<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Dorong Aplikator Potong Komisi Ojol Hanya 10%: Untuk Masa Depan Anak Driver</title><description>Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu, mendorong pembatasan potongan tarif oleh aplikator transportasi online maksimal hanya 10%.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/03/337/3135992/dpr-dorong-aplikator-potong-komisi-ojol-hanya-10-untuk-masa-depan-anak-driver</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/03/337/3135992/dpr-dorong-aplikator-potong-komisi-ojol-hanya-10-untuk-masa-depan-anak-driver"/><item><title>DPR Dorong Aplikator Potong Komisi Ojol Hanya 10%: Untuk Masa Depan Anak Driver</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/03/337/3135992/dpr-dorong-aplikator-potong-komisi-ojol-hanya-10-untuk-masa-depan-anak-driver</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/03/337/3135992/dpr-dorong-aplikator-potong-komisi-ojol-hanya-10-untuk-masa-depan-anak-driver</guid><pubDate>Sabtu 03 Mei 2025 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/03/337/3135992/anggota_komisi_v_dpr_ri_dari_fraksi_pdi_perjuangan_adian_napitupulu-Pr2s_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/03/337/3135992/anggota_komisi_v_dpr_ri_dari_fraksi_pdi_perjuangan_adian_napitupulu-Pr2s_large.jpg</image><title>Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu, mendorong pembatasan potongan tarif oleh aplikator transportasi online maksimal hanya 10%.&#13;
&#13;
Menurutnya, perjuangan ini bukan sekadar upaya ekonomi sesaat, melainkan bagian dari tanggung jawab jangka panjang demi masa depan keluarga para pengemudi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perjuangan kita untuk mendorong komisi aplikator menjadi 10 persen itu sesungguhnya bukan perjuangan untuk hadiah atau untuk kita hari ini saja. Ini perjuangan untuk masa depan anak-anak para driver,&amp;rdquo; ujar Adian dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025).&#13;
&#13;
Adian prihatin terhadap pihak-pihak yang mulai meninggalkan semangat perjuangan terkait aspirasi para driver ojol ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada yang mengkhianati perjuangan ini, yang dikhianati bukan saya, bukan kalian. Yang dikhianati adalah anak-anaknya sendiri,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adian menekankan, perjuangan membela kesejahteraan driver ojol berkaitan langsung dengan kesejahteraan jutaan keluarga Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau palu di Komisi V ini diketok untuk 10 persen, paling tidak ada 20 juta jiwa yang bisa hidup lebih sejahtera. Jadi masalahnya di mana?&amp;rdquo; kata Adian, mempertanyakan hambatan yang ada.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Adian menyoroti tantangan politik yang harus dihadapi di parlemen. &amp;ldquo;Tahap pertama adalah meyakinkan 48 anggota Komisi V agar mengetok keputusan ini,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Adian memastikan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan kebijakan ini menjadi regulasi formal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perjuangan saya adalah perjuangan politik. Perjuangan politik itu artinya memperjuangkan ini menjadi regulasi kebijakan. Begitu saja,&amp;rdquo; pungkas Adian.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, driver ojek online (ojol) dari berbagai platform transportasi online terus menuntut agar potongan aplikator turun menjadi 10%. Para driver mengaku sangat berat akibat potongan-potongan dari aplikator yang sangat tinggi, bahkan hingga mencapai 30%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para driver transportasi berbasis online itu berharap Pemerintah dan DPR mengupayakan agar tuntutan mereka dijadikan sebagai sebuah regulasi sehingga pihak aplikator wajib mematuhinya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu, mendorong pembatasan potongan tarif oleh aplikator transportasi online maksimal hanya 10%.&#13;
&#13;
Menurutnya, perjuangan ini bukan sekadar upaya ekonomi sesaat, melainkan bagian dari tanggung jawab jangka panjang demi masa depan keluarga para pengemudi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perjuangan kita untuk mendorong komisi aplikator menjadi 10 persen itu sesungguhnya bukan perjuangan untuk hadiah atau untuk kita hari ini saja. Ini perjuangan untuk masa depan anak-anak para driver,&amp;rdquo; ujar Adian dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025).&#13;
&#13;
Adian prihatin terhadap pihak-pihak yang mulai meninggalkan semangat perjuangan terkait aspirasi para driver ojol ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada yang mengkhianati perjuangan ini, yang dikhianati bukan saya, bukan kalian. Yang dikhianati adalah anak-anaknya sendiri,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adian menekankan, perjuangan membela kesejahteraan driver ojol berkaitan langsung dengan kesejahteraan jutaan keluarga Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau palu di Komisi V ini diketok untuk 10 persen, paling tidak ada 20 juta jiwa yang bisa hidup lebih sejahtera. Jadi masalahnya di mana?&amp;rdquo; kata Adian, mempertanyakan hambatan yang ada.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Adian menyoroti tantangan politik yang harus dihadapi di parlemen. &amp;ldquo;Tahap pertama adalah meyakinkan 48 anggota Komisi V agar mengetok keputusan ini,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Adian memastikan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan kebijakan ini menjadi regulasi formal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perjuangan saya adalah perjuangan politik. Perjuangan politik itu artinya memperjuangkan ini menjadi regulasi kebijakan. Begitu saja,&amp;rdquo; pungkas Adian.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, driver ojek online (ojol) dari berbagai platform transportasi online terus menuntut agar potongan aplikator turun menjadi 10%. Para driver mengaku sangat berat akibat potongan-potongan dari aplikator yang sangat tinggi, bahkan hingga mencapai 30%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para driver transportasi berbasis online itu berharap Pemerintah dan DPR mengupayakan agar tuntutan mereka dijadikan sebagai sebuah regulasi sehingga pihak aplikator wajib mematuhinya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
