.&#13;
</description><content:encoded>MAYBRAT &amp;mdash;Salah satu anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) &amp;nbsp;memutuskan untuk kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini sejalan dengan upaya TNI dalam menciptakan Papua yang damai semakin dirasakan oleh rakyat setempat.&#13;
&#13;
Pentolan teroris&amp;nbsp;berinisial YSA ini&amp;nbsp;sebelumnya tergabung dalam kelompok bersenjata pimpinan Zet Fattem. Dia memutuskan melarikan diri dari kelompoknya karena tekanan internal, kondisi hidup yang semakin sulit di hutan dan visi misi OPM sudah tidak sesuai dengan hati nuraninya sehingga saat ini telah terjadi perpecahan dalam kelompok.&#13;
&#13;
Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yakhya Wisnu A, menegaskan bahwa pendekatan persuasif adalah kunci keberhasilan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak melihat masa lalu, kami melihat harapan ke depan. NKRI terbuka untuk siapa pun anak bangsa yang ingin kembali,&amp;quot; ujar Dansatgas, Selasa (15/4/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota kelompok separatis lainnya untuk mengikuti jejak YSA, mengakhiri konflik dan turut serta membangun Papua yang damai dan sejahteraan&#13;
&#13;
Selain itu, keberadaan Satgas Batalyon Infanteri 501/Bajra Yudha (Yonif 501/BY), juga mendorong YSA untuk mengambil keputusan besar, meninggalkan kelompoknya dan kembali ke pelukan Ibu Pertiwi.&#13;
&#13;
Selanjutnya YSA secara resmi mengikuti prosesi pemutihan yang juga dihadiri oleh berbagai elemen penting.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Termasuk aparat pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, sebagai simbol penerimaan dan dukungan terhadap proses reintegrasi mantan anggota separatis ke dalam kehidupan masyarakat sipil.&#13;
&#13;
Keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari kombinasi strategi militer dan pendekatan humanis yang diterapkan oleh Satgas Yonif 501/BY sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
