<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Singkong Terjun Bebas, Hujan Batu Warnai Unjuk Rasa di Lampung</title><description>Ratusan petani dari seluruh kabupaten di Lampung tersebut datang untuk menuntut kenaikan harga singkong yang terjun bebas.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/05/340/3136406/harga-singkong-terjun-bebas-hujan-batu-warnai-unjuk-rasa-di-lampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/05/340/3136406/harga-singkong-terjun-bebas-hujan-batu-warnai-unjuk-rasa-di-lampung"/><item><title>Harga Singkong Terjun Bebas, Hujan Batu Warnai Unjuk Rasa di Lampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/05/340/3136406/harga-singkong-terjun-bebas-hujan-batu-warnai-unjuk-rasa-di-lampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/05/340/3136406/harga-singkong-terjun-bebas-hujan-batu-warnai-unjuk-rasa-di-lampung</guid><pubDate>Senin 05 Mei 2025 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/05/340/3136406/unjuk_rasa_di_lampung-kCl1_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Unjuk Rasa di Lampung</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/05/340/3136406/unjuk_rasa_di_lampung-kCl1_large.JPG</image><title>Unjuk Rasa di Lampung</title></images><description>LAMPUNG - Hujan batu warnai aksi unjuk rasa ratusan petani singkong dan mahasiswa di Kompleks kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (5/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ratusan petani dari seluruh kabupaten di Lampung tersebut datang untuk menuntut penurunan harga singkong yang terjun bebas.&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di lokasi, sejak awal tiba, ratusan demonstran tersebut sudah langsung terlibat bentrok dengan aparat lantaran dihadang kawat berduri.&#13;
&#13;
Bentrok antara massa aksi dengan aparat kepolisian sempat berhenti saat Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Lampung turun ke lokasi untuk menemui massa aksi.&#13;
&#13;
Kemudian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak perwakilan massa aksi untuk masuk ke Gedung Pusiban Kantor Pemprov Lampung untuk melakukan dialog.&#13;
&#13;
Usai rombongan Gubernur Lampung dan perwakilan massa aksi masuk ke dalam gedung untuk berdialog, massa yang tak terima dengan ajakan Gubernur tersebut kembali memprovokasi.&#13;
&#13;
Bentrok antara massa aksi dengan aparat yang berjaga kembali terjadi. Massa yang berada di luar kompleks kantor Pemprov Lampung melempari aparat dengan batu-batu berukuran kecil hingga besar, kayu, balik, hingga tongkat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Suasana semakin panas saat terjadi lemparan batu ke arah petugas kepolisian, sehingga kepolisian membalas dengan tembakan water cannon ke arah massa.&#13;
&#13;
Massa yang semakin tak terkendali akhirnya terpaksa membuat polisi menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>LAMPUNG - Hujan batu warnai aksi unjuk rasa ratusan petani singkong dan mahasiswa di Kompleks kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (5/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ratusan petani dari seluruh kabupaten di Lampung tersebut datang untuk menuntut penurunan harga singkong yang terjun bebas.&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di lokasi, sejak awal tiba, ratusan demonstran tersebut sudah langsung terlibat bentrok dengan aparat lantaran dihadang kawat berduri.&#13;
&#13;
Bentrok antara massa aksi dengan aparat kepolisian sempat berhenti saat Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Lampung turun ke lokasi untuk menemui massa aksi.&#13;
&#13;
Kemudian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak perwakilan massa aksi untuk masuk ke Gedung Pusiban Kantor Pemprov Lampung untuk melakukan dialog.&#13;
&#13;
Usai rombongan Gubernur Lampung dan perwakilan massa aksi masuk ke dalam gedung untuk berdialog, massa yang tak terima dengan ajakan Gubernur tersebut kembali memprovokasi.&#13;
&#13;
Bentrok antara massa aksi dengan aparat yang berjaga kembali terjadi. Massa yang berada di luar kompleks kantor Pemprov Lampung melempari aparat dengan batu-batu berukuran kecil hingga besar, kayu, balik, hingga tongkat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Suasana semakin panas saat terjadi lemparan batu ke arah petugas kepolisian, sehingga kepolisian membalas dengan tembakan water cannon ke arah massa.&#13;
&#13;
Massa yang semakin tak terkendali akhirnya terpaksa membuat polisi menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
