<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&amp;quot;Polisi&amp;quot; yang Minta Uang untuk Penyelidikan Kebakaran Pasar di Jombang Ternyata Seorang Penipu!</title><description>Oknum yang meminta uang tersebut ternyata adalah pelaku penipuan. Bahkan setelah dilacak oleh petugas, posisi penelpon tersebut ternyata berada di daerah Sulawesi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/15/519/3139197/quot-polisi-quot-yang-minta-uang-untuk-penyelidikan-kebakaran-pasar-di-jombang-ternyata-seorang-penipu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/15/519/3139197/quot-polisi-quot-yang-minta-uang-untuk-penyelidikan-kebakaran-pasar-di-jombang-ternyata-seorang-penipu"/><item><title>&amp;quot;Polisi&amp;quot; yang Minta Uang untuk Penyelidikan Kebakaran Pasar di Jombang Ternyata Seorang Penipu!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/15/519/3139197/quot-polisi-quot-yang-minta-uang-untuk-penyelidikan-kebakaran-pasar-di-jombang-ternyata-seorang-penipu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/15/519/3139197/quot-polisi-quot-yang-minta-uang-untuk-penyelidikan-kebakaran-pasar-di-jombang-ternyata-seorang-penipu</guid><pubDate>Kamis 15 Mei 2025 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/15/519/3139197/polisi_datangi_rumah_kades_mojoduwur-P7Cu_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Polisi datangi rumah Kades Mojoduwur</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/15/519/3139197/polisi_datangi_rumah_kades_mojoduwur-P7Cu_large.JPG</image><title>Polisi datangi rumah Kades Mojoduwur</title></images><description>JOMBANG - Menindaklanjuti informasi adanya oknum polisi yang meminta uang kepada para korban kebakaran pasar, polisi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, langsung memanggil Kepala Desa Mojoduwur, yang dimintai uang oleh pelaku.&#13;
&#13;
Namun setelah diselidiki, oknum yang meminta uang tersebut ternyata adalah pelaku penipuan. Bahkan setelah dilacak oleh petugas, posisi penelpon tersebut ternyata berada di daerah Sulawesi.&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
Setelah menyampaikan kepada media massa bahwa dirinya dimintai uang oleh oknum polisi untuk menyelidiki kasus kebakaran di Pasar Mojoduwur, Kades Mojoduwur, Imam Baihaki langsung didatangi oleh petugas.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Mereka ingin memeriksa nomor telepon pelaku yang menelepon dan meminta uang kepada kepala desa Mojoduwur.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Namun setelah diperiksa, nomor telepon tersebut ternyata bukan nomor anggota Polres Jombang.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Bahkan setelah dilakukan profiling, posisi nomor tersebut ternyata sedang berada di daerah Sulawesi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Saya meminta maaf karena telah menyebut oknum anggota polisi sebagai pihak yang telah meminta uang,&amp;quot; jelas Imam saat klarifikasi.&#13;
&#13;
Sementara, Kapolsek Mojowarno, AKP Trisula mengimbau masyarakat untuk hati-hati terhadap nomor telepon yang tidak dikenal, apalagi yang mengaku sebagai anggota polisi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat agar waspada jika menerima telepon dari orang yang tidak dikenal dan mengaku sebagai anggota polisi,&amp;quot; kata AKP Trisula.&#13;
&#13;
Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang di Pasar Mojoduwur Sabtu pagi tengah sibuk membersihkan puing kios dan lapaknya yang hancur akibat kebakaran yang terjadi, Jumat 9 Mei.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Saat masih dalam suasana sedih, Kades Mojoduwur, Imam Baihaki, dan Kepala Pasar Mojoduwur kemudian mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai anggota Reskrim Polres Jombang.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Melalui saluran telepon, pria tersebut memberitahukan bahwa tim inafis Polres Jombang akan datang ke TKP dan meminta para pedagang melalui kades mojoduwur memberikan uang Rp5 juta untuk biaya penyelidikan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Namun setelah ditunggu kedatangannya, pelaku ternyata tidak kunjung datang dan malah memberikan nomor rekening.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Pelaku meminta kades mentransfer uang yang diminta ke nomor rekening tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Beruntung, para korban kebakaran dan Kades Mojoduwur belum mentransfer uang yang diminta pelaku.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Polisi kini masih memburu pelaku penipuan yang mencatut institusi Polri tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JOMBANG - Menindaklanjuti informasi adanya oknum polisi yang meminta uang kepada para korban kebakaran pasar, polisi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, langsung memanggil Kepala Desa Mojoduwur, yang dimintai uang oleh pelaku.&#13;
&#13;
Namun setelah diselidiki, oknum yang meminta uang tersebut ternyata adalah pelaku penipuan. Bahkan setelah dilacak oleh petugas, posisi penelpon tersebut ternyata berada di daerah Sulawesi.&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
Setelah menyampaikan kepada media massa bahwa dirinya dimintai uang oleh oknum polisi untuk menyelidiki kasus kebakaran di Pasar Mojoduwur, Kades Mojoduwur, Imam Baihaki langsung didatangi oleh petugas.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Mereka ingin memeriksa nomor telepon pelaku yang menelepon dan meminta uang kepada kepala desa Mojoduwur.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Namun setelah diperiksa, nomor telepon tersebut ternyata bukan nomor anggota Polres Jombang.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Bahkan setelah dilakukan profiling, posisi nomor tersebut ternyata sedang berada di daerah Sulawesi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Saya meminta maaf karena telah menyebut oknum anggota polisi sebagai pihak yang telah meminta uang,&amp;quot; jelas Imam saat klarifikasi.&#13;
&#13;
Sementara, Kapolsek Mojowarno, AKP Trisula mengimbau masyarakat untuk hati-hati terhadap nomor telepon yang tidak dikenal, apalagi yang mengaku sebagai anggota polisi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat agar waspada jika menerima telepon dari orang yang tidak dikenal dan mengaku sebagai anggota polisi,&amp;quot; kata AKP Trisula.&#13;
&#13;
Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang di Pasar Mojoduwur Sabtu pagi tengah sibuk membersihkan puing kios dan lapaknya yang hancur akibat kebakaran yang terjadi, Jumat 9 Mei.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Saat masih dalam suasana sedih, Kades Mojoduwur, Imam Baihaki, dan Kepala Pasar Mojoduwur kemudian mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai anggota Reskrim Polres Jombang.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Melalui saluran telepon, pria tersebut memberitahukan bahwa tim inafis Polres Jombang akan datang ke TKP dan meminta para pedagang melalui kades mojoduwur memberikan uang Rp5 juta untuk biaya penyelidikan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Namun setelah ditunggu kedatangannya, pelaku ternyata tidak kunjung datang dan malah memberikan nomor rekening.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Pelaku meminta kades mentransfer uang yang diminta ke nomor rekening tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Beruntung, para korban kebakaran dan Kades Mojoduwur belum mentransfer uang yang diminta pelaku.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Polisi kini masih memburu pelaku penipuan yang mencatut institusi Polri tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
