<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggap Berhasil, Pemerintah Akan Maksimalkan E-Voting Pilkades Mendatang</title><description>Pemerintah akan memaksimalkan penggunaan e-voting dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan datang. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/19/337/3140298/dianggap-berhasil-pemerintah-akan-maksimalkan-e-voting-pilkades-mendatang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/19/337/3140298/dianggap-berhasil-pemerintah-akan-maksimalkan-e-voting-pilkades-mendatang"/><item><title>Dianggap Berhasil, Pemerintah Akan Maksimalkan E-Voting Pilkades Mendatang</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/19/337/3140298/dianggap-berhasil-pemerintah-akan-maksimalkan-e-voting-pilkades-mendatang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/19/337/3140298/dianggap-berhasil-pemerintah-akan-maksimalkan-e-voting-pilkades-mendatang</guid><pubDate>Senin 19 Mei 2025 22:51 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/19/337/3140298/wamendagri_bima_arya-CA5m_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamendagri Bima Arya (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/19/337/3140298/wamendagri_bima_arya-CA5m_large.jpg</image><title>Wamendagri Bima Arya (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah akan memaksimalkan penggunaan e-voting dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan datang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya mengklaim 1.700 desa sukses menggelar Pilkades dengan menggunakan sistem e-voting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi nanti ketika pilkades gelombang selanjutnya sudah jelas, Kemendagri akan memaksimalkan penggunaan e-voting di seluruh pilkades, untuk masa depan yang lebih transparan,&amp;rdquo; kata Bima di Kantor DPP Partai Demokrat, Senin (19/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, pemilihan tidak lagi menggunakan sistem coblos melainkan touch screen. Hasil pilihan itu langsung dicetak, lalu salinannya pertama akan dimasukan ke kota suara dan satunya lagi diterima oleh pemilih.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perihal anggaran e-voting, kata Bima tidak terlalu membutuhkan biaya yang besar ketimbang pemilu sistem coblos.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teknologinya dari BRIN, anggarannya? enggak ada, seadanya cukuplah dari desa-desa setempat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menceritakan, sistem e-voting dalam pelaksanaan Pilkades ini sebelumnya diragukan akan berjalan sukses. Namun ketika melihat pelaksanaan, sistem ini justru dianggap lebih baik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadinya banyak yang enggak percaya, tapi kemudian ketika para kandidat itu melihat &amp;lsquo;wah sistem ini membuat lapangan rata&amp;rsquo; enggak ada intervensi, maka semua mendukung,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah akan memaksimalkan penggunaan e-voting dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan datang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya mengklaim 1.700 desa sukses menggelar Pilkades dengan menggunakan sistem e-voting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi nanti ketika pilkades gelombang selanjutnya sudah jelas, Kemendagri akan memaksimalkan penggunaan e-voting di seluruh pilkades, untuk masa depan yang lebih transparan,&amp;rdquo; kata Bima di Kantor DPP Partai Demokrat, Senin (19/5/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, pemilihan tidak lagi menggunakan sistem coblos melainkan touch screen. Hasil pilihan itu langsung dicetak, lalu salinannya pertama akan dimasukan ke kota suara dan satunya lagi diterima oleh pemilih.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perihal anggaran e-voting, kata Bima tidak terlalu membutuhkan biaya yang besar ketimbang pemilu sistem coblos.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teknologinya dari BRIN, anggarannya? enggak ada, seadanya cukuplah dari desa-desa setempat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menceritakan, sistem e-voting dalam pelaksanaan Pilkades ini sebelumnya diragukan akan berjalan sukses. Namun ketika melihat pelaksanaan, sistem ini justru dianggap lebih baik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadinya banyak yang enggak percaya, tapi kemudian ketika para kandidat itu melihat &amp;lsquo;wah sistem ini membuat lapangan rata&amp;rsquo; enggak ada intervensi, maka semua mendukung,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
