<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Macet Horor di Tanjung Priok, Pramono Ngamuk ke Pelindo dan Operator</title><description>Hal ini menunjukkan bahwa ketidakprofesionalan pengelola yang ada di Tanjung Priok&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/19/338/3132062/macet-horor-di-tanjung-priok-pramono-ngamuk-ke-pelindo-dan-operator</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/19/338/3132062/macet-horor-di-tanjung-priok-pramono-ngamuk-ke-pelindo-dan-operator"/><item><title>Macet Horor di Tanjung Priok, Pramono Ngamuk ke Pelindo dan Operator</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/19/338/3132062/macet-horor-di-tanjung-priok-pramono-ngamuk-ke-pelindo-dan-operator</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/19/338/3132062/macet-horor-di-tanjung-priok-pramono-ngamuk-ke-pelindo-dan-operator</guid><pubDate>Sabtu 19 April 2025 09:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/19/338/3132062/pramono_anung-7QGU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Macet Horor di Tanjung Priok, Pramono Ngamuk ke Pelindo dan Operator</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/19/338/3132062/pramono_anung-7QGU_large.jpg</image><title>Macet Horor di Tanjung Priok, Pramono Ngamuk ke Pelindo dan Operator</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung telah menginstruksikan Kadishub Jakarta, Syafrin Liputo untuk memberikan teguran keras ke pihak Pelindo ataupun operator di Tanjung Priok. Namun jika diperlukan, dia akan&amp;nbsp;berkirim surat langsung ke dua pihak tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menunjukkan bahwa ketidakprofesionalan pengelola yang ada di Tanjung Priok. Saya sudah meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk memberikan teguran sekeras-kerasnya,&amp;quot; tegas&amp;nbsp;Pram pada wartawan di Balai Kota Jakarta, Sabtu (19/4/2025).&#13;
&#13;
Dikatakannya, teguran tersebut dilayangkan karena kemacetan sudah terjadi selama 3 hari belakangan, dimana mana hal itu tak boleh terjadi kembali. Pihak Pelindo pun sudah secara terbuka meminta maaf, hanya saja permintaan maaf belaka tidaklah cukup.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan tadi saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan, kalau diperlukan saya akan berkirim surat kepada Pelindo untuk memberikan peringatan sekeras-kerasnya atau cukup dengan Kepala Dinas. Terpenting ini tidak boleh terjadi kembali,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena sudah 3 hari kemacetan, ini gak boleh terjadi kembali. Pelindo secara terbuka sudah meminta maaf, baik kepada pemerintah Jakarta yang terkena ekses dari hal tersebut maupun kepada masyarakat,&amp;quot; lanjut&amp;nbsp; Pram.&#13;
&#13;
Pram menambahkan, pihak Pelindo dan operator di Tanjung Priok beralasan peristiwa di Tanjung Priok itu terjadi karena adanya libur panjang selama 3 hari berturut-turut ditambah pasca libur Lebaran 2025 kemarin. Namun, semua itu justru berdampak pada masyarakat luas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Walaupun mereka mengatakan karena ada libur panjang 3 hari berturut-turut,&amp;quot;ujar politikus PDIP tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian habis Lebaran Idul Fitri mereka mau memanfaatkan itu, tetapi sekali lagi dampaknya kepada orang yang menggunakan transportasi di dalam Jakarta dampaknya luar biasa,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung telah menginstruksikan Kadishub Jakarta, Syafrin Liputo untuk memberikan teguran keras ke pihak Pelindo ataupun operator di Tanjung Priok. Namun jika diperlukan, dia akan&amp;nbsp;berkirim surat langsung ke dua pihak tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menunjukkan bahwa ketidakprofesionalan pengelola yang ada di Tanjung Priok. Saya sudah meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk memberikan teguran sekeras-kerasnya,&amp;quot; tegas&amp;nbsp;Pram pada wartawan di Balai Kota Jakarta, Sabtu (19/4/2025).&#13;
&#13;
Dikatakannya, teguran tersebut dilayangkan karena kemacetan sudah terjadi selama 3 hari belakangan, dimana mana hal itu tak boleh terjadi kembali. Pihak Pelindo pun sudah secara terbuka meminta maaf, hanya saja permintaan maaf belaka tidaklah cukup.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan tadi saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan, kalau diperlukan saya akan berkirim surat kepada Pelindo untuk memberikan peringatan sekeras-kerasnya atau cukup dengan Kepala Dinas. Terpenting ini tidak boleh terjadi kembali,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena sudah 3 hari kemacetan, ini gak boleh terjadi kembali. Pelindo secara terbuka sudah meminta maaf, baik kepada pemerintah Jakarta yang terkena ekses dari hal tersebut maupun kepada masyarakat,&amp;quot; lanjut&amp;nbsp; Pram.&#13;
&#13;
Pram menambahkan, pihak Pelindo dan operator di Tanjung Priok beralasan peristiwa di Tanjung Priok itu terjadi karena adanya libur panjang selama 3 hari berturut-turut ditambah pasca libur Lebaran 2025 kemarin. Namun, semua itu justru berdampak pada masyarakat luas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Walaupun mereka mengatakan karena ada libur panjang 3 hari berturut-turut,&amp;quot;ujar politikus PDIP tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian habis Lebaran Idul Fitri mereka mau memanfaatkan itu, tetapi sekali lagi dampaknya kepada orang yang menggunakan transportasi di dalam Jakarta dampaknya luar biasa,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
