<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemkot Semarang Terus Kawal Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional</title><description>Wali Kota Semarang Agustina tegaskan komitmen Pemkot Semarang untuk terus mengawal proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Sholeh Darat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/10/1/3138027/pemkot-semarang-terus-kawal-pengusulan-kh-sholeh-darat-sebagai-pahlawan-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/10/1/3138027/pemkot-semarang-terus-kawal-pengusulan-kh-sholeh-darat-sebagai-pahlawan-nasional"/><item><title>Pemkot Semarang Terus Kawal Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/10/1/3138027/pemkot-semarang-terus-kawal-pengusulan-kh-sholeh-darat-sebagai-pahlawan-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/10/1/3138027/pemkot-semarang-terus-kawal-pengusulan-kh-sholeh-darat-sebagai-pahlawan-nasional</guid><pubDate>Sabtu 10 Mei 2025 18:58 WIB</pubDate><dc:creator>Anindita Trinoviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/10/1/3138027/pemkot_semarang_haul_kh_sholeh_darat-HKUF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional dan Haul KH&amp;nbsp;Sholeh Darat di Kota Semarang. (Foto: dok Pemkot Semarang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/10/1/3138027/pemkot_semarang_haul_kh_sholeh_darat-HKUF_large.jpg</image><title>Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional dan Haul KH&amp;nbsp;Sholeh Darat di Kota Semarang. (Foto: dok Pemkot Semarang)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Wali Kota Semarang&amp;nbsp;Agustina&amp;nbsp;menegaskan komitmen Pemkot&amp;nbsp;Semarang&amp;nbsp;untuk terus mengawal proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH&amp;nbsp;Sholeh Darat.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikannya dalam Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Sholeh Darat, Sabtu (10/5/2025) yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Haul KH&amp;nbsp;Sholeh Darat di Kota Semarang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Atas nama Pemerintah Kota Semarang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia haul dan seluruh pihak yang telah menggagas seminar nasional ini. Ini adalah tonggak penting untuk menyuarakan pengakuan negara terhadap jasa besar KH Sholeh Darat,&amp;rdquo; ujar Agustina.&#13;
&#13;
Pihaknya merasa sangat tersanjung mendapat amanah dari para sahabat NU untuk meneruskan proses pengusulan gelar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berkas yang kami terima sudah sangat lengkap. Seminar ini menjadi penguat bagi kami untuk segera menindaklanjuti dengan surat resmi pengusulan kepada pemerintah pusat,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KH&amp;nbsp;Sholeh Darat bukan sekadar ulama. Beliau adalah penjaga peradaban, guru dari para pahlawan nasional. Sudah sangat pantas beliau mendapat gelar Pahlawan Nasional,&amp;rdquo; tutur&amp;nbsp;Agustina.&#13;
&#13;
Ia berharap, proses ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan serta diperkuat oleh kajian para ahli sejarah. &amp;ldquo;Semoga ini menjadi bagian dari visi besar kami menjadikan Semarang sebagai destinasi wisata religi, khususnya di kawasan makam KH Sholeh Darat dan masjid peninggalan pesantren beliau,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, KH Sholeh Darat dikenal sebagai ulama besar, intelektual pejuang, dan pendidik pembebas. Ia mengabdikan hidupnya untuk membangun peradaban melalui ilmu. Dalam karya-karyanya, khususnya tafsir Faidurrahman, beliau menerjemahkan ajaran Islam dalam bahasa Jawa agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu menjadi bentuk perjuangan intelektual untuk membebaskan umat dari kebodohan dan memperkuat identitas keislaman masyarakat pribumi di tengah penjajahan.&#13;
&#13;
Lebih dari itu, KH&amp;nbsp;Sholeh Darat juga dikenal sebagai pendidik tokoh-tokoh besar bangsa. Dari pesantrennya di Kampung Darat, Semarang, ia&amp;nbsp;mendidik KH&amp;nbsp;Hasyim Asy&amp;rsquo;ari (pendiri Nahdlatul Ulama), KH&amp;nbsp;Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan menginspirasi RA&amp;nbsp;Kartini melalui tafsir Al-Qur&amp;rsquo;an yang ditulisnya.&#13;
&#13;
Perjumpaannya&amp;nbsp;dengan RA Kartini melahirkan karya yang monumental dan mencerahkan, serta menjadi bagian penting dalam sejarah pemikiran Islam dan nasionalisme di Indonesia.&#13;
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Wali Kota Semarang&amp;nbsp;Agustina&amp;nbsp;menegaskan komitmen Pemkot&amp;nbsp;Semarang&amp;nbsp;untuk terus mengawal proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH&amp;nbsp;Sholeh Darat.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikannya dalam Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Sholeh Darat, Sabtu (10/5/2025) yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Haul KH&amp;nbsp;Sholeh Darat di Kota Semarang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Atas nama Pemerintah Kota Semarang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia haul dan seluruh pihak yang telah menggagas seminar nasional ini. Ini adalah tonggak penting untuk menyuarakan pengakuan negara terhadap jasa besar KH Sholeh Darat,&amp;rdquo; ujar Agustina.&#13;
&#13;
Pihaknya merasa sangat tersanjung mendapat amanah dari para sahabat NU untuk meneruskan proses pengusulan gelar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berkas yang kami terima sudah sangat lengkap. Seminar ini menjadi penguat bagi kami untuk segera menindaklanjuti dengan surat resmi pengusulan kepada pemerintah pusat,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KH&amp;nbsp;Sholeh Darat bukan sekadar ulama. Beliau adalah penjaga peradaban, guru dari para pahlawan nasional. Sudah sangat pantas beliau mendapat gelar Pahlawan Nasional,&amp;rdquo; tutur&amp;nbsp;Agustina.&#13;
&#13;
Ia berharap, proses ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan serta diperkuat oleh kajian para ahli sejarah. &amp;ldquo;Semoga ini menjadi bagian dari visi besar kami menjadikan Semarang sebagai destinasi wisata religi, khususnya di kawasan makam KH Sholeh Darat dan masjid peninggalan pesantren beliau,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, KH Sholeh Darat dikenal sebagai ulama besar, intelektual pejuang, dan pendidik pembebas. Ia mengabdikan hidupnya untuk membangun peradaban melalui ilmu. Dalam karya-karyanya, khususnya tafsir Faidurrahman, beliau menerjemahkan ajaran Islam dalam bahasa Jawa agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu menjadi bentuk perjuangan intelektual untuk membebaskan umat dari kebodohan dan memperkuat identitas keislaman masyarakat pribumi di tengah penjajahan.&#13;
&#13;
Lebih dari itu, KH&amp;nbsp;Sholeh Darat juga dikenal sebagai pendidik tokoh-tokoh besar bangsa. Dari pesantrennya di Kampung Darat, Semarang, ia&amp;nbsp;mendidik KH&amp;nbsp;Hasyim Asy&amp;rsquo;ari (pendiri Nahdlatul Ulama), KH&amp;nbsp;Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan menginspirasi RA&amp;nbsp;Kartini melalui tafsir Al-Qur&amp;rsquo;an yang ditulisnya.&#13;
&#13;
Perjumpaannya&amp;nbsp;dengan RA Kartini melahirkan karya yang monumental dan mencerahkan, serta menjadi bagian penting dalam sejarah pemikiran Islam dan nasionalisme di Indonesia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
