<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedagang Pempek Pembunuh Preman Menyerahkan Diri, Mengaku Kesal Kepalanya Ditimpuk Batu</title><description>Dalam aksinya, dari dua pria yang diduga preman ditikam menggunakan senjata tajam.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/04/340/3136045/pedagang-pempek-pembunuh-preman-menyerahkan-diri-mengaku-kesal-kepalanya-ditimpuk-batu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/04/340/3136045/pedagang-pempek-pembunuh-preman-menyerahkan-diri-mengaku-kesal-kepalanya-ditimpuk-batu"/><item><title>Pedagang Pempek Pembunuh Preman Menyerahkan Diri, Mengaku Kesal Kepalanya Ditimpuk Batu</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/04/340/3136045/pedagang-pempek-pembunuh-preman-menyerahkan-diri-mengaku-kesal-kepalanya-ditimpuk-batu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/04/340/3136045/pedagang-pempek-pembunuh-preman-menyerahkan-diri-mengaku-kesal-kepalanya-ditimpuk-batu</guid><pubDate>Minggu 04 Mei 2025 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/03/340/3136045/pedagang_pempek_pembunuh_preman-ZvlG_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang Pempek pembunuh preman</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/03/340/3136045/pedagang_pempek_pembunuh_preman-ZvlG_large.JPG</image><title>Pedagang Pempek pembunuh preman</title></images><description>JAMBI - Setelah menghilang satu hari usai menikam terduga preman di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, Jambi pada Kamis lalu hingga tewas, akhirnya pelaku menyerahkan diri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku berinisial Gt dan berusia 33 tahun. Pelaku berprofesi sebagai pedagang pempek, dia diamankan setelah menyerahkan diri pada Jum&amp;#39;at lalu,&amp;quot; ungkap Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, Sabtu (3/5/2025).&#13;
&#13;
Dalam aksinya, dari dua pria yang diduga preman ditikam menggunakan senjata tajam. Namun, salah seorang preman harus meregang nyawa akibat luka serius yang dideritanya.&#13;
&#13;
Dari keterangan pelaku penusukan, cerita Kapolresta, saat di pintu masuk antara pelaku dan korban berpapasan.&#13;
&#13;
Saat itu, pelaku dengan korban berinisial A bersama istrinya berpapasan. Entah kenapa terjadi saling maki-memaki. Namun, istri korban berhasil melerainya. Dan pasangan suami istri tersebut kembali pulang ke rumahnya.&#13;
&#13;
Tidak lama berlangsung, korban kembali lagi ke pasar. Kali ini, korban bersama seorang temannya.&#13;
&#13;
Ternyata, mereka kembali ke pasar Angso Duo untuk ketemu dengan pelaku. Aksi adu mulut antara korban dan pelaku pun tidak terhindari lagi.&#13;
&#13;
Korban yang tersulut emosi, nekat memukul pelaku dengan sebongkah batu bata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena emosi, korban melakukan pemukulan dengan batu bata ke arah kepala pelaku,&amp;rdquo; ungkap Kapolresta.&#13;
&#13;
Tidak terima kepalanya dipukul dengan batu bata hingga kepalanya berdarah membuat pelaku membalasnya.&#13;
&#13;
Tanpa pikir panjang, sebilah pisau yang ada di dalam tasnya langsung diambilnya. Secepat kilat, pisau yang digenggamnya tersebut diayunkan ke tubuh korban.&#13;
&#13;
Korban yang kaget tidak mengira bakal mendapat serangan balasan terdesak mundur. Bahkan, korban lari lintang pukang menghindari tusukan dan tikaman yang diayunkan pelaku.&#13;
&#13;
Dalam menghindari serangan senjata tajam pelaku, korban terjatuh-jatuh di tengah pasar. Sedangkan para pedagang dan pengunjung pasar yang melihat kejadian tersebut tidak berani melerainya.&#13;
&#13;
Saat korban terjatuh menghindari serangan senjata tajam pelaku, pelaku berhasil menyarangkan tusukannya ke bagian tubuh korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korban ditusuk pelaku berkali-kali, sampai dua luka tusukan di perut dan sayatan didada dan satu di paha,&amp;quot; kata Boy.&#13;
