<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Jaksa Febrow Perjuangkan Hak Dasar Suku Anak Dalam di Jambi</title><description>Kejaksaan Tebo melalui Kasi Intel berupaya memberikan pendampingan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/15/337/3139322/cerita-jaksa-febrow-perjuangkan-hak-dasar-suku-anak-dalam-di-jambi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/15/337/3139322/cerita-jaksa-febrow-perjuangkan-hak-dasar-suku-anak-dalam-di-jambi"/><item><title>Cerita Jaksa Febrow Perjuangkan Hak Dasar Suku Anak Dalam di Jambi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/15/337/3139322/cerita-jaksa-febrow-perjuangkan-hak-dasar-suku-anak-dalam-di-jambi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/15/337/3139322/cerita-jaksa-febrow-perjuangkan-hak-dasar-suku-anak-dalam-di-jambi</guid><pubDate>Kamis 15 Mei 2025 20:56 WIB</pubDate><dc:creator>Dilla Nur Fadhilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/15/337/3139322/kejagung-3PeF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Jaksa Febrow Perjuangkan Hak Dasar Suku Anak Dalam di Jambi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/15/337/3139322/kejagung-3PeF_large.jpg</image><title>Cerita Jaksa Febrow Perjuangkan Hak Dasar Suku Anak Dalam di Jambi</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perkembangan teknologi yang sangat cepat saat ini, ternyata tidak dirasakan oleh seluruh Masyarakat. Salah satunya yang dialami oleh kelompok masyarakat Suku Anak Dalam (SAD), di Kabupaten Tebo, Jambi.&#13;
&#13;
Suku Anak Dalam (SAD) di Tebo, adalah salah satu suku yang belum sepenuhnya mendapatkan hak-hak dasar dari pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dua permasalahan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat suku SAD adalah soal akses air bersih dan pendidikan,&amp;quot; ujar Kasi Intel Kejari Tebo, Febrow dalam acara Sound of Justice bertajuk &amp;quot;Hukum Rasa Manusia; Bikin Aman, Bukan Bikin Takut&amp;quot; di &amp;nbsp;Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, dikutip Kamis (15/5/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kejaksaan Tebo melalui Kasi Intel berupaya memberikan pendampingan dan pemberdayaan untuk masyarakat SAD, sampai akhirnya tercetus dua Program air bersih dan sanitasi masyarakat (Pamsimas) dan Rumah Singgah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi kesehatan, Pamsimas telah terbangun dan bisa diakses oleh masyarakat Suku Anak Dalam,&amp;rdquo;kata Febrow.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Begitupun dengan Rumah Singgah yang diperuntukkan bagi anak anak SAD yang terlalu jauh dari sekolah maupun orang tua yang menunggu anaknya sekolah telah terbangun,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, meski sudah berkoordinasi dengan banyak instansi, problem mendasar, yakni kepemilikan identitas kependudukan belum sepenuhnya dimiliki oleh masyarakat SAD sehingga membatasi aksesibilitas SAD dalam menerima bantuan program pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketiadaan pencatatan sipil menjadi masalah mendasar yang dialami oleh SAD sehingga sulit mengakses program pemerintah, inilah yang sedang diperjuangkan oleh Kejari Tebo untuk masyarakat SAD,&amp;quot;tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perkembangan teknologi yang sangat cepat saat ini, ternyata tidak dirasakan oleh seluruh Masyarakat. Salah satunya yang dialami oleh kelompok masyarakat Suku Anak Dalam (SAD), di Kabupaten Tebo, Jambi.&#13;
&#13;
Suku Anak Dalam (SAD) di Tebo, adalah salah satu suku yang belum sepenuhnya mendapatkan hak-hak dasar dari pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dua permasalahan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat suku SAD adalah soal akses air bersih dan pendidikan,&amp;quot; ujar Kasi Intel Kejari Tebo, Febrow dalam acara Sound of Justice bertajuk &amp;quot;Hukum Rasa Manusia; Bikin Aman, Bukan Bikin Takut&amp;quot; di &amp;nbsp;Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, dikutip Kamis (15/5/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kejaksaan Tebo melalui Kasi Intel berupaya memberikan pendampingan dan pemberdayaan untuk masyarakat SAD, sampai akhirnya tercetus dua Program air bersih dan sanitasi masyarakat (Pamsimas) dan Rumah Singgah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi kesehatan, Pamsimas telah terbangun dan bisa diakses oleh masyarakat Suku Anak Dalam,&amp;rdquo;kata Febrow.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Begitupun dengan Rumah Singgah yang diperuntukkan bagi anak anak SAD yang terlalu jauh dari sekolah maupun orang tua yang menunggu anaknya sekolah telah terbangun,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, meski sudah berkoordinasi dengan banyak instansi, problem mendasar, yakni kepemilikan identitas kependudukan belum sepenuhnya dimiliki oleh masyarakat SAD sehingga membatasi aksesibilitas SAD dalam menerima bantuan program pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketiadaan pencatatan sipil menjadi masalah mendasar yang dialami oleh SAD sehingga sulit mengakses program pemerintah, inilah yang sedang diperjuangkan oleh Kejari Tebo untuk masyarakat SAD,&amp;quot;tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
