<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kardinal Ignatius: Paus Fransiskus Agung karena Kesederhanaannya, Bukan Kekuasaannya</title><description>Uskup Agung Keuskupan Jakarta, Kardinal Romo Ignatius Suharyo mengenang sosok Pemimpin Katolik Dunia, Paus Fransiskus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/21/337/3132650/kardinal-ignatius-paus-fransiskus-agung-karena-kesederhanaannya-bukan-kekuasaannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/21/337/3132650/kardinal-ignatius-paus-fransiskus-agung-karena-kesederhanaannya-bukan-kekuasaannya"/><item><title>Kardinal Ignatius: Paus Fransiskus Agung karena Kesederhanaannya, Bukan Kekuasaannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/21/337/3132650/kardinal-ignatius-paus-fransiskus-agung-karena-kesederhanaannya-bukan-kekuasaannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/21/337/3132650/kardinal-ignatius-paus-fransiskus-agung-karena-kesederhanaannya-bukan-kekuasaannya</guid><pubDate>Senin 21 April 2025 20:28 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/21/337/3132650/paus_fransiskus-EAnV_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/21/337/3132650/paus_fransiskus-EAnV_large.JPG</image><title>Paus Fransiskus (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Uskup Agung Keuskupan Jakarta, Kardinal Romo Ignatius Suharyo mengenang sosok Pemimpin Katolik Dunia, Paus Fransiskus. Ia menyebut Paus Fransiskus sangat mencolok atas sifat kesederhanaannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Betul. Yang sangat mencolok dari pribadi Paus Fransiskus adalah kesederhanaannya,&amp;quot; ucap Ignatius di Gereja Katedral Jakarta, Senin (21/4/2025).&#13;
&#13;
Salah satunya tercermin dari penyederhanaan upacara pemakaman Paus yang ditekan oleh Paus Fransiskus itu sendiri. Menurutnya, Paus Fransiskus tidak ingin upacara pemakaman dirinya menampilkan sebuah kemegahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi bukan hanya ketika beliau masih ada di dunia, tapi bahkan ketika beliau sudah berpulang, tidak ingin upacara pemakamannya itu menampilkan kemegahan,&amp;quot; jelas dia.&#13;
&#13;
Segelintir sikap kesederhanaan itulah, menurut Ignatius yang menjadikannya sosok agung dan mulia. Ignatius menyebut Paus Fransiskus selalu memilih hal-hal sederhana selama masa hidupnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi beliau itu agung mulia bukan karena kekuasaan yang beliau punya seperti kepala negara, tapi justru kesederhanaan. Dan kesederhanaan itu tampak dalam pilihan-pilihan hidupnya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Paus Fransiskus bahkan menolak untuk tinggal di Istana Kepausan dan memilih untuk tinggal bersama pelayan Vatikan. Ignatius menyebut sikap ini menunjukkan kemauan untuk mengubah wajah Gereja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita semua tahu beliau tidak tinggal di Istana Kepausan, tapi tinggal di Casa Santa Marta, itu hotel di dalam kota Vatikan, tinggal bersama pelayan-pelayan Vatikan yang tinggal di situ,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bukan hanya masalah tempat tinggal, ini sesuatu yang sangat simbolik. Beliau ingin mengubah wajah gereja yang monarkis menjadi gereja yang melayani,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Uskup Agung Keuskupan Jakarta, Kardinal Romo Ignatius Suharyo mengenang sosok Pemimpin Katolik Dunia, Paus Fransiskus. Ia menyebut Paus Fransiskus sangat mencolok atas sifat kesederhanaannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Betul. Yang sangat mencolok dari pribadi Paus Fransiskus adalah kesederhanaannya,&amp;quot; ucap Ignatius di Gereja Katedral Jakarta, Senin (21/4/2025).&#13;
&#13;
Salah satunya tercermin dari penyederhanaan upacara pemakaman Paus yang ditekan oleh Paus Fransiskus itu sendiri. Menurutnya, Paus Fransiskus tidak ingin upacara pemakaman dirinya menampilkan sebuah kemegahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi bukan hanya ketika beliau masih ada di dunia, tapi bahkan ketika beliau sudah berpulang, tidak ingin upacara pemakamannya itu menampilkan kemegahan,&amp;quot; jelas dia.&#13;
&#13;
Segelintir sikap kesederhanaan itulah, menurut Ignatius yang menjadikannya sosok agung dan mulia. Ignatius menyebut Paus Fransiskus selalu memilih hal-hal sederhana selama masa hidupnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi beliau itu agung mulia bukan karena kekuasaan yang beliau punya seperti kepala negara, tapi justru kesederhanaan. Dan kesederhanaan itu tampak dalam pilihan-pilihan hidupnya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Paus Fransiskus bahkan menolak untuk tinggal di Istana Kepausan dan memilih untuk tinggal bersama pelayan Vatikan. Ignatius menyebut sikap ini menunjukkan kemauan untuk mengubah wajah Gereja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita semua tahu beliau tidak tinggal di Istana Kepausan, tapi tinggal di Casa Santa Marta, itu hotel di dalam kota Vatikan, tinggal bersama pelayan-pelayan Vatikan yang tinggal di situ,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bukan hanya masalah tempat tinggal, ini sesuatu yang sangat simbolik. Beliau ingin mengubah wajah gereja yang monarkis menjadi gereja yang melayani,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
