<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu Terus Pantau Keselamatan WNI Pasca-Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Bandar Abbas Iran</title><description>Ledakan dahsyat yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee, Iran menewaskan belasan orang dan ratusan luka-luka.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/28/337/3134268/kemlu-terus-pantau-keselamatan-wni-pasca-ledakan-dahsyat-di-pelabuhan-bandar-abbas-iran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/28/337/3134268/kemlu-terus-pantau-keselamatan-wni-pasca-ledakan-dahsyat-di-pelabuhan-bandar-abbas-iran"/><item><title>Kemlu Terus Pantau Keselamatan WNI Pasca-Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Bandar Abbas Iran</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/28/337/3134268/kemlu-terus-pantau-keselamatan-wni-pasca-ledakan-dahsyat-di-pelabuhan-bandar-abbas-iran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/28/337/3134268/kemlu-terus-pantau-keselamatan-wni-pasca-ledakan-dahsyat-di-pelabuhan-bandar-abbas-iran</guid><pubDate>Senin 28 April 2025 03:03 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/27/337/3134268/ledakan_dahsyat_di_pelabuhan_iran-FQG9_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Iran </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/27/337/3134268/ledakan_dahsyat_di_pelabuhan_iran-FQG9_large.JPG</image><title>Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Iran </title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Ledakan dahsyat yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee, Iran menewaskan belasan orang dan ratusan luka-luka. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat tidak warga negara asal Indonesia yang dilaporkan menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KBRI Tehran melaporkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan WNI menjadi korban ledakan tersebut,&amp;rdquo; kata Jubir Kemlu Rolliansyah Soemirat saat dikonfirmasi, Minggu (27/4/2025).&#13;
&#13;
Roy menjelaskan, setidaknya ada 385 WNI yang berada di Iran. Sebagian besar dari WNI itu merupakan mahasiswa dan tinggal di Tehran Ibu Kota Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terdapat 385 WNI berada di Iran. Sebagian besar mahasiswa tinggal di Qom dan banyak WNI lainnya tinggal di Tehran, Ibu Kota Iran. Tidak ada WNI tinggal di Bandar Abbas,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Roy menerangkan, Bandar Abbas merupakan daerah pelabuhan penting di Iran yang berbatasan dengan Qatar dan PEA. Tahun lalu, terdapat 2 WNI yang menjadi ABK di Bandar Abbas, namun keduanya sudah kembali ke Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KBRI Tehran telah berkoordinasi dengan Otoritas di Iran dan komunitas WNI di berbagai wilayah di Iran untuk memastikan keselamatan mereka,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, Kemlu dan KBRI Tehran akan terja memantau kondisi WNI di Iran. Jika WNI membutuhkan bantuan, dapat menghubungi Hotline KBRI Tehran melalui nomor +989024668889.&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat dan kebakaran telah mengguncang pelabuhan Shahid Rajaei, Iran selatan, pada hari Sabtu. Menurut laporan BBC, jumlah korban tewas hingga Minggu (27/4/2025) tercatat sebanyak 14 orang dan lebih dari 750 lainnya terluka.&#13;
&#13;
Pelabuhan Shahid Rejaei disebut-sebut terkait dengan pengiriman bahan kimia yang digunakan untuk membuat propelan rudal. Namun Iran tidak mengonfirmasi keterkaitan tersebut.&#13;
&#13;
Jumlah korban tewas sebelumnya dilaporkan sebanyak empat orang dengan lebih dari 500 lainnya terluka. Namun Mehrdad Hasanzadeh, seorang pejabat manajemen bencana provinsi setempat, telah memperbarui data jumlah korban.&#13;
&#13;
Ledakan di pelabuhan Shahid Rajaei terjadi saat Iran dan Amerika Serikat bertemu pada hari Sabtu di Oman untuk putaran ketiga negosiasi mengenai program nuklir Teheran yang berkembang pesat.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Ledakan dahsyat yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee, Iran menewaskan belasan orang dan ratusan luka-luka. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat tidak warga negara asal Indonesia yang dilaporkan menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KBRI Tehran melaporkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan WNI menjadi korban ledakan tersebut,&amp;rdquo; kata Jubir Kemlu Rolliansyah Soemirat saat dikonfirmasi, Minggu (27/4/2025).&#13;
&#13;
Roy menjelaskan, setidaknya ada 385 WNI yang berada di Iran. Sebagian besar dari WNI itu merupakan mahasiswa dan tinggal di Tehran Ibu Kota Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terdapat 385 WNI berada di Iran. Sebagian besar mahasiswa tinggal di Qom dan banyak WNI lainnya tinggal di Tehran, Ibu Kota Iran. Tidak ada WNI tinggal di Bandar Abbas,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Roy menerangkan, Bandar Abbas merupakan daerah pelabuhan penting di Iran yang berbatasan dengan Qatar dan PEA. Tahun lalu, terdapat 2 WNI yang menjadi ABK di Bandar Abbas, namun keduanya sudah kembali ke Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KBRI Tehran telah berkoordinasi dengan Otoritas di Iran dan komunitas WNI di berbagai wilayah di Iran untuk memastikan keselamatan mereka,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, Kemlu dan KBRI Tehran akan terja memantau kondisi WNI di Iran. Jika WNI membutuhkan bantuan, dapat menghubungi Hotline KBRI Tehran melalui nomor +989024668889.&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat dan kebakaran telah mengguncang pelabuhan Shahid Rajaei, Iran selatan, pada hari Sabtu. Menurut laporan BBC, jumlah korban tewas hingga Minggu (27/4/2025) tercatat sebanyak 14 orang dan lebih dari 750 lainnya terluka.&#13;
&#13;
Pelabuhan Shahid Rejaei disebut-sebut terkait dengan pengiriman bahan kimia yang digunakan untuk membuat propelan rudal. Namun Iran tidak mengonfirmasi keterkaitan tersebut.&#13;
&#13;
Jumlah korban tewas sebelumnya dilaporkan sebanyak empat orang dengan lebih dari 500 lainnya terluka. Namun Mehrdad Hasanzadeh, seorang pejabat manajemen bencana provinsi setempat, telah memperbarui data jumlah korban.&#13;
&#13;
Ledakan di pelabuhan Shahid Rajaei terjadi saat Iran dan Amerika Serikat bertemu pada hari Sabtu di Oman untuk putaran ketiga negosiasi mengenai program nuklir Teheran yang berkembang pesat.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
