<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kunjungan Serdik Sespimmen Polri ke Jokowi Dinilai Hal Biasa, Bukan Keberpihakan Politik</title><description>Terlebih, para peserta didik Sespimen maupun Sespimti bebas menggali ilmunya dari siapapun.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/21/337/3132481/kunjungan-serdik-sespimmen-polri-ke-jokowi-dinilai-hal-biasa-bukan-keberpihakan-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/21/337/3132481/kunjungan-serdik-sespimmen-polri-ke-jokowi-dinilai-hal-biasa-bukan-keberpihakan-politik"/><item><title>Kunjungan Serdik Sespimmen Polri ke Jokowi Dinilai Hal Biasa, Bukan Keberpihakan Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/21/337/3132481/kunjungan-serdik-sespimmen-polri-ke-jokowi-dinilai-hal-biasa-bukan-keberpihakan-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/21/337/3132481/kunjungan-serdik-sespimmen-polri-ke-jokowi-dinilai-hal-biasa-bukan-keberpihakan-politik</guid><pubDate>Senin 21 April 2025 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/21/337/3132481/ilustrasi_institusi_polri-HK1i_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Institusi Polri. Foto: Dok Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/21/337/3132481/ilustrasi_institusi_polri-HK1i_large.jpg</image><title>Ilustrasi Institusi Polri. Foto: Dok Okezone.</title></images><description>JAKARTA - Eks Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti menganggap, bahwa kunjungan sejumlah perwira polisi peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) kepada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bukan keberpihakan politik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menilai hal tersebut positif. Dalam menentukan akan mengunjungi siapa, tentu saja hal tersebut sudah dibicarakan dan disepakati bersama sesuai dengan kebutuhan pendidikan,&amp;quot; katanya kepada wartawan, Senin (21/4/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya kunjungan untuk meminta masukan dan berdiskusi itu sangat relevan dilakukan oleh Serdik Sespimmen kepada Jokowi. Terlebih, para peserta didik Sespimen maupun Sespimti bebas menggali ilmunya dari siapapun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu pada masa pendidikan sebagai pemimpin, anggota Polri wajib menggali ilmu sekaligus pengalaman dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, dan tokoh-tokoh yang dianggap dapat memberikan ilmunya, agar nantinya sebagai anggota Polri dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Poengky pun mengakui bahwa pada masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo sangat perhatian pada Polri, termasuk anggaran Polri yang mengalami kenaikan signifikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga Polri dapat melakukan modernisasi institusi dengan lebih baik dan kesejahteraan anggota Polri juga lebih baik, sehingga Polri dapat lebih bermanfaat bagi Rakyat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 jelas sangat memahami dan memiliki ilmu mengenai keamanan dalam negeri yang dapat dibagikan kepada siapapun yang membutuhkan, termasuk kepada anggota Polri peserta didik Sespimen,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Poengky kembali menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak menunjukkan keberpihakan politik dan loyalitas ganda. &amp;quot;Saya menganggap relevan jika mereka berdiskusi dengan Pak Jokowi. Saya tidak menganggap hal tersebut menunjukkan keberpihakan Polri pada politik dan loyalitas ganda,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam mencari ilmu, kita bebas berdiskusi dengan siapapun. Justru jika ada pembatasan seseorang dalam mencari ilmu, hal tersebut yang justru melanggar hak seseorang untuk pintar,&amp;quot; sambungnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Oleh karenanya, Poengky menilai bahwa kunjungan tersebut merupakan hal biasa, dan tidak perlu diperdebatkan. &amp;quot;Saya menganggap kunjungan peserta Sespimen Polri ke kediaman Presiden ke-7 RI Bapak Joko Widodo untuk bersilaturahmi dan berdiskusi, adalah suatu hal yang biasa dan tidak perlu disikapi terlalu sensitif dan penuh prasangka, karena hal tersebut justru akan membuat kita terkotak-kotak,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Eks Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti menganggap, bahwa kunjungan sejumlah perwira polisi peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) kepada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bukan keberpihakan politik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menilai hal tersebut positif. Dalam menentukan akan mengunjungi siapa, tentu saja hal tersebut sudah dibicarakan dan disepakati bersama sesuai dengan kebutuhan pendidikan,&amp;quot; katanya kepada wartawan, Senin (21/4/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya kunjungan untuk meminta masukan dan berdiskusi itu sangat relevan dilakukan oleh Serdik Sespimmen kepada Jokowi. Terlebih, para peserta didik Sespimen maupun Sespimti bebas menggali ilmunya dari siapapun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu pada masa pendidikan sebagai pemimpin, anggota Polri wajib menggali ilmu sekaligus pengalaman dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, dan tokoh-tokoh yang dianggap dapat memberikan ilmunya, agar nantinya sebagai anggota Polri dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Poengky pun mengakui bahwa pada masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo sangat perhatian pada Polri, termasuk anggaran Polri yang mengalami kenaikan signifikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga Polri dapat melakukan modernisasi institusi dengan lebih baik dan kesejahteraan anggota Polri juga lebih baik, sehingga Polri dapat lebih bermanfaat bagi Rakyat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 jelas sangat memahami dan memiliki ilmu mengenai keamanan dalam negeri yang dapat dibagikan kepada siapapun yang membutuhkan, termasuk kepada anggota Polri peserta didik Sespimen,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Poengky kembali menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak menunjukkan keberpihakan politik dan loyalitas ganda. &amp;quot;Saya menganggap relevan jika mereka berdiskusi dengan Pak Jokowi. Saya tidak menganggap hal tersebut menunjukkan keberpihakan Polri pada politik dan loyalitas ganda,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam mencari ilmu, kita bebas berdiskusi dengan siapapun. Justru jika ada pembatasan seseorang dalam mencari ilmu, hal tersebut yang justru melanggar hak seseorang untuk pintar,&amp;quot; sambungnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Oleh karenanya, Poengky menilai bahwa kunjungan tersebut merupakan hal biasa, dan tidak perlu diperdebatkan. &amp;quot;Saya menganggap kunjungan peserta Sespimen Polri ke kediaman Presiden ke-7 RI Bapak Joko Widodo untuk bersilaturahmi dan berdiskusi, adalah suatu hal yang biasa dan tidak perlu disikapi terlalu sensitif dan penuh prasangka, karena hal tersebut justru akan membuat kita terkotak-kotak,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
