<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak-Anak di Gaza Bertahan Hidup dengan Makan Kurang dari Sekali dalam Sehari</title><description>Serangan Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan anak-anak Palestina bertahan hidup dengan kurang dari satu kali makan sehari.   &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/19/18/3132121/anak-anak-di-gaza-bertahan-hidup-dengan-makan-kurang-dari-sekali-dalam-sehari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/19/18/3132121/anak-anak-di-gaza-bertahan-hidup-dengan-makan-kurang-dari-sekali-dalam-sehari"/><item><title>Anak-Anak di Gaza Bertahan Hidup dengan Makan Kurang dari Sekali dalam Sehari</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/19/18/3132121/anak-anak-di-gaza-bertahan-hidup-dengan-makan-kurang-dari-sekali-dalam-sehari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/19/18/3132121/anak-anak-di-gaza-bertahan-hidup-dengan-makan-kurang-dari-sekali-dalam-sehari</guid><pubDate>Sabtu 19 April 2025 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/19/18/3132121/anak_anak_di_gaza-qGUS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak-Anak di Gaza Bertahan Hidup dengan Makan Kurang dari Sekali dalam Sehari (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/19/18/3132121/anak_anak_di_gaza-qGUS_large.jpg</image><title>Anak-Anak di Gaza Bertahan Hidup dengan Makan Kurang dari Sekali dalam Sehari (Reuters)</title></images><description>GAZA - Pengepungan dan pengeboman total Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan anak-anak Palestina bertahan hidup dengan kurang dari satu kali makan sehari. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Kekurangan Makanan&#13;
&#13;
Sistem bantuan kemanusiaan di Gaza &amp;quot;menghadapi keruntuhan total&amp;quot; karena operasi militer Israel selama 18 bulan dan pemberlakuan blokade penuh baru-baru ini bulan lalu. Demikian pernyataan bersama dari kelompok bantuan di Gaza.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diperkirakan 95 persen dari 43 kelompok bantuan internasional dan Palestina telah menangguhkan atau menghentikan layanan mereka di Gaza karena pengeboman yang membabi buta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengeboman yang meluas dan membabi buta yang membuat pergerakan menjadi sangat berbahaya,&amp;quot; katanya, melansir Al Jazeera, Sabtu (19/4/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak makan kurang dari satu kali makan sehari dan berjuang untuk mendapatkan makanan berikutnya,&amp;quot; kata Kepala Kebijakan Kelompok Bantuan Oxfam, Bushra Khalil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua orang hanya makan makanan kalengan. Malnutrisi dan daerah-daerah kelaparan jelas terjadi di Gaza,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Koordinator Tanggap Darurat di Gaza untuk Doctors Without Borders, Amande Bazerolle menambahkan, para pekerja bantuan terpaksa menyaksikan orang-orang, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, menderita dan meninggal sambil menanggung beban berat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beban yang tidak mungkin untuk memberikan bantuan dengan persediaan yang menipis&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bukan kegagalan kemanusiaan. Ini adalah pilihan politik, dan serangan yang disengaja terhadap kemampuan masyarakat untuk bertahan hidup, yang dilakukan dengan impunitas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kehabisan Susu Formula&#13;
&#13;
Di Kota Gaza, Al Jazeera melaporkan pada hari Jumat bahwa daerah kantong itu kehabisan susu formula bayi, yang menyebabkan anak-anak dan balita kekurangan gizi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah melihat banyak kasus kekurangan gizi yang parah. Keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan paling dasar mereka, bahkan untuk yang paling rentan &amp;ndash; anak-anak dan bayi yang baru lahir. Susu formula bayi sebagian besar tidak tersedia di pasar dan apotek,&amp;quot; lapor Al Jazeera.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gaza dengan cepat kehabisan semua kebutuhan.&amp;quot;&#13;
&#13;
Di luar Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah, warga Palestina mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka kehilangan anak-anak mereka karena kekurangan gizi.&#13;
&#13;
Fadi Ahmed, yang kehilangan putranya, mengatakan staf rumah sakit menemukan infeksi di paru-paru anaknya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Infeksi parah di paru-paru anak laki-laki itu, yang menyebabkan kekurangan oksigen yang parah dalam darahnya,&amp;quot; ujarnya..&#13;
&#13;
&amp;quot;Kelemahan dan kekurangan gizi parah anak laki-laki itu menyebabkan ketidakmampuannya untuk melawan dan kemudian kematiannya ... setelah menghabiskan satu minggu di rumah sakit.&amp;quot;&#13;
&#13;
Intisar Hamdan, seorang nenek, mengatakan dia kehilangan cucunya karena orang tuanya tidak dapat menemukan susu selama tiga hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak tidak hanya menderita kekurangan gizi, tetapi juga komplikasi medis serius dan penyakit yang tidak dapat dengan mudah diobati dan membutuhkan persediaan medis yang langka,&amp;quot; Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera melaporkan.&#13;
&#13;
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 60.000 anak dianggap kekurangan gizi di wilayah Palestina.&#13;
&#13;
Kelompok bantuan tersebut mengatakan Gaza memegang rekor sebagai &amp;quot;tempat paling mematikan di dunia bagi pekerja kemanusiaan&amp;quot;, yang membuatnya semakin sulit untuk memberikan layanan kepada anak-anak.&#13;
&#13;