&#13;
Ditambahkannya, korban pada saat itu kehabisan darah dan dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku kabur melarikan diri dengan santainya menggunakan motor dagangannya.&#13;
&#13;
Akan tetapi, satu hari kemudian pelaku menyerahkan diri ke polisi. &amp;ldquo;Pelaku menyerahkan diri pada Jumat kemarin. Dia bersembunyi di kebun-kebun dekat rumahnya,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Akibat perbuatannya, kini pedagang pempek tersebut tidak dapat lagi berdagang pempek. Pelaku bakal mendekam lama dibalik jeruji besi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAMBI - Setelah menghilang satu hari usai menikam terduga preman di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, Jambi pada Kamis lalu hingga tewas, akhirnya pelaku menyerahkan diri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku berinisial Gt dan berusia 33 tahun. Pelaku berprofesi sebagai pedagang pempek, dia diamankan setelah menyerahkan diri pada Jum&amp;#39;at lalu,&amp;quot; ungkap Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, Sabtu (3/5/2025).&#13;
&#13;
Dalam aksinya, dari dua pria yang diduga preman ditikam menggunakan senjata tajam. Namun, salah seorang preman harus meregang nyawa akibat luka serius yang dideritanya.&#13;
&#13;
Dari keterangan pelaku penusukan, cerita Kapolresta, saat di pintu masuk antara pelaku dan korban berpapasan.&#13;
&#13;
Saat itu, pelaku dengan korban berinisial A bersama istrinya berpapasan. Entah kenapa terjadi saling maki-memaki. Namun, istri korban berhasil melerainya. Dan pasangan suami istri tersebut kembali pulang ke rumahnya.&#13;
&#13;
Tidak lama berlangsung, korban kembali lagi ke pasar. Kali ini, korban bersama seorang temannya.&#13;
&#13;
Ternyata, mereka kembali ke pasar Angso Duo untuk ketemu dengan pelaku. Aksi adu mulut antara korban dan pelaku pun tidak terhindari lagi.&#13;
&#13;
Korban yang tersulut emosi, nekat memukul pelaku dengan sebongkah batu bata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena emosi, korban melakukan pemukulan dengan batu bata ke arah kepala pelaku,&amp;rdquo; ungkap Kapolresta.&#13;
&#13;
Tidak terima kepalanya dipukul dengan batu bata hingga kepalanya berdarah membuat pelaku membalasnya.&#13;
&#13;
Tanpa pikir panjang, sebilah pisau yang ada di dalam tasnya langsung diambilnya. Secepat kilat, pisau yang digenggamnya tersebut diayunkan ke tubuh korban.&#13;
&#13;
Korban yang kaget tidak mengira bakal mendapat serangan balasan terdesak mundur. Bahkan, korban lari lintang pukang menghindari tusukan dan tikaman yang diayunkan pelaku.&#13;
&#13;
Dalam menghindari serangan senjata tajam pelaku, korban terjatuh-jatuh di tengah pasar. Sedangkan para pedagang dan pengunjung pasar yang melihat kejadian tersebut tidak berani melerainya.&#13;
&#13;
Saat korban terjatuh menghindari serangan senjata tajam pelaku, pelaku berhasil menyarangkan tusukannya ke bagian tubuh korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korban ditusuk pelaku berkali-kali, sampai dua luka tusukan di perut dan sayatan didada dan satu di paha,&amp;quot; kata Boy.&#13;
&#13;
Ditambahkannya, korban pada saat itu kehabisan darah dan dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku kabur melarikan diri dengan santainya menggunakan motor dagangannya.&#13;
&#13;
Akan tetapi, satu hari kemudian pelaku menyerahkan diri ke polisi. &amp;ldquo;Pelaku menyerahkan diri pada Jumat kemarin. Dia bersembunyi di kebun-kebun dekat rumahnya,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Akibat perbuatannya, kini pedagang pempek tersebut tidak dapat lagi berdagang pempek. Pelaku bakal mendekam lama dibalik jeruji besi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
