<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pura-Pura Jadi Perempuan di Medsos untuk Peras Orang, Kakak Beradik Raup Rp100 Juta Sejak 2024</title><description>Kedua pelaku ternyata sudah meraup keuntungan hingga mencapai Rp100 juta dari hasil kerja pemerasan dari tahun 2024.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/07/340/3136888/pura-pura-jadi-perempuan-di-medsos-untuk-peras-orang-kakak-beradik-raup-rp100-juta-sejak-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/07/340/3136888/pura-pura-jadi-perempuan-di-medsos-untuk-peras-orang-kakak-beradik-raup-rp100-juta-sejak-2024"/><item><title>Pura-Pura Jadi Perempuan di Medsos untuk Peras Orang, Kakak Beradik Raup Rp100 Juta Sejak 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/07/340/3136888/pura-pura-jadi-perempuan-di-medsos-untuk-peras-orang-kakak-beradik-raup-rp100-juta-sejak-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/07/340/3136888/pura-pura-jadi-perempuan-di-medsos-untuk-peras-orang-kakak-beradik-raup-rp100-juta-sejak-2024</guid><pubDate>Rabu 07 Mei 2025 05:27 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/07/340/3136888/pelaku_penipuan_dan_pemerasan-bzl1_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku penipuan dan pemerasan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/07/340/3136888/pelaku_penipuan_dan_pemerasan-bzl1_large.JPG</image><title>Pelaku penipuan dan pemerasan</title></images><description>JAKARTA - Polisi mengungkap kasus pemerasan melalui aplikasi Bigo Live yang dilakukan kakak beradik asal Palembang, Sumatera Selatan berinisial MD (25) dan I (27). Kedua pelaku ternyata sudah meraup keuntungan hingga mencapai Rp100 juta dari hasil kerja pemerasan dari tahun 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengakuannya sudah dari tahun 2024 (aksi pemerasan). Pengakuannya Rp100 juta (keuntungan total), digunakan untuk kehidupan sehari-hari,&amp;quot; kata Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, Selasa (6/5/2024).&#13;
&#13;
Herman menyebut banyak korban yang terperdaya atas modus-modus yang dilakukan para pelaku. Sayangnya, kebanyakan pihak yang juga menjadi korban lebih memilih untuk membayar sejumlah uang daripada melaporkan ke polisi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlahnya (korban) belum bisa kita pastikan. Jadi terdapat puluhan korban yang kami coba untuk kami hubungi namun Sebagian besar tidak mau melaporkan,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku berpura-pura menjadi seorang perempuan untuk memancing korban-korban yang merupakan pria. Setelah mendapatkan korban, pelaku kemudian mengajak korban melakukan komunikasi intens hingga video call dari aplikasi Telegram.&#13;
&#13;
Di dalam panggilan video itu, pelaku menggunakan ponselnya yang lain untuk menampilkan gambar perempuan. Korban yang terperdaya nantinya akan memperlihatkan organ intimnya.&#13;
&#13;
Dari sana, para pelaku kemudian merekam layer yang menampilkan wajah korban. Hasil rekaman itu lantas digunakan untuk memeras korban-korbannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku akan secara intens mengirim video tersebut dan meminta sejumlah uang,&amp;quot; jelas dia.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi mengungkap kasus pemerasan melalui aplikasi Bigo Live yang dilakukan kakak beradik asal Palembang, Sumatera Selatan berinisial MD (25) dan I (27). Kedua pelaku ternyata sudah meraup keuntungan hingga mencapai Rp100 juta dari hasil kerja pemerasan dari tahun 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengakuannya sudah dari tahun 2024 (aksi pemerasan). Pengakuannya Rp100 juta (keuntungan total), digunakan untuk kehidupan sehari-hari,&amp;quot; kata Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, Selasa (6/5/2024).&#13;
&#13;
Herman menyebut banyak korban yang terperdaya atas modus-modus yang dilakukan para pelaku. Sayangnya, kebanyakan pihak yang juga menjadi korban lebih memilih untuk membayar sejumlah uang daripada melaporkan ke polisi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlahnya (korban) belum bisa kita pastikan. Jadi terdapat puluhan korban yang kami coba untuk kami hubungi namun Sebagian besar tidak mau melaporkan,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku berpura-pura menjadi seorang perempuan untuk memancing korban-korban yang merupakan pria. Setelah mendapatkan korban, pelaku kemudian mengajak korban melakukan komunikasi intens hingga video call dari aplikasi Telegram.&#13;
&#13;
Di dalam panggilan video itu, pelaku menggunakan ponselnya yang lain untuk menampilkan gambar perempuan. Korban yang terperdaya nantinya akan memperlihatkan organ intimnya.&#13;
&#13;
Dari sana, para pelaku kemudian merekam layer yang menampilkan wajah korban. Hasil rekaman itu lantas digunakan untuk memeras korban-korbannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku akan secara intens mengirim video tersebut dan meminta sejumlah uang,&amp;quot; jelas dia.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