Sejak Oktober 2023, lebih dari 400 pekerja bantuan dan 1.300 pekerja kesehatan telah tewas di Gaza, meskipun ada persyaratan berdasarkan hukum humaniter internasional agar pekerja kemanusiaan dan kesehatan dilindungi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembunuhan baru-baru ini terhadap 15 paramedis dan pekerja penyelamat Palestina, yang jasadnya ditemukan terkubur di kuburan massal, memicu kemarahan global, tetapi banyak pelanggaran dan serangan tidak dilaporkan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Kelompok bantuan tersebut menyerukan kepada Israel dan kelompok bersenjata Palestina untuk menjamin keselamatan staf mereka dan mengizinkan akses bantuan yang aman dan &amp;quot;tanpa hambatan ke dan melintasi Gaza&amp;quot;, dan bagi para pemimpin dunia untuk menentang pembatasan bantuan lebih lanjut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>GAZA - Pengepungan dan pengeboman total Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan anak-anak Palestina bertahan hidup dengan kurang dari satu kali makan sehari. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Kekurangan Makanan&#13;
&#13;
Sistem bantuan kemanusiaan di Gaza &amp;quot;menghadapi keruntuhan total&amp;quot; karena operasi militer Israel selama 18 bulan dan pemberlakuan blokade penuh baru-baru ini bulan lalu. Demikian pernyataan bersama dari kelompok bantuan di Gaza.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diperkirakan 95 persen dari 43 kelompok bantuan internasional dan Palestina telah menangguhkan atau menghentikan layanan mereka di Gaza karena pengeboman yang membabi buta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengeboman yang meluas dan membabi buta yang membuat pergerakan menjadi sangat berbahaya,&amp;quot; katanya, melansir Al Jazeera, Sabtu (19/4/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak makan kurang dari satu kali makan sehari dan berjuang untuk mendapatkan makanan berikutnya,&amp;quot; kata Kepala Kebijakan Kelompok Bantuan Oxfam, Bushra Khalil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua orang hanya makan makanan kalengan. Malnutrisi dan daerah-daerah kelaparan jelas terjadi di Gaza,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Koordinator Tanggap Darurat di Gaza untuk Doctors Without Borders, Amande Bazerolle menambahkan, para pekerja bantuan terpaksa menyaksikan orang-orang, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, menderita dan meninggal sambil menanggung beban berat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beban yang tidak mungkin untuk memberikan bantuan dengan persediaan yang menipis&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bukan kegagalan kemanusiaan. Ini adalah pilihan politik, dan serangan yang disengaja terhadap kemampuan masyarakat untuk bertahan hidup, yang dilakukan dengan impunitas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kehabisan Susu Formula&#13;
&#13;
Di Kota Gaza, Al Jazeera melaporkan pada hari Jumat bahwa daerah kantong itu kehabisan susu formula bayi, yang menyebabkan anak-anak dan balita kekurangan gizi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah melihat banyak kasus kekurangan gizi yang parah. Keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan paling dasar mereka, bahkan untuk yang paling rentan &amp;ndash; anak-anak dan bayi yang baru lahir. Susu formula bayi sebagian besar tidak tersedia di pasar dan apotek,&amp;quot; lapor Al Jazeera.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gaza dengan cepat kehabisan semua kebutuhan.&amp;quot;&#13;
&#13;
Di luar Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah, warga Palestina mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka kehilangan anak-anak mereka karena kekurangan gizi.&#13;
&#13;
Fadi Ahmed, yang kehilangan putranya, mengatakan staf rumah sakit menemukan infeksi di paru-paru anaknya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Infeksi parah di paru-paru anak laki-laki itu, yang menyebabkan kekurangan oksigen yang parah dalam darahnya,&amp;quot; ujarnya..&#13;
&#13;
&amp;quot;Kelemahan dan kekurangan gizi parah anak laki-laki itu menyebabkan ketidakmampuannya untuk melawan dan kemudian kematiannya ... setelah menghabiskan satu minggu di rumah sakit.&amp;quot;&#13;
&#13;
Intisar Hamdan, seorang nenek, mengatakan dia kehilangan cucunya karena orang tuanya tidak dapat menemukan susu selama tiga hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak tidak hanya menderita kekurangan gizi, tetapi juga komplikasi medis serius dan penyakit yang tidak dapat dengan mudah diobati dan membutuhkan persediaan medis yang langka,&amp;quot; Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera melaporkan.&#13;
&#13;
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 60.000 anak dianggap kekurangan gizi di wilayah Palestina.&#13;
&#13;
Kelompok bantuan tersebut mengatakan Gaza memegang rekor sebagai &amp;quot;tempat paling mematikan di dunia bagi pekerja kemanusiaan&amp;quot;, yang membuatnya semakin sulit untuk memberikan layanan kepada anak-anak.&#13;
&#13;
Sejak Oktober 2023, lebih dari 400 pekerja bantuan dan 1.300 pekerja kesehatan telah tewas di Gaza, meskipun ada persyaratan berdasarkan hukum humaniter internasional agar pekerja kemanusiaan dan kesehatan dilindungi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembunuhan baru-baru ini terhadap 15 paramedis dan pekerja penyelamat Palestina, yang jasadnya ditemukan terkubur di kuburan massal, memicu kemarahan global, tetapi banyak pelanggaran dan serangan tidak dilaporkan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Kelompok bantuan tersebut menyerukan kepada Israel dan kelompok bersenjata Palestina untuk menjamin keselamatan staf mereka dan mengizinkan akses bantuan yang aman dan &amp;quot;tanpa hambatan ke dan melintasi Gaza&amp;quot;, dan bagi para pemimpin dunia untuk menentang pembatasan bantuan lebih lanjut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
