<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Media Sosial, Tawuran di Jakarta Makin Kompleks dan Sulit Diatasi</title><description>Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto membeberkan modus baru yang membuat permasalahan tawuran di Jakarta tak pernah selesai.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/08/338/3137434/ada-media-sosial-tawuran-di-jakarta-makin-kompleks-dan-sulit-diatasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/08/338/3137434/ada-media-sosial-tawuran-di-jakarta-makin-kompleks-dan-sulit-diatasi"/><item><title>Ada Media Sosial, Tawuran di Jakarta Makin Kompleks dan Sulit Diatasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/08/338/3137434/ada-media-sosial-tawuran-di-jakarta-makin-kompleks-dan-sulit-diatasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/08/338/3137434/ada-media-sosial-tawuran-di-jakarta-makin-kompleks-dan-sulit-diatasi</guid><pubDate>Kamis 08 Mei 2025 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/08/338/3137434/ilustrasi-Xqcg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/08/338/3137434/ilustrasi-Xqcg_large.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto membeberkan modus baru yang membuat permasalahan tawuran di Jakarta tak pernah selesai. Ia menuturkan, para pelaku mengumbar tantangan kepada lawannya melalui media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian, upaya pemberantasan pencegahan tawuran, kami sudah aktif sejak mengikuti IG (Instagram). Tawuran sekarang modelnya pakai IG. Istilahnya IG, tantang menantang,&amp;rdquo; kata Karyoto kepada wartawan, Kamis (8/5/2025).&#13;
&#13;
Karyoto juga menerangkan, para pelaku juga menyiarkan langsung aksi tawuran tersebut melalui media sosial. Karyoto menyayangkan tawuran yang terjadi kerap menimbulkan korban jiwa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian ketemu di suatu tempat dan live IG. Tawuran live IG. Kalau itu cuma main-main sih ngga apa-apa, tapi ini kan tawurannya beneran, matinya juga beneran juga. Nah ini yang jadi masalah,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Di sisi lain, dia mengakui kurangnya personel kepolisian di Polda Metro Jaya dan polres jajaran untuk terus melakukan pemantauan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, kalau harus dihidupkan polisi RW, kan 1 RW itu satu polisi. Belum mencukupi jumlahnya. Kalau jumlahnya ada, sangat bagus. Jadi bisa melakukan deteksi sejak awal,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam satu RW tuh ada rumah-rumah, kira-kira orang yang suka keluar malam jam berapa, keluar membawa sesuatu, dan masuk membawa sesuatu, bisa diawasi dengan baik,&amp;quot; jelas dia.&#13;
&#13;
Karyoto menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka tawuran di Jakarta. Di antaranya melalui penyuluhan ke berbagai sekolah hingga melakukan penegakan hukum bagi pelaku terlibat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto membeberkan modus baru yang membuat permasalahan tawuran di Jakarta tak pernah selesai. Ia menuturkan, para pelaku mengumbar tantangan kepada lawannya melalui media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian, upaya pemberantasan pencegahan tawuran, kami sudah aktif sejak mengikuti IG (Instagram). Tawuran sekarang modelnya pakai IG. Istilahnya IG, tantang menantang,&amp;rdquo; kata Karyoto kepada wartawan, Kamis (8/5/2025).&#13;
&#13;
Karyoto juga menerangkan, para pelaku juga menyiarkan langsung aksi tawuran tersebut melalui media sosial. Karyoto menyayangkan tawuran yang terjadi kerap menimbulkan korban jiwa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian ketemu di suatu tempat dan live IG. Tawuran live IG. Kalau itu cuma main-main sih ngga apa-apa, tapi ini kan tawurannya beneran, matinya juga beneran juga. Nah ini yang jadi masalah,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Di sisi lain, dia mengakui kurangnya personel kepolisian di Polda Metro Jaya dan polres jajaran untuk terus melakukan pemantauan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, kalau harus dihidupkan polisi RW, kan 1 RW itu satu polisi. Belum mencukupi jumlahnya. Kalau jumlahnya ada, sangat bagus. Jadi bisa melakukan deteksi sejak awal,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam satu RW tuh ada rumah-rumah, kira-kira orang yang suka keluar malam jam berapa, keluar membawa sesuatu, dan masuk membawa sesuatu, bisa diawasi dengan baik,&amp;quot; jelas dia.&#13;
&#13;
Karyoto menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka tawuran di Jakarta. Di antaranya melalui penyuluhan ke berbagai sekolah hingga melakukan penegakan hukum bagi pelaku terlibat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
