<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dedi Mulyadi Mau Kirim Siswa Nakal ke Barak, Menhan: Kalau Mau Nitip Boleh</title><description>Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin tak mempersoalkan jika Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memiliki kebijakan untuk membina siswa bermasalah di barak&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/30/337/3135178/dedi-mulyadi-mau-kirim-siswa-nakal-ke-barak-menhan-kalau-mau-nitip-boleh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/04/30/337/3135178/dedi-mulyadi-mau-kirim-siswa-nakal-ke-barak-menhan-kalau-mau-nitip-boleh"/><item><title>Dedi Mulyadi Mau Kirim Siswa Nakal ke Barak, Menhan: Kalau Mau Nitip Boleh</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/04/30/337/3135178/dedi-mulyadi-mau-kirim-siswa-nakal-ke-barak-menhan-kalau-mau-nitip-boleh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/04/30/337/3135178/dedi-mulyadi-mau-kirim-siswa-nakal-ke-barak-menhan-kalau-mau-nitip-boleh</guid><pubDate>Rabu 30 April 2025 20:25 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/30/337/3135178/dedi_mulyadi_mau_kirim_siswa_nakal_ke_barak_menhan_persilakan-0EOk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dedi Mulyadi Mau Kirim Siswa Nakal ke Barak, Menhan: Kalau Mau Nitip Boleh (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/30/337/3135178/dedi_mulyadi_mau_kirim_siswa_nakal_ke_barak_menhan_persilakan-0EOk_large.jpg</image><title>Dedi Mulyadi Mau Kirim Siswa Nakal ke Barak, Menhan: Kalau Mau Nitip Boleh (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin tak mempersoalkan jika Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memiliki kebijakan untuk membina siswa bermasalah di barak TNI-Polri. Diketahui, kebijakan ini belakangan tengah menjadi sorotan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau mau nitip boleh saja,&amp;quot; kata Menhan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).&#13;
&#13;
Ia memahami jika kebijakan tersebut digagas dalam rangka memberikan nilai-nilai kedisplinan dan ketertiban kepada siswa yang bermasalah. Menhan mengira, TNI akan siap membantu Dedi Mulyadi dalam kebijakan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Titip latihan disiplin itu boleh. Tapi dia bukan latihan militer,&amp;quot; ujarnya&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kendati demikian, Menhan mengaku tidak mengetahui apakah Gubernur Jabar telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan program tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya itu tingkat provinsi dengan pangdam saja,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pelaksanaan pendidikan karakter di beberapa wilayah Jawa Barat (Jabar) akan bekerja sama dengan TNI dan Polri. Program pembentukan karakter itu ditarget terlaksana pada 2 Mei 2025.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Pelaksanaan program ini, kata dia, tidak secara serentak, namun bertahap.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Pendidikan karakter bagi pelajar) tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu,&amp;quot; ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang diterima, Sabtu 26 April 2025.&#13;
&#13;
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyampaikan, TNI telah menyiapkan 30-40 barak khusus untuk pelaksanaan program pendidikan karakter ini. Mereka yang diikutkan dalam program itu berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua.&#13;
&#13;
Menurutnya, sasaran prioritas program ini adalah siswa nakal yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas dan tindakan kriminal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin tak mempersoalkan jika Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memiliki kebijakan untuk membina siswa bermasalah di barak TNI-Polri. Diketahui, kebijakan ini belakangan tengah menjadi sorotan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau mau nitip boleh saja,&amp;quot; kata Menhan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).&#13;
&#13;
Ia memahami jika kebijakan tersebut digagas dalam rangka memberikan nilai-nilai kedisplinan dan ketertiban kepada siswa yang bermasalah. Menhan mengira, TNI akan siap membantu Dedi Mulyadi dalam kebijakan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Titip latihan disiplin itu boleh. Tapi dia bukan latihan militer,&amp;quot; ujarnya&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kendati demikian, Menhan mengaku tidak mengetahui apakah Gubernur Jabar telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan program tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya itu tingkat provinsi dengan pangdam saja,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pelaksanaan pendidikan karakter di beberapa wilayah Jawa Barat (Jabar) akan bekerja sama dengan TNI dan Polri. Program pembentukan karakter itu ditarget terlaksana pada 2 Mei 2025.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Pelaksanaan program ini, kata dia, tidak secara serentak, namun bertahap.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Pendidikan karakter bagi pelajar) tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu,&amp;quot; ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang diterima, Sabtu 26 April 2025.&#13;
&#13;
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyampaikan, TNI telah menyiapkan 30-40 barak khusus untuk pelaksanaan program pendidikan karakter ini. Mereka yang diikutkan dalam program itu berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua.&#13;
&#13;
Menurutnya, sasaran prioritas program ini adalah siswa nakal yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas dan tindakan kriminal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
