<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BGN Bakal Telusuri Penyebab Keracunan Massal MBG di Cianjur</title><description>Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjenguk siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur, Jawa Barat, yang diduga mengalami keracunan massal&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/23/337/3133182/kepala-bgn-bakal-telusuri-penyebab-keracunan-massal-mbg-di-cianjur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/23/337/3133182/kepala-bgn-bakal-telusuri-penyebab-keracunan-massal-mbg-di-cianjur"/><item><title>Kepala BGN Bakal Telusuri Penyebab Keracunan Massal MBG di Cianjur</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/23/337/3133182/kepala-bgn-bakal-telusuri-penyebab-keracunan-massal-mbg-di-cianjur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/23/337/3133182/kepala-bgn-bakal-telusuri-penyebab-keracunan-massal-mbg-di-cianjur</guid><pubDate>Rabu 23 April 2025 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/23/337/3133182/kepala_bgn_dadan_hindayana_menjenguk_siswa_man_1_dan_smp_pgri_1_cianjur-59Gq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BGN Dadan Hindayana menjenguk siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/23/337/3133182/kepala_bgn_dadan_hindayana_menjenguk_siswa_man_1_dan_smp_pgri_1_cianjur-59Gq_large.jpg</image><title>Kepala BGN Dadan Hindayana menjenguk siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjenguk siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur, Jawa Barat, yang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program makan bergizi gratis (MBG).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pagi ini Rabu 23 April 2025, saya berangkat ke Cianjur, Jawa Barat untuk mengecek SPPG Cianjur dan menemui anak-anak kita para pelajar, guru, tenaga kesehatan dan saudara kita lainnya,&amp;rdquo; kata Dadan dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025).&#13;
&#13;
Dadan mengungkapkan, musibah keracunan ini adalah kejadian pertama. Pihaknya pun masih menelusuri penyebab kejadian tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Musibah keracunan ini adalah kejadian pertama. Berbagai penyebab terus kami telusuri dengan teliti,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan, setiap hari SPPG Cianjur memproduksi 2071 porsi hingga 3.470 porsi Makan Bergizi Gratis untuk pemenuhan gizi anak-anak di 9 sekolah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jumlah siswa yang terdampak akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis, yaitu 52 dari 788 siswa MAN 1 dan 20 dari 167 Siswa SMP PGRI 1. Semuanya telah ditangani dengan baik,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Puluhan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur, Jawa Barat diduga keracunan massal seusai menyantap makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (21/4/2025). Para pelajar tersebut dirawat di dua rumah sakit yakni 28 siswa dirawat di RSUD Sayang Cianjur dan 10 pelajar dirawat di RS Bhayangkara Cianjur.&#13;
&#13;
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Frida Layla Yahya mengatakan, puluhan pelajar yang dirawat tersebut rata-rata mengeluhkan gejala meyerupai keracunan, seperti pusing, mual, muntah, hingga diare.&#13;
&#13;
&amp;quot;Para pelajar tersebut mengeluhkan keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di sekolah. Namun berbeda-beda ada yang mengalami gejalanya disekolah dan ada juga yang merasakan sakit setelah di rumah. Jadi kemungkinan ada yang masih dirawat di rumah atau di Puskesmas,&amp;quot; terang Frida.&#13;
&#13;
Dia mengimbau kepada Puskesmas untuk mendata pasien yang diduga mengalami keracunan, terutama pelajar untuk memastikan jumlah korban.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjenguk siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur, Jawa Barat, yang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program makan bergizi gratis (MBG).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pagi ini Rabu 23 April 2025, saya berangkat ke Cianjur, Jawa Barat untuk mengecek SPPG Cianjur dan menemui anak-anak kita para pelajar, guru, tenaga kesehatan dan saudara kita lainnya,&amp;rdquo; kata Dadan dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025).&#13;
&#13;
Dadan mengungkapkan, musibah keracunan ini adalah kejadian pertama. Pihaknya pun masih menelusuri penyebab kejadian tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Musibah keracunan ini adalah kejadian pertama. Berbagai penyebab terus kami telusuri dengan teliti,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan, setiap hari SPPG Cianjur memproduksi 2071 porsi hingga 3.470 porsi Makan Bergizi Gratis untuk pemenuhan gizi anak-anak di 9 sekolah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jumlah siswa yang terdampak akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis, yaitu 52 dari 788 siswa MAN 1 dan 20 dari 167 Siswa SMP PGRI 1. Semuanya telah ditangani dengan baik,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Puluhan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur, Jawa Barat diduga keracunan massal seusai menyantap makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (21/4/2025). Para pelajar tersebut dirawat di dua rumah sakit yakni 28 siswa dirawat di RSUD Sayang Cianjur dan 10 pelajar dirawat di RS Bhayangkara Cianjur.&#13;
&#13;
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Frida Layla Yahya mengatakan, puluhan pelajar yang dirawat tersebut rata-rata mengeluhkan gejala meyerupai keracunan, seperti pusing, mual, muntah, hingga diare.&#13;
&#13;
&amp;quot;Para pelajar tersebut mengeluhkan keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di sekolah. Namun berbeda-beda ada yang mengalami gejalanya disekolah dan ada juga yang merasakan sakit setelah di rumah. Jadi kemungkinan ada yang masih dirawat di rumah atau di Puskesmas,&amp;quot; terang Frida.&#13;
&#13;
Dia mengimbau kepada Puskesmas untuk mendata pasien yang diduga mengalami keracunan, terutama pelajar untuk memastikan jumlah korban.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
