<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Keracunan Massal MBG di Bogor Akibat Bakteri Salmonella dan Ecoli</title><description>Ternyata, makanan itu telah terkontaminasi bakteri.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/14/337/3138799/terungkap-keracunan-massal-mbg-di-bogor-akibat-bakteri-salmonella-dan-ecoli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/14/337/3138799/terungkap-keracunan-massal-mbg-di-bogor-akibat-bakteri-salmonella-dan-ecoli"/><item><title>Terungkap! Keracunan Massal MBG di Bogor Akibat Bakteri Salmonella dan Ecoli</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/14/337/3138799/terungkap-keracunan-massal-mbg-di-bogor-akibat-bakteri-salmonella-dan-ecoli</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/14/337/3138799/terungkap-keracunan-massal-mbg-di-bogor-akibat-bakteri-salmonella-dan-ecoli</guid><pubDate>Rabu 14 Mei 2025 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/14/337/3138799/pemerintah-cg7B_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/14/337/3138799/pemerintah-cg7B_large.jpg</image><title>Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana/Okezone</title></images><description>JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab ratusan siswa di Kota Bogor, Jawa Barat keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ternyata, makanan itu telah terkontaminasi bakteri.&#13;
&#13;
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan, pihaknya sudah mengecek sample makanan MBG dan diketahui terdapat bakteri Salmonella dan Ecoli.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah cek bahwa penyebabnya, ini sudah keluar dari lab bahwa ada istilahnya kontaminasi Salmonella dan Ecoli ya, dari bakteri,&amp;quot; kataDadan Hindayana, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Rabu (14/5/2025).&#13;
&#13;
Dadan mengatakan, bakteri-bakteri itu&amp;nbsp;datang dari bahan baku makanan seperti telur dan sayuran. Namun&amp;nbsp;makanan itu tidak dicurigai terkontaminasi saat pertama kali disajikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;(terkontaminasi) Itu dari air, ada di bahan baku, telur dan juga ada di sayuran. Saya bertanya juga kepada korbannya bahwa tidak ada hal yang mencurigakan terkait hal itu (makanan terkontaminasi),&amp;quot; ujar Dadan.&#13;
&#13;
BGN juga akan memperpendek waktu penyajian makanan hingga bisa dikonsumsi oleh penerima manfaat. Artinya, makanan yang disajikan harus lebih cepat dikonsumsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita mungkin sudah harus perketat supaya tidak terjadi lagi. Karena masakan ini kan ada batas waktunya untuk konsumsi,&amp;quot; tutup Dadan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, hingga Selasa (13/5) Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat setidaknya terdapat 223 siswa yang keracunan diduga karena menyantap makanan dari program MBG.&#13;
&#13;
Rinciannya kasus keracunan makanan sejak 7-12 Mei 2025 secara kumulatif 45 orang menjalani rawat inap, 49 orang menjalani rawat jalan, dan 129 orang mengalami keluhan ringan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab ratusan siswa di Kota Bogor, Jawa Barat keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ternyata, makanan itu telah terkontaminasi bakteri.&#13;
&#13;
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan, pihaknya sudah mengecek sample makanan MBG dan diketahui terdapat bakteri Salmonella dan Ecoli.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah cek bahwa penyebabnya, ini sudah keluar dari lab bahwa ada istilahnya kontaminasi Salmonella dan Ecoli ya, dari bakteri,&amp;quot; kataDadan Hindayana, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Rabu (14/5/2025).&#13;
&#13;
Dadan mengatakan, bakteri-bakteri itu&amp;nbsp;datang dari bahan baku makanan seperti telur dan sayuran. Namun&amp;nbsp;makanan itu tidak dicurigai terkontaminasi saat pertama kali disajikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;(terkontaminasi) Itu dari air, ada di bahan baku, telur dan juga ada di sayuran. Saya bertanya juga kepada korbannya bahwa tidak ada hal yang mencurigakan terkait hal itu (makanan terkontaminasi),&amp;quot; ujar Dadan.&#13;
&#13;
BGN juga akan memperpendek waktu penyajian makanan hingga bisa dikonsumsi oleh penerima manfaat. Artinya, makanan yang disajikan harus lebih cepat dikonsumsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita mungkin sudah harus perketat supaya tidak terjadi lagi. Karena masakan ini kan ada batas waktunya untuk konsumsi,&amp;quot; tutup Dadan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, hingga Selasa (13/5) Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat setidaknya terdapat 223 siswa yang keracunan diduga karena menyantap makanan dari program MBG.&#13;
&#13;
Rinciannya kasus keracunan makanan sejak 7-12 Mei 2025 secara kumulatif 45 orang menjalani rawat inap, 49 orang menjalani rawat jalan, dan 129 orang mengalami keluhan ringan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
