<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaduh Isu Jaksa Agung Dicopot, Peneliti BRIN: Bentuk Serangan Balik Koruptor!</title><description>Burhanuddin dan jajaran juga mendapat tugas khusus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/22/337/3141004/gaduh-isu-jaksa-agung-dicopot-peneliti-brin-bentuk-serangan-balik-koruptor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/05/22/337/3141004/gaduh-isu-jaksa-agung-dicopot-peneliti-brin-bentuk-serangan-balik-koruptor"/><item><title>Gaduh Isu Jaksa Agung Dicopot, Peneliti BRIN: Bentuk Serangan Balik Koruptor!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/05/22/337/3141004/gaduh-isu-jaksa-agung-dicopot-peneliti-brin-bentuk-serangan-balik-koruptor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/05/22/337/3141004/gaduh-isu-jaksa-agung-dicopot-peneliti-brin-bentuk-serangan-balik-koruptor</guid><pubDate>Kamis 22 Mei 2025 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/22/337/3141004/kejagung-nE9Z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gaduh Isu Jaksa Agung Dicopot, Peneliti BRIN: Bentuk Serangan Balik Koruptor!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/22/337/3141004/kejagung-nE9Z_large.jpg</image><title>Gaduh Isu Jaksa Agung Dicopot, Peneliti BRIN: Bentuk Serangan Balik Koruptor!</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin diisukan bakal diganti dalam waktu dekat. Isu itu mencuat di media sosial hingga menimbulkan spekulasi publik.&#13;
&#13;
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi menegaskan, bahwa isu Jaksa Agung ST Burhanuddin akan&amp;nbsp;diganti, merupakan informasi yang tidak jelas.&#13;
&#13;
Peneliti Pusat Riset Bidang Hukum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ismail Rumadan, juga ikut menanggapi gaduh isu Jaksa Agung akan dicopot.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah dikonfirmasi ternyata hoaks yang tidak jelas sumbernya lalu santer diberitakan dengan framing macam-macam. Saya kira isu itu kontraproduktif dengan sikap Presiden yang justru tampak percaya dengan Kejagung terutama dalam pemberantasan korupsi,&amp;rdquo; katanya Kamis, (22/5/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, dalam beberapa kesempatan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan rasa puas dan percaya terhadap kinerja Kejagung karena berhasil membongkar kasus mega korupsi serta menyelematkan uang rakyat triliunan rupiah.&#13;
&#13;
Burhanuddin dan jajaran juga mendapat tugas khusus dan berat dari Presiden untuk membabat perizinan ilegal, korupsi sektor sumber daya alam dan Badan Usaha Milik Negara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tak dipungkiri saat ini Kejagung jadi tumpuan harapan penegakan hukum, jadi lembaga yang paling dipercaya publik, sehingga saya rasa tak mungkin Presiden gegabah melawan arus dengan tiba-tiba mengganti Jaksa Agung,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dikatakan Ismail, sekarang ini yang dibutuhkan pemerintah dalam kerangka pemberantasan korupsi adalah soliditas dan sinergitas instansi penegak hukum.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, lanjutnya, hal-hal yang dapat membuat suasana tidak produktif apalagi sampai mengganggu proses penegakan hukum perlu dihindari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagian mungkin berspekulasi bahwa pemicunya dari persaingan internal (untuk jadi Jaksa Agung), namun yang patut diwaspadai adalah bila ternyata itu merupakan bentuk serangan balik koruptor atau oligarki,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ismail menyatakan, fenomena serangan balik koruptor atau pihak yang terganggu dengan kerja Kejagung sudah berulang kali menimpa Kejagung.&#13;
&#13;
Bentuk serangan tersebut mulai dari pemberitaan yang menyudutkan kejaksaan, pembunuhan karakter dan teror terhadap insan adhyaksa, termasuk pelaporan dan adu domba antar penegak hukum.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita dukung gebrakan Kejagung selanjutnya, karena pesan Prabowo tegas tidak gentar dengan perlawanan koruptor,&amp;rdquo; tutup Ismail.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin diisukan bakal diganti dalam waktu dekat. Isu itu mencuat di media sosial hingga menimbulkan spekulasi publik.&#13;
&#13;
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi menegaskan, bahwa isu Jaksa Agung ST Burhanuddin akan&amp;nbsp;diganti, merupakan informasi yang tidak jelas.&#13;
&#13;
Peneliti Pusat Riset Bidang Hukum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ismail Rumadan, juga ikut menanggapi gaduh isu Jaksa Agung akan dicopot.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah dikonfirmasi ternyata hoaks yang tidak jelas sumbernya lalu santer diberitakan dengan framing macam-macam. Saya kira isu itu kontraproduktif dengan sikap Presiden yang justru tampak percaya dengan Kejagung terutama dalam pemberantasan korupsi,&amp;rdquo; katanya Kamis, (22/5/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, dalam beberapa kesempatan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan rasa puas dan percaya terhadap kinerja Kejagung karena berhasil membongkar kasus mega korupsi serta menyelematkan uang rakyat triliunan rupiah.&#13;
&#13;
Burhanuddin dan jajaran juga mendapat tugas khusus dan berat dari Presiden untuk membabat perizinan ilegal, korupsi sektor sumber daya alam dan Badan Usaha Milik Negara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tak dipungkiri saat ini Kejagung jadi tumpuan harapan penegakan hukum, jadi lembaga yang paling dipercaya publik, sehingga saya rasa tak mungkin Presiden gegabah melawan arus dengan tiba-tiba mengganti Jaksa Agung,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dikatakan Ismail, sekarang ini yang dibutuhkan pemerintah dalam kerangka pemberantasan korupsi adalah soliditas dan sinergitas instansi penegak hukum.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, lanjutnya, hal-hal yang dapat membuat suasana tidak produktif apalagi sampai mengganggu proses penegakan hukum perlu dihindari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagian mungkin berspekulasi bahwa pemicunya dari persaingan internal (untuk jadi Jaksa Agung), namun yang patut diwaspadai adalah bila ternyata itu merupakan bentuk serangan balik koruptor atau oligarki,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ismail menyatakan, fenomena serangan balik koruptor atau pihak yang terganggu dengan kerja Kejagung sudah berulang kali menimpa Kejagung.&#13;
&#13;
Bentuk serangan tersebut mulai dari pemberitaan yang menyudutkan kejaksaan, pembunuhan karakter dan teror terhadap insan adhyaksa, termasuk pelaporan dan adu domba antar penegak hukum.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita dukung gebrakan Kejagung selanjutnya, karena pesan Prabowo tegas tidak gentar dengan perlawanan koruptor,&amp;rdquo; tutup Ismail.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
