<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tega! Siswi SD Dicabuli Tetangganya Sendiri</title><description>Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur terbongkar usai orang tua korban membaca pesan WhatsApp di handphone korban.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/03/512/3135953/tega-siswi-sd-dicabuli-tetangganya-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/03/512/3135953/tega-siswi-sd-dicabuli-tetangganya-sendiri"/><item><title>Tega! Siswi SD Dicabuli Tetangganya Sendiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/03/512/3135953/tega-siswi-sd-dicabuli-tetangganya-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/03/512/3135953/tega-siswi-sd-dicabuli-tetangganya-sendiri</guid><pubDate>Sabtu 03 Mei 2025 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Vitriana D </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/03/512/3135953/pelaku_pencabulan_siswi_sd-tCnO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku pencabulan siswi SD (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/03/512/3135953/pelaku_pencabulan_siswi_sd-tCnO_large.jpg</image><title>Pelaku pencabulan siswi SD (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
WONOGIRI - Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur terbongkar usai orang tua korban membaca pesan WhatsApp di handphone korban. Pelaku berinisial K (45) diketahui merupakan tetangga korban di Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kapolres Wonogiri, AKPB Jarot Sungkowo mengatakan, korban berinisial X saat ini masih duduk di bangku kelas 6 di salah satu SD di Wonogiri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada tanggal 17 April 2025 malam hari, ibu korban tidak sengaja membuka handphone milik korban dan membaca persetubuhan korban dan pelaku,&amp;quot; kata Jarot kepada wartawan, Sabtu (3/5/2025).&#13;
&#13;
Keesokan harinya, kedua orang tua korban melalukan klarifikasi kepada korban. Korban pun mengakui bahwa telah terjadi persetubuhan dengan pelaku.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Orang tua korban kemudian meminta salah seorang perangkat desa untuk menjemput pelaku dan diajak ke rumah korban. Dirumah korban, pelaku mengakui telah menyetubuhi korban layaknya hubungan suami istri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peristiwa persetubuhan dilakukan oleh pelaku berulang kali sejak 14 Maret hingga 17 April 2025 dan dilakukan di rumah korban,&amp;quot; terang Kapolres.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kedua orangtua korban ke Polisi pada Jum&amp;#39;at (18/4/2025). Dihari itu juga, polisi melakukan penangkapan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar,&amp;quot; ucap Kapolres.&#13;
&#13;
Berdasarkan pengakuan tersangka, sebelum melakukan perbuatan persetubuhan terhadap korban, pelaku menyampaikan kepada korban bersedia bertanggung jawab jika terjadi kehamilan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa kali tersangka memberikan uang kepada korban. Serta dengan korban tersangka menjalin hubungan asmara,&amp;quot; beber Kapolres.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kapolres menambahkan pihaknya berkomitmen akan menangani kasus tersebut hingga tuntas. Ia berharap para pihak terkait juga berkomitmen sama untuk menghukum maksimal pelaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya harapkan maksimal juga. Semoga masyarakat juga turut mengawal kasus ini,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
WONOGIRI - Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur terbongkar usai orang tua korban membaca pesan WhatsApp di handphone korban. Pelaku berinisial K (45) diketahui merupakan tetangga korban di Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kapolres Wonogiri, AKPB Jarot Sungkowo mengatakan, korban berinisial X saat ini masih duduk di bangku kelas 6 di salah satu SD di Wonogiri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada tanggal 17 April 2025 malam hari, ibu korban tidak sengaja membuka handphone milik korban dan membaca persetubuhan korban dan pelaku,&amp;quot; kata Jarot kepada wartawan, Sabtu (3/5/2025).&#13;
&#13;
Keesokan harinya, kedua orang tua korban melalukan klarifikasi kepada korban. Korban pun mengakui bahwa telah terjadi persetubuhan dengan pelaku.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Orang tua korban kemudian meminta salah seorang perangkat desa untuk menjemput pelaku dan diajak ke rumah korban. Dirumah korban, pelaku mengakui telah menyetubuhi korban layaknya hubungan suami istri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peristiwa persetubuhan dilakukan oleh pelaku berulang kali sejak 14 Maret hingga 17 April 2025 dan dilakukan di rumah korban,&amp;quot; terang Kapolres.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kedua orangtua korban ke Polisi pada Jum&amp;#39;at (18/4/2025). Dihari itu juga, polisi melakukan penangkapan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar,&amp;quot; ucap Kapolres.&#13;
&#13;
Berdasarkan pengakuan tersangka, sebelum melakukan perbuatan persetubuhan terhadap korban, pelaku menyampaikan kepada korban bersedia bertanggung jawab jika terjadi kehamilan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa kali tersangka memberikan uang kepada korban. Serta dengan korban tersangka menjalin hubungan asmara,&amp;quot; beber Kapolres.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kapolres menambahkan pihaknya berkomitmen akan menangani kasus tersebut hingga tuntas. Ia berharap para pihak terkait juga berkomitmen sama untuk menghukum maksimal pelaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya harapkan maksimal juga. Semoga masyarakat juga turut mengawal kasus ini,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
