<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pria Berseragam Sekolah Dasar Ikut Demo Ojol Jakarta</title><description>Pengemudi ojek online (ojol) asal Cirebon, Jawa Barat, Adeng ikut aksi solidaritas demo di Jakarta.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/20/338/3140487/pria-berseragam-sekolah-dasar-ikut-demo-ojol-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/20/338/3140487/pria-berseragam-sekolah-dasar-ikut-demo-ojol-jakarta"/><item><title>Pria Berseragam Sekolah Dasar Ikut Demo Ojol Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/20/338/3140487/pria-berseragam-sekolah-dasar-ikut-demo-ojol-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/20/338/3140487/pria-berseragam-sekolah-dasar-ikut-demo-ojol-jakarta</guid><pubDate>Selasa 20 Mei 2025 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/20/338/3140487/ojol_sd-qGMO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang pria berseragam Sekolah Dasar (SD) mengukuti aksi demo pengemudi online di Jakarta/Foto: Danandaya Arya putra-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/20/338/3140487/ojol_sd-qGMO_large.jpg</image><title>Seorang pria berseragam Sekolah Dasar (SD) mengukuti aksi demo pengemudi online di Jakarta/Foto: Danandaya Arya putra-Okezone</title></images><description>JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) asal Cirebon, Jawa Barat, Adeng ikut aksi solidaritas demo di Jakarta. Uniknya, ia mengenakan seragam Sekolah Dasar (SD), bukan jaket aplikator seperti sebagian besar massa aksi.&#13;
&#13;
Adeng menjelaskan, pakaian dikenakan sebagai bentuk keprihatinan yang dialami para pengemudi online. Beragam potongan dari aplikasi membuat penghasil pengemudi ojol makin menipis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pakai baju SD karena pendapat kami sendiri. Pendapatan semakin hari semakin berkurang,&amp;quot; ujar Adeng saat ditemui di lokasi aksi, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).&#13;
&#13;
Selain adanya potongan dari aplikator sebesar 20-40 persen setiap menyelesaikan tugas pengantaran, ada juga potong Rp 13 ribu ketika pengemudi telah menyelesaikan 7 orderan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau di Cirebon, dapat tujuh orderan penumpang, akan kena Rp13 ribu. Kami yang bayar mereka (aplikator) bukan mereka yang bayar,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Adeng mengaku penghasilan bersih yang bisa dibawa ke rumah hanya sekira Rp50 ribu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang ini karena udah berbagi aplikator ya, kalau dulu itu hanya 2G. Paling saya dapat Rp100 ribu (penghasilan kotor). Bersihnya ya paling Rp50 ribu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Akan aksi hari ini, dia berharap pemerintah mendesak aplikator agar biaya potong maksimal hanya senilai 10 persen. Serta menghapus biaya tambahan ketika pengemudi menyelesaikan 7 orderan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) asal Cirebon, Jawa Barat, Adeng ikut aksi solidaritas demo di Jakarta. Uniknya, ia mengenakan seragam Sekolah Dasar (SD), bukan jaket aplikator seperti sebagian besar massa aksi.&#13;
&#13;
Adeng menjelaskan, pakaian dikenakan sebagai bentuk keprihatinan yang dialami para pengemudi online. Beragam potongan dari aplikasi membuat penghasil pengemudi ojol makin menipis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pakai baju SD karena pendapat kami sendiri. Pendapatan semakin hari semakin berkurang,&amp;quot; ujar Adeng saat ditemui di lokasi aksi, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).&#13;
&#13;
Selain adanya potongan dari aplikator sebesar 20-40 persen setiap menyelesaikan tugas pengantaran, ada juga potong Rp 13 ribu ketika pengemudi telah menyelesaikan 7 orderan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau di Cirebon, dapat tujuh orderan penumpang, akan kena Rp13 ribu. Kami yang bayar mereka (aplikator) bukan mereka yang bayar,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Adeng mengaku penghasilan bersih yang bisa dibawa ke rumah hanya sekira Rp50 ribu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang ini karena udah berbagi aplikator ya, kalau dulu itu hanya 2G. Paling saya dapat Rp100 ribu (penghasilan kotor). Bersihnya ya paling Rp50 ribu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Akan aksi hari ini, dia berharap pemerintah mendesak aplikator agar biaya potong maksimal hanya senilai 10 persen. Serta menghapus biaya tambahan ketika pengemudi menyelesaikan 7 orderan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
