<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bareskrim Bongkar Sindikat Pengoplos Gas LPG, 4 Orang Ditangkap dan Sita Ribuan Tabung</title><description>Dittipidter Bareskrim Polri mengungkap kasus pengoplosan liquid petroleum gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram di Karawang, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/05/337/3136339/bareskrim-bongkar-sindikat-pengoplos-gas-lpg-4-orang-ditangkap-dan-sita-ribuan-tabung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/05/337/3136339/bareskrim-bongkar-sindikat-pengoplos-gas-lpg-4-orang-ditangkap-dan-sita-ribuan-tabung"/><item><title>Bareskrim Bongkar Sindikat Pengoplos Gas LPG, 4 Orang Ditangkap dan Sita Ribuan Tabung</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/05/337/3136339/bareskrim-bongkar-sindikat-pengoplos-gas-lpg-4-orang-ditangkap-dan-sita-ribuan-tabung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/05/337/3136339/bareskrim-bongkar-sindikat-pengoplos-gas-lpg-4-orang-ditangkap-dan-sita-ribuan-tabung</guid><pubDate>Senin 05 Mei 2025 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/05/337/3136339/bareskrim-vo1t_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bareskrim bongkar sindikat pengoplos gas LPG, 4 orang ditangkap dan sita ribuan tabung (Foto: Riyan Rizki Roshali/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/05/337/3136339/bareskrim-vo1t_large.jpg</image><title>Bareskrim bongkar sindikat pengoplos gas LPG, 4 orang ditangkap dan sita ribuan tabung (Foto: Riyan Rizki Roshali/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap kasus pengoplosan liquid petroleum gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram di Karawang, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah. Dalam kasus ini, empat orang ditangkap.&#13;
&#13;
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat terkait kelangkaan gas LPG di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Para tersangka diduga menyuntikkan isi dari tabung 3 kilogram ke tabung gas ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram hingga 50 kilogram alias nonsubsidi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil penindakan, tim menemukan kegiatan penyuntikan atau pemindahan isi gas LPG dari tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram,&amp;rdquo; kata Nunung saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/5/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nunung menerangkan, pengoplosan ini terjadi pada 2 lokasi, yakni di Dusun Krajan, Telagasari, Karawang dan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Semarang.&#13;
&#13;
Untuk di Karawang, Nunung menyebut, praktik curang pengoplosan dilakukan langsung oleh pangkalan gas. Adapun pangkalan bertugas menyalurkan gas ke pengecer atau konsumen akhir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, ini cukup menarik, biasanya orang beli dari pangkalan baru disuntik atau dipindahkan ke tabung non-subsidi, nah ini pangkalan sendiri yang bermain,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena dampak dari pangkalan ini langsung bermain, terjadi kelangkaan secara lokal terhadap LPG 3 kilogram ini. Di wilayah tersebut, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial TN alias E. Ia merupakan pemilik sekaligus pemodal atau yang biasa disebut &amp;#39;dokter&amp;#39;.&#13;
&#13;
Dari TN, polisi menyita 386 tabung gas yang terdiri dari 254 tabung gas 3 kg, 338 tabung gas 5,5 kg, dan 94 tabung gas 12 kg. Kemudian, 20 regulator atau alat suntik yang sudah dimodifikasi, 10 potongan ember, 1 unit handphone, 1 buku catatan pembelian tabung gas 3 kg dan 1 unit mobil pickup.&#13;
&#13;
Sementara itu, di wilayah Semarang, pengoplosan itu dilakukan oleh sub penyalur gas LPG atau di gudang pangkalan. Di sini, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka yakni FZSW alias A selaku pemodal, DS dan KKI selaku &amp;#39;dokter&amp;#39; atau pengoplos.&#13;
&#13;
Dari tangan pelaku, polisi menyita 4.109 yang terdiri dari 20 tabung 50 kg, 649 tabung 12 kg, 95 tabung 5,5 kg, 3.345 tabung 3 kg. Kemudian, 10 unit selang, 1 unit timbangan, 12 pack segel baru warna kuning tabung 12 kg.&#13;
&#13;
&amp;quot;5 ikat plastik es batu ukuran 250 gram, 5 pack segel warna putih untuk tabung 5,5, 3 unit handphone, 1 unit truk, hingga 2 unit mobil pickup,&amp;quot; jelas Nunung.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap kasus pengoplosan liquid petroleum gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram di Karawang, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah. Dalam kasus ini, empat orang ditangkap.&#13;
&#13;
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat terkait kelangkaan gas LPG di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Para tersangka diduga menyuntikkan isi dari tabung 3 kilogram ke tabung gas ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram hingga 50 kilogram alias nonsubsidi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil penindakan, tim menemukan kegiatan penyuntikan atau pemindahan isi gas LPG dari tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram,&amp;rdquo; kata Nunung saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/5/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nunung menerangkan, pengoplosan ini terjadi pada 2 lokasi, yakni di Dusun Krajan, Telagasari, Karawang dan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Semarang.&#13;
&#13;
Untuk di Karawang, Nunung menyebut, praktik curang pengoplosan dilakukan langsung oleh pangkalan gas. Adapun pangkalan bertugas menyalurkan gas ke pengecer atau konsumen akhir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, ini cukup menarik, biasanya orang beli dari pangkalan baru disuntik atau dipindahkan ke tabung non-subsidi, nah ini pangkalan sendiri yang bermain,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena dampak dari pangkalan ini langsung bermain, terjadi kelangkaan secara lokal terhadap LPG 3 kilogram ini. Di wilayah tersebut, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial TN alias E. Ia merupakan pemilik sekaligus pemodal atau yang biasa disebut &amp;#39;dokter&amp;#39;.&#13;
&#13;
Dari TN, polisi menyita 386 tabung gas yang terdiri dari 254 tabung gas 3 kg, 338 tabung gas 5,5 kg, dan 94 tabung gas 12 kg. Kemudian, 20 regulator atau alat suntik yang sudah dimodifikasi, 10 potongan ember, 1 unit handphone, 1 buku catatan pembelian tabung gas 3 kg dan 1 unit mobil pickup.&#13;
&#13;
Sementara itu, di wilayah Semarang, pengoplosan itu dilakukan oleh sub penyalur gas LPG atau di gudang pangkalan. Di sini, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka yakni FZSW alias A selaku pemodal, DS dan KKI selaku &amp;#39;dokter&amp;#39; atau pengoplos.&#13;
&#13;
Dari tangan pelaku, polisi menyita 4.109 yang terdiri dari 20 tabung 50 kg, 649 tabung 12 kg, 95 tabung 5,5 kg, 3.345 tabung 3 kg. Kemudian, 10 unit selang, 1 unit timbangan, 12 pack segel baru warna kuning tabung 12 kg.&#13;
&#13;
&amp;quot;5 ikat plastik es batu ukuran 250 gram, 5 pack segel warna putih untuk tabung 5,5, 3 unit handphone, 1 unit truk, hingga 2 unit mobil pickup,&amp;quot; jelas Nunung.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
